
Nggawe rawon dikeki cambah
lontong mi cambahe sing dawa
Supaya kita gak kenek musibah
ayo pada cidhek karo Gusti Allah
Doa sebagai Perisai; Oleh Ustaz Soedjono, M.Pd; Dai Segudang Parikan
Tagar.co – Hidup manusia tidak pernah lepas dari ujian. Kadang berupa kesehatan, kadang berupa keselamatan di jalan, atau musibah alam yang datang tiba-tiba. Dalam keadaan itu, kita menyadari betapa lemahnya diri ini.
Harta, jabatan, atau kekuatan fisik tidak bisa menjamin perlindungan. Hanya Allah-lah tempat kita meminta perlindungan dari segala mara bahaya. Karena itu, Rasulullah Saw. mengajarkan doa-doa yang bisa menjadi tameng iman bagi setiap muslim.
بِسْمِ اللهِ الَّذِىْ لاَيَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَيْئٌ فِى اْلاَرِضِ وَلاَ فِى السَّمَآءِ وَهُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ
“Dengan menyebut nama Allah, yang bersama nama-Nya, sesuatu itu tidak akan berbahaya di bumi dan tidak pula di langit. Dan Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”
Doa ini bukan sekadar bacaan lisan, melainkan perisai batin yang menguatkan hati. Membacanya berarti meneguhkan keyakinan bahwa Allah-lah Sang Pelindung sejati.
Baca juga: Empat Harapan Hamba di Hadapan Allah
Setelah kita mengimani dan meyakininya, selayaknya kita panjatkan doa dengan penuh harap agar Allah menjaga kita dari berbagai keburukan.
“Ya Allah, ya Aziz… lindungilah kami dari segala macam penyakit, musibah, bencana, dan kecelakaan. Ampunilah dosa dan maksiat yang pernah kami perbuat. Jadikanlah kami insan yang mau berserah diri dan bertaubat kepada-Mu. Amin.”
Penyunting Mohammad Nurfatoni












