Feature

Debat Kandidat Hisfa XXV: Ajang Unjuk Gagasan Calon Pemimpin Santri

31
×

Debat Kandidat Hisfa XXV: Ajang Unjuk Gagasan Calon Pemimpin Santri

Sebarkan artikel ini
Debat kandidat Hisfa XXV digelar meriah. Sepuluh calon ketua tampil memaparkan visi, misi, dan solusi. Santri siap memilih pemimpin baru dalam Pemilu Raya, Jumat, 2 Mei.
Salah satu kandidat ketua Hisfa periode XXV masa bakti 2025-2026 saat debat kandidat (Tagar.co/Luluk)

Debat kandidat Hisfa XXV digelar meriah. Sepuluh calon ketua tampil memaparkan visi, misi, dan solusi. Santri siap memilih pemimpin baru dalam Pemilu Raya, Jumat, 2 Mei.

Tagar.co — Suasana Gedung Pertemuan Pesantren Al-Fattah, Sidoarjo, Jawa Timur, terasa berbeda pada Rabu, 30 April 2025. Para santri berkumpul bukan untuk kajian atau lomba melainkan menyaksikan ajang demokrasi tahunan: Debat Kandidat Ketua Hisfa XXV. Forum ini menjadi arena penentuan calon pemimpin organisasi santri, Hisfa, masa bakti 2025–2026.

Baca juga: Musyawarah Hisfa XXV: Panggung Demokrasi Santri yang Penuh Gagasan

Sebanyak 10 kandidat—lima putra dan lima putri—telah terpilih melalui seleksi internal. Mereka adalah:

Kandidat Putra

  1. M. Raihan Firdaus Al Hanan

  2. M. Muammal Chumaidy

  3. Naufal Ahmad Effendy

  4. Radiant Apta Nandana

  5. Umar Mahda Al-Faqih

Kandidat Putri

  1. Asfa Fikria Salsabila

  2. Dinar Putri Azzahra

  3. Djenar Rayyi Kinanthi

  4. Nurul Arafah

  5. Ummu Salamah H.N.

Debat kandidat tahun ini mengusung tema “Membentuk Pemimpin yang Visioner dan Solutif”. Setiap kandidat diuji dengan serangkaian pertanyaan yang mengungkap visi, misi, dan strategi kerja mereka dalam memajukan Himpunan Santri Al-Fattah Sidoarjo, Hisfa.

Baca Juga:  Ramadan Show Al-Fattah Sidoarjo Asah Bahasa dan Kepemimpinan Santri

Tidak hanya menjawab pertanyaan umum, para kandidat juga harus merespons persoalan aktual yang kerap dihadapi organisasi. Dua di antaranya datang langsung dari asatiz. Usatazah Nurlailatur Rahmah bertanya, “Bagaimana sikap Anda jika sebagai ketua mengalami kekecewaan yang berat terhadap seseorang?”.

Sementara Ustazah Maria Ulfa menantang para kandidat dengan pertanyaan tentang strategi penyelesaian konflik internal: “Bagaimana jika Anda menghadapi konflik antara anggota pengurus Hisfa?”.

Menariknya, tak satu pun jawaban dari para kandidat yang sama persis. Setiap calon menampilkan keunikan pola pikir dan gaya kepemimpinan yang menjadi pertimbangan penting bagi para pemilih.

Menuju Pemilu Raya

Setelah debat, puncak proses demokrasi Hisfa akan digelar melalui Pemilu Raya pada Jumat, 2 Mei 2025. Seluruh santri, asatiz, pimpinan SMP, SMA, pesantren, asrama, pengurus yayasan, serta dewan pengasuh berhak memberikan suara mereka.

“Debat ini bukan hanya ajang kompetisi, tapi juga wadah belajar berdemokrasi dan bertanggung jawab atas pilihan,” ujar salah satu panitia.

Pemilihan ini diharapkan melahirkan ketua Hisfa yang tak hanya cerdas dan visioner, tetapi juga mampu merangkul, memimpin, dan membawa perubahan positif bagi seluruh santri. (#)

Baca Juga:  Ponpes Al-Fattah Jadi Tuan Rumah Ramadan Ceria SD Muhammadiyah 3 Surabaya

Jurnalis Nur Djamilah Penyunting Mohamamd Nurfatoni