
Kursus Pelatih Futsal Level 1 Nasional LPO PP Muhammadiyah mencetak pelatih berbobot. Fokus pada coaching method, process, dan point, kursus ini hadirkan instruktur nasional dan praktik intensif.
Tagar.co – Di tengah geliat futsal Indonesia, kebutuhan akan pelatih berkualitas kian mendesak. Menjawab tantangan ini, Lembaga Pengembangan Olahraga (LPO) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Yogyakarta bersama Asosiasi Futsal Provinsi (AFP) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) kembali menunjukkan komitmennya.
Mereka menggelar Kursus Pelatih Futsal Level 1 Nasional. Inilah lokakarya intensif untuk menghasilkan pelatih-pelatih berbobot yang siap mengukir masa depan futsal tanah air.
Kegiatan ini tak sekadar pelatihan biasa. Sebanyak 60 pelatih dari berbagai daerah, seperti Jawa Barat, Jawa Tengah, DIY, Jawa Timur, hingga Kalimantan, mengikuti kursus ini. Mereka antusias menimba ilmu dan pengalaman.
Kursus berlangsung di dua lokasi strategis: penyampaian teori mendalam di Kampus Universitas Ahmad Dahlan, Jalan Pramuka, Yogyakarta. Adapun sesi praktik dinamis di Lapangan Futsal 4R, daerah Mergangsan, Yogyakarta.
Kombinasi lokasi ini memberikan pengalaman belajar komprehensif. Di samping itu juga memungkinkan peserta langsung mengaplikasikan ilmu yang mereka peroleh dalam lingkungan nyata.
Menggali Fondasi Kepelatihan
Pada hari ketiga, Kamis (3/7/2025), materi kursus berfokus pada fondasi kepelatihan. Materi tersebut meliputi coaching method, coaching process, dan coaching point. Keunggulan utama kursus ini terletak pada penekanan coaching point yang terbingkai pemahaman mendalam tentang coaching method dan coaching process.
Instruktur futsal nasional, Coach Andri Irawan dan Coach Deny Handoyo, tidak hanya menyampaikan materi satu arah, melainkan juga memfasilitasi diskusi interaktif. Mereka membedah setiap aspek kepelatihan secara detail.
Coaching method menjadi tulang punggung penyampaian materi. Peserta dia ajak memahami berbagai pendekatan dalam melatih, mulai dari metode play-based learning hingga problem-solving yang mendorong kreativitas pemain. Ini memastikan para pelatih tidak terpaku pada satu gaya, melainkan mampu beradaptasi dengan karakteristik pemain dan situasi pertandingan berbeda.
Seiring dengan metode, coaching process juga menjadi sorotan. Mulai dari perencanaan sesi latihan, implementasi, hingga evaluasi pasca-latihan, setiap tahapan dijelaskan secara sistematis.
Peserta juga mendapat bekal kemampuan merancang program latihan progresif, memastikan pengembangan pemain berkelanjutan. Proses ini juga menekankan pentingnya komunikasi efektif antara pelatih dan pemain, membangun rapport kuat demi performa optimal.
Adapun coaching point menjadi esensi dari setiap sesi. Para peserta dilatih mengidentifikasi momen-momen krusial dalam permainan, memberikan umpan balik tepat waktu dan relevan. Misalnya, dalam situasi transisi menyerang, pelatih akan diajarkan bagaimana memberikan instruksi spesifik terkait pergerakan tanpa bola, pengambilan keputusan, atau eksekusi finishing efektif.

Asah Keterampilan, Simulasi Lapangan Dinamis
Pada sesi praktik, para instruktur memberikan simulasi small-sided games di Lapangan Futsal 4R, Mergangsan. Area ini menjadi arena bagi para peserta mengasah keterampilan mereka.
Dengan fokus pada small-sided games, para pelatih diajak mengaplikasikan teori yang telah dipelajari dalam simulasi pertandingan. Variasi 2 lawan 2, 3 lawan 3, hingga 4 lawan 4 menjadi pilihan cerdas melatih berbagai aspek permainan futsal.
Dalam format 2 lawan 2, peserta belajar menekankan duel individual, coaching point tentang press ketat, penguasaan bola dalam ruang sempit, dan transisi cepat. Kemudian, pada sesi 3 lawan 3, fokus meluas pada aspek kerja sama tim kecil, passing kombinasi, off-the-ball movement, dan defensive shape.
Puncaknya, dalam 4 lawan 4, para pelatih ditantang mengimplementasikan strategi tim lebih kompleks, melatih pressing high, set-piece organization, dan pengambilan keputusan kolektif dalam situasi pertandingan dinamis.
Melalui simulasi ini, para instruktur memberikan feedback langsung. Mereka menganalisis setiap gerakan, keputusan, dan interaksi di lapangan. Kesalahan dijadikan bahan pembelajaran, dan setiap keberhasilan diapresiasi untuk membangun kepercayaan diri.
Para peserta juga saling berinteraksi, berbagi pengalaman, dan belajar dari perspektif satu sama lain. Hal ini menciptakan atmosfer kolaboratif yang positif.
Kursus Pelatih Futsal Level 1 Nasional ini lebih dari sekadar transfer ilmu kepelatihan. Kursus ini juga menginternalisasi nilai-nilai organisasi. Etos kerja keras, disiplin, sportivitas, dan integritas menjadi bagian tak terpisahkan dari setiap sesi.
LPO PP Muhammadiyah bersama AFP DIY berharap, para pelatih yang lahir dari kursus ini tidak hanya cakap secara teknis dan taktis. Melainkan juga memiliki karakter kuat, mampu menjadi teladan bagi para pemain muda serta investasi jangka panjang bagi masa depan olahraga, terutama futsal. (#)
Jurnalis Bening Satria Prawita Diharja Penyunting Sayyidah Nuriyah












