
Koperasi Desa Merah Putih Jatinom Blitar diharapkan menjadi penggerak ekonomi warga yang mandiri dengan usaha simpan pinjam dan pengadaan sembako.
Tagar.co – Datangi notaris, akhirnya Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Jatinom, Kecamatan Kanigoro, Kabupaten Blitar, terbentuk setelah menandatangani akta pendirian, Rabu (4/6/2025) siang.
Acara berlangsung di Kantor Notaris Shinta Triyoga, S.H., MKn Jalan Garuda RT 03 RW 01, Dusun Manukan, Desa Pojok, Kecamatan Garum, Kabupaten Blitar.
Hadir pengurus inti seperti ketua, sekretaris, dan bendahara. ”Dengan ditandatanganinya akta ini, kami akan menjalankan amanah dan bergerak nyata membangun kemandirian desa,” ujar Waluyo, Ketua KDMP Jatinom.
Dia mengatakan, program KDMP Jatinom merupakan bagian dari kebijakan nasional yang digagas Presiden Prabowo untuk membangun ekonomi desa secara kolektif dan berkelanjutan yang dijalankan oleh Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi.
Program ini digulirkan di 80.000 desa di seluruh Indonesia. Fokus utama pada sektor pertanian, peternakan, kesehatan, serta simpan pinjam.
Usaha koperasi dapat meliputi toko sembako, apotek, klinik, cold storage, dan berbagai unit usaha lainnya.
Sumber pendanaan berasal dari kombinasi antara anggaran pemerintah, perbankan, program CSR perusahaan, hingga sumber lainnya.
Notaris Shinta Triyoga menjelaskan, akta yang ditandatangani merupakan akta otentik yang dibuat oleh notaris. ”Kami sudah dibagi ke desa-desa. Masing-masing koperasi desa punya notaris pendamping resmi,” terangnya.
Sebelum penandatanganan, berkas-berkas seperti berita acara asli, rencana kerja, surat pemilik manfaat bermeterai, surat kuasa, dan dokumen pendukung lain diperiksa. Berkas itu sudah diserahkan pengurus koperasi desa pada Rabu (28/5/2025).
Ketua Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Jatinom, Waluyo, bersyukur bisa menyelesaikan pendirian koperasi dengan datangi notaris. Semoga Koperasi Desa Jatinom bisa menjadi penggerak ekonomi desa yang mandiri dan kuat.
Kopdes Merah Putih ini akan diluncurkan pada 12 Juli 2025 bertepatan dengan peringatan Hari Koperasi Nasional (HKN).
Waluyo mengatakan, kita semua sedang belajar membangun koperasi. Semangat itu penting, apalagi koperasi ini dibentuk untuk menjawab kebutuhan masyarakat. Jenis usaha yang dipilih harus sesuai kebutuhan warga.
Jurnalis Agus Fawaid Penyunting Sugeng Purwanto












