
Ramadan semestinya menjadi ruang kebersamaan keluarga. Namun, layar gawai kerap mencuri perhatian. Digital detox menjadi langkah sederhana untuk mengembalikan kehangatan rumah dan kualitas ibadah.
Oleh Hanif Asyhar;, M.Pd., C.H., C.Ht., Trainer Spiritual Healthy Parenting dan Konsultan Pengembang Pendidikan
Tagar.co – Bulan Ramadan merupakan momen yang selalu dinantikan oleh kaum Muslim secara umum dan keluarga secara khusus. Datangnya bulan suci ini kerap dijadikan waktu untuk memperbanyak kebersamaan keluarga.
Namun, fenomena Ramadan akhir-akhir ini justru menghadirkan ironi. Orang-orang berkumpul secara fisik untuk berbuka, tetapi jiwa dan perhatian mereka mengembara di dunia maya melalui layar gawai.
Baca juga: Saat Ramadan Menyatukan: Dari Takjil hingga Tarawih
Di tengah keberkahan waktu yang seharusnya dimaksimalkan untuk kegiatan yang bermanfaat, sinyal Wi-Fi terkadang terasa lebih kuat daripada koneksi hati antaranggota keluarga.
Karena itu, sudah saatnya kita melakukan digital detox untuk mengembalikan esensi Ramadan yang sesungguhnya.
Mengapa Kita Membutuhkan Detoks Digital?
Paparan layar yang berlebihan dapat menciptakan kehadiran yang semu. Kita memang hadir di meja makan, tetapi pikiran sibuk menanggapi notifikasi yang sebenarnya bisa ditunda hingga kegiatan makan bersama selesai.
Membatasi penggunaan gawai bukan berarti bersikap anti-teknologi. Justru sebaliknya, ini adalah upaya menghargai waktu-waktu utama bersama keluarga, seperti menjelang berbuka, saat sahur, serta waktu antara Magrib dan salat Tarawih.
Langkah Nyata di Rumah
1. Zona bebas gawai
Tetapkan ruang makan sebagai area tanpa ponsel. Dengan begitu, percakapan hangat dapat terjalin tanpa gangguan bunyi notifikasi.
2. Puasa notifikasi
Buat komitmen bersama untuk mematikan pemberitahuan media sosial setidaknya satu jam sebelum dan sesudah berbuka. Hal ini membantu setiap anggota keluarga lebih fokus pada ibadah dan kebersamaan.
3. Aktivitas bersama
Gantilah waktu scrolling dengan kegiatan yang lebih bermakna, seperti tadarus bersama atau berbagi cerita tentang keseharian. Aktivitas sederhana ini dapat membuat suasana rumah terasa lebih hangat dan akrab.
Manfaat yang Dirasakan
Dengan mengurangi waktu layar yang berlebihan, keluarga dapat memberi ruang bagi kesehatan mental dan ketenangan jiwa. Interaksi antaranggota keluarga pun menjadi lebih berkualitas, karena setiap orang benar-benar mendengar dan didengar.
Ramadan adalah waktu untuk mempererat hubungan dengan Allah Swt. dan sesama manusia. Karena itu, mari sejenak meletakkan ponsel, menatap mata orang-orang tersayang, dan membiarkan sinyal kasih sayang mengalir tanpa hambatan.
Jadikan Ramadan ini bukan tentang berapa banyak foto makanan yang diunggah, melainkan tentang berapa banyak momen berharga yang terukir dalam ingatan. (#)
Penyunting Mohammad Nurfatoni












