Feature

Bukan Zamannya Mengeluh! Menko PMK Ajak Anak Muda Jadi Arsitek Solusi

21
×

Bukan Zamannya Mengeluh! Menko PMK Ajak Anak Muda Jadi Arsitek Solusi

Sebarkan artikel ini

Menko PMK Pratikno di Simposium Nasional dan Pelepasan Kontribusi HIPMI Institute di Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, yang berlangsung di Aula Heritage Kemenko PMK pada Selasa (18/2/2025).

Menko PMK Pratikno mengajak anak muda untuk menjadi problem solver di tengah disrupsi teknologi. Adaptasi, inovasi, dan kewirausahaan sosial menjadi kunci menghadapi tantangan dunia kerja yang terus berubah.

Tagar.co – Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno menegaskan pentingnya peran anak muda sebagai problem solver di tengah era disrupsi yang penuh tantangan. Ia menekankan bahwa setiap individu dapat menjadi pemecah masalah tanpa harus menunggu memiliki jabatan atau perusahaan sendiri.

Ajakan ini disampaikan Pratikno saat berbicara dalam Simposium Nasional dan Pelepasan Kontribusi HIPMI Institute di Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, yang berlangsung di Aula Heritage Kemenko PMK pada Selasa (18/2/2025). Ia menyoroti pentingnya sikap proaktif dalam mencari solusi dibanding sekadar mengeluhkan kondisi yang ada.

Baca juga: Sinergi Kemenko PMK dan BPS: Data Akurat untuk Pembangunan Manusia

Menurut Pratikno, kewirausahaan sosial bukan hanya sebatas bidang ilmu, tetapi juga bagian dari pembentukan karakter. Hal ini menjadi semakin relevan di tengah perubahan dunia kerja yang drastis akibat otomatisasi, kecerdasan buatan (AI), dan perkembangan teknologi lainnya. Banyak pekerjaan yang perlahan tergantikan oleh mesin, sehingga menuntut generasi muda untuk lebih adaptif dan inovatif.

Menko PMK juga mengingatkan agar anak muda tidak terjebak dalam zona nyaman. Dengan perkembangan teknologi yang begitu pesat, banyak pekerjaan yang dulunya dianggap aman kini bisa dengan mudah tergantikan oleh AI.

Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya penguasaan keterampilan esensial seperti kewirausahaan, kepemimpinan, dan komunikasi, yang menurutnya lebih tepat disebut sebagai essential skill ketimbang soft skill.

Pelepasan Kontribusi HIPMI Institute di Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, yang berlangsung di Aula Heritage Kemenko PMK pada Selasa (18/2/2025).

Salah satu pilar utama dari essential skill, menurut Pratikno, adalah kewirausahaan. Sikap inovatif, kemampuan mengambil keputusan, kelincahan dalam beradaptasi, dan ketahanan dalam menghadapi perubahan menjadi faktor kunci dalam menghadapi masa depan yang penuh ketidakpastian.

Selain itu, ia menyambut baik inisiatif HIPMI Institute dalam membekali generasi muda dengan berbagai keterampilan masa depan, mulai dari future skill, future technology, future science, hingga pemetaan future business. Pratikno menilai langkah ini sebagai upaya strategis dalam menyiapkan sumber daya manusia unggul yang siap menghadapi tantangan global.

Turut hadir dalam acara ini Ketua Badan Pengurus Pusat HIPMI Akbar Himawan Buchari, Direktur Beasiswa LPDP Dwi Larso, Stakeholder Relations Executive ParagonCorp Annisa Sekar, COO Monash University Indonesia Tantia Dian Permata Indah, serta Staf Khusus Bidang Inovasi dan Kerja Sama Kemenko PMK Ferro Ferizka Aryananda. (#)

Penyunting Mohammad Nurfatoni