Feature

Dari Recycle Happy hingga Demo Ekstra: Siswa Baru Smedaka Unjuk Potensi

25
×

Dari Recycle Happy hingga Demo Ekstra: Siswa Baru Smedaka Unjuk Potensi

Sebarkan artikel ini
Kelompok 3 sedang membuat pigora dari kardus bekas dalam acara Recycle Happy MPLS Smedaka 2025 (Tagar.co/Wiji Bunga Asri)

Hari keempat Fortasi SMK Pemuda Krian (Smedaka) diwarnai semangat kreatif dan eksplorasi bakat. Dari kardus bekas hingga demo ekstrakurikuler, siswa baru belajar bahwa sekolah adalah ruang tumbuh yang penuh peluang.

Tagar.co — Kamis (17/7/2025) pagi, aula SMK Pemuda Krian (SMEDAKA) tampak semarak dengan semangat para siswa baru yang mengikuti hari keempat Forum Taaruf dan Orientasi (Fortasi) atau  Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).

Sebanyak 55 siswa kelas X yang tergabung dalam Fortasi tahun pelajaran 2025/2026 larut dalam kegiatan bertema “Recycle Happy” dan unjuk bakat melalui demonstrasi berbagai ekstrakurikuler.

Baca juga: Teguhkan Nilai Kemuhammadiyahan, SMK Pemuda Krian Kenalkan Ortom lewat Permainan Seru

Agenda dimulai sejak pukul 07.00 WIB dengan suasana religius melalui salat duha dan zikir berjemaah. Tak lama setelah itu, sekitar pukul 08.00 WIB, suasana aula berubah menjadi ruang kreasi. Para siswa dibagi ke dalam enam kelompok, masing-masing dengan misi unik: menyulap bahan bekas menjadi karya inovatif yang bernilai guna.

Kelompok 3 misalnya, sibuk merangkai potongan kardus menjadi pigura cantik bertema bunga. “Dengan kardus bekas ini, kami akan membuat pigura dengan tema bunga,” ujar Lea penuh semangat. Sementara itu, kelompok lain tak kalah antusias. Adel dari Kelompok 2 menjelaskan sambil menunjukkan botol plastik, kertas warna-warni, dan cat: “Kami membuat kotak pensil lucu dari botol bekas.”

Baca Juga:  Demokrasi Pelajar di SMK Pemuda Krian, Lima Kandidat Berebut Amanah Ketua Umum IPM

Kreativitas yang muncul dari tangan-tangan siswa baru itu menjadi bukti bahwa semangat kebermanfaatan dan kepedulian lingkungan dapat ditanamkan sejak dini. Dinda, Ketua Panitia Pelaksana dari IPM Smedaka, menegaskan hal ini. “Recycle Happy kami pilih sebagai bentuk kampanye kesadaran lingkungan, sekaligus memberi ruang bagi siswa untuk menuangkan imajinasi mereka,” ujarnya.

Selepas istirahat sejenak, sesi berlanjut dengan demo ekstrakurikuler. Suasana aula kembali ramai dengan atraksi dan perkenalan berbagai kegiatan non-akademik di Smedaka. Mulai dari olahraga seperti voli dan basket, kegiatan religius seperti tahfiz, hingga bidang seni dan bela diri seperti band, tapak suci, tata busana, kecantikan, dan Hizbul Wathan (HW) — semua diperkenalkan dalam satu panggung inspiratif.

Penampilan semampur dari ekstrakurikuler Hizbul Wathan Smedaka di acara demonstrasi Ekstrakurikuler Smedaka (Tagar.co/Wiji Bunga Asri)

Saya, salah satu guru yang turut mendampingi siswa, menyambut baik antusiasme siswa baru dalam sesi ini. Demo ekstrakurikuler ini bukan sekadar hiburan, tapi ajakan untuk mengeksplorasi potensi diri. Semoga siswa bisa menemukan tempat yang tepat untuk tumbuh dan berkembang.

Melalui kegiatan yang dirancang tak hanya informatif, tetapi juga interaktif ini, MPLS Smedaka terus menunjukkan komitmennya dalam membangun lingkungan belajar yang holistik. Tak hanya mencetak siswa unggul secara akademik, tapi juga memberi ruang bagi tumbuhnya kreativitas, kepedulian sosial, dan penguatan karakter sejak hari pertama mereka menapakkan kaki di dunia sekolah menengah kejuruan. (#)

Baca Juga:  Smedaka Berbagi, Merajut Ukhuah, Mengukir Senyum di Bulan Suci

Jurnalis M. Adam Ramadhani Penyunting Mohammad Nurfatoni