
Aisyiyah tak lagi sekadar pendukung. Dalam peringatan Milad Ke-108 di Tegal, Din Syamsuddin memproyeksikan Aisyiyah sebagai kekuatan mandiri yang mampu sejajar bahkan melampaui amal usaha Muhammadiyah.
Tagar.co — Lapangan SD Aisyiyah Cahaya Insan Kota Tegal penuh sesak oleh ribuan warga Aisyiyah pagi itu. Sekitar 2.000 orang memadati lokasi dalam suasana yang meriah, merayakan Milad Ke-108 Aisyiyah sekaligus peresmian gedung baru SD Aisyiyah Cahaya Insan.
Acara ini dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, di antaranya Wali Kota Tegal Deddy Yon Supriyono, Sekretaris Daerah Tegal Agus Dwi Juprianto, serta pimpinan Muhammadiyah dan Aisyiyah dari berbagai tingkatan.
Namun, yang paling menyedot perhatian adalah kehadiran Prof. Dr. M. Din Syamsuddin, Ketua Umum PP Muhammadiyah 2005–2015, yang hadir khusus memberikan tausiah. Dalam paparannya yang hangat dan penuh semangat, Din menyampaikan pandangan menarik dan berani: Aisyiyah bisa menjadi pesaing internal Muhammadiyah.
Menurut Din, Aisyiyah kini telah membuktikan kapasitas dan kiprahnya secara mandiri. Tak hanya mendirikan dan menyelenggarakan amal usaha di bidang kesehatan, sosial, dan ekonomi, Aisyiyah juga menunjukkan taringnya di bidang pendidikan.
“Selain beberapa Universitas Aisyiyah, puluhan Akademi Keperawatan dan Kebidanan, ternyata juga sudah mendirikan sekitar 100 SD, 20 SMP, dan 10 SMA,” ujarnya bangga.

Ia menyebut pencapaian itu sebagai prestasi membanggakan. Jika dulu penyelenggaraan pendidikan dasar, menengah, dan tinggi didominasi oleh Muhammadiyah, kini Aisyiyah mulai tampil sebagai pelaku utama.
“Walaupun Aisyiyah dikenal sebagai organisasi otonom khusus Muhammadiyah, sebagai kelompok Muhammadiyah perempuan agaknya tidak mau hanya menjadi pendukung dari belakang atau samping belaka, tapi ingin tampil di depan,” tegas Din.
Lebih lanjut, Din menekankan bahwa tidak mustahil di masa depan Aisyiyah akan menyaingi Muhammadiyah, baik dari segi jumlah lembaga maupun kualitasnya. “Di beberapa tempat, rumah sakit Aisyiyah lebih unggul dari rumah sakit yang dikelola Muhammadiyah. Bahkan banyak rumah sakit dan universitas Muhammadiyah dipimpin oleh anggota Aisyiyah,” kata Din yang kini menjadi Ketua Pimpinan Ranting Muhammadiyah Pondok Labu, Cilandak, Jakarta Selatan.

Karena itu, ia mendorong Aisyiyah untuk terus melaju. “Gerakan Aisyiyah harus semakin maju, berkembang, dan berada di garda terdepan dalam pencerahan umat dan bangsa. Muhammadiyah harus bangga dan memberi ruang seluas-luasnya bagi perempuan untuk berkiprah, dan Aisyiyah jangan ragu mengambil peran-peran kebudayaan, kemasyarakatan, bahkan peradaban,” ujarnya.
Din juga memberikan usulan simbolis yang disambut antusias hadirin. Ia menyarankan agar SD Aisyiyah Cahaya Insan diberi nomor 1. “Agar nanti segera hadir SD Aisyiyah 2, 3, dan seterusnya,” katanya, menyiratkan harapan agar sekolah-sekolah Aisyiyah terus tumbuh.
SD Aisyiyah Cahaya Insan, yang kini memasuki usia ke-13 tahun, telah mencatatkan berbagai prestasi membanggakan. Puluhan medali dalam bidang ilmu pengetahuan, olahraga, dan seni berhasil diraih para siswanya, menjadi bukti konkret kontribusi Aisyiyah dalam membangun generasi bangsa. (#)
Penyunting Mohammad Nurfatoni











