
Langit terbentang luas dengan pemandangan yang menakjubkan. Matahari menghiasi dengan sinarnya di siang hari yang benderang, sementara bulan dan bintang bertaburan menghiasi malam dengan pesona yang indah menawan.
Dahsyatnya Penciptaan Langit; Telaah oleh Masro’in Assafani Wakil Ketua PDM Kabupaten Lamongan
Tagar.co – Alangkah dahsyat, mempesona, dan indahnya ciptaan langit ini. Keindahannya terasa begitu dalam di hati dan terpancar cemerlang di akal yang sehat. Langit terbentang luas dengan pemandangan yang menakjubkan. Matahari menghiasi dengan sinarnya di siang hari yang benderang, sementara bulan dan bintang bertaburan menghiasi malam dengan pesona yang indah menawan.
Ibnu Qayyim Al-Jauziyah dalam kitab Miftah Daris Sa’adah memaparkan sebagai berikut:
“Perhatikanlah penciptaan langit, dan amatilah berkali-kali. Anda akan melihat ayat dan tanda kekuasaan-Nya yang besar, luas, tinggi, dan stabil. Langit itu tidak membumbung tanpa kendali seperti api, tidak pula turun seperti jatuhnya sebuah benda berat. Ia tidak mempunyai tiang di bawahnya maupun tali pengikat di atasnya, tetapi ia ditahan oleh kekuasaan Allah, Rabb yang menahan langit dan bumi agar tidak lenyap.”
“Kemudian amati keselarasan dan keseimbangan langit, tak ada cacat, tidak bengkok, tidak terbelah dan lemah. Amati pula warnanya yang merupakan warna yang terbaik dan paling sejuk serta dapat menguatkan ketajaman mata. Bahkan orang yang penglihatannya mengalami gangguan dianjurkan memandangi segala yang berwarna hijau atau yang mendekati hitam.”
“Para dokter mengatakan: ‘Bagi mereka yang penglihatannya mulai melemah, maka obatnya adalah terus memandangi bejana berwarna hijau yang diisi air.'”
“Perhatikanlah bagaimana Allah menciptakan kulit langit memiliki warna ini agar untuk menjaga mata semua orang yang berkali-kali memandangnya, sehingga tidak membahayakan mata mereka yang berlama-lama memandangnya. Inilah salah satu manfaat warna langit, sementara hikmahnya berkali-kali lipat lebih banyak dari itu.” Demikian penjelasan Ibnu Qayyim.
Selanjutnya, penulis mencoba mengambil dalil dari keindahan langit dengan hiasan yang Allah ciptakan.
Dalil Penciptaan Langit dengan Keindahannya
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
تَبٰـرَكَ الَّذِيْ جَعَلَ فِى السَّمَآءِ بُرُوْجًا وَّجَعَلَ فِيْهَا سِرٰجًا وَّقَمَرًا مُّنِيْرًا
“Maha Suci Allah yang menjadikan di langit gugusan bintang-bintang dan Dia juga menjadikan padanya matahari dan bulan yang bersinar.” (Al-Furqan 25: Ayat 61)
Mari kita telaah pesona ayat ini:
Maha Suci Allah. Inilah ungkapan yang sangat tinggi nilainya yang tidak dapat dijangkau kesuciannya karena keagungan-Nya. Maka dengan sebutan “Subhanallah,” kita mengakui kesucian yang tak terbantahkan, kesucian yang sempurna, yang mempesona segala yang diciptakan-Nya.
Yang menjadikan di langit gugusan bintang-bintang: Ini menunjukkan keindahan yang sempurna, yang terus ada selagi kiamat belum terjadi. Pesona malam dengan gemintangnya, awan yang berpadu dengan langit, bergerak cepat maupun lambat, maka kembali terucap “Subhanallah.”
Dan Dia juga menjadikan padanya matahari dan bulan yang bersinar: Selanjutnya, pesona matahari dan bulan. Matahari dengan sinarnya yang terang, menyinari mayapada, sebagai energi yang luar biasa, manfaatnya tiada tara, semua teruntuk alam semesta, utamanya bagi manusia. Sebagai sarana penghidupan yang utuh dan kemanfaatannya tiada batas, terucap kembali “Subhanallah.”
Bulan yang indah mempesona di malam yang kelam baik berbentuk sabit maupun purnama. Keindahan malam yang dilingkupi bintang-bintang, yang mempesona akal yang merenung dalam. “Subhanallah.”
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
وَهُوَ الَّذِيْ جَعَلَ الَّيْلَ وَا لنَّهَا رَ خِلْفَةً لِّمَنْ اَرَا دَ اَنْ يَّذَّكَّرَ اَوْ اَرَا دَ شُكُوْرًا
“Dan Dia (pula) yang menjadikan malam dan siang silih berganti bagi orang yang ingin mengambil pelajaran atau yang ingin bersyukur. (Al-Furqan 25: Ayat 62)
Mari kita dalami keindahan ayat ini:
Dan Dia (pula) yang menjadikan malam dan siang silih berganti: Malam yang begitu sunyi, namun di balik kesunyiannya ada pesona indah yang melingkupi, yaitu kembali pada ayat 61, malam dengan bulan dan bintangnya, langit yang berwarna-warni dalam batas pandang kita. Purnama yang memukau hati dan akal sehat kita. Gugusan bintang yang bertebaran, mengedipkan keindahan tiada tara, sekali lagi “Subhanallah.”
Pelajaran Agung: Bagi orang yang ingin mengambil pelajaran atau yang ingin bersyukur. Orang-orang yang mengambil pelajaran agung dalam penciptaan langit ini, akan menjadi indah hatinya, akan menjadi cemerlang akal sehatnya, merekalah yang memiliki keinginan dan tujuan untuk bersyukur kepada Allah Swt.
Demikian untaian yang sangat terbatas ini dalam menampilkan kedahsyatan penciptaan langit.
Subhanallah walhamdulillah wa la ilaha illallah, wallahu akbar, wa laa haula wa laa quwwata illa billahil ‘aliyyil ‘azhim, faghfirli. Amin. (#)
Penyunting Mohammad Nurfatoni












