Telaah

Bertobat di Detik-Detik Terakhir Ramadan

405
×

Bertobat di Detik-Detik Terakhir Ramadan

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi freepik.com premium

Sudahkah kita bertobat di detik-detik terakhir Ramadan ini? Jangan sia-siakan kesempatan terakhir untuk meraih ampunan-Nya. Perbaiki ibadah, kuatkan hati, dan sambut Idulfitri dengan takwa.

Oleh Dwi Taufan Hidayat, Ketua Lembaga Dakwah Komunitas Pimpinan Cabang Muhammadiyah Bergas, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah.

Tagar.co – Di penghujung Ramadan ini, mari kita sejenak merenung. Hampir 29 hari telah kita jalani dengan berpuasa. Namun, sudahkah puasa kita benar-benar memenuhi hakikatnya?

Terlalu sering kita lalai, terlalu banyak kekurangan yang terjadi. Kadang puasa kita hanya sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi hati masih diselimuti oleh kelalaian. Lisan masih tak terjaga, mata masih memandang yang dilarang, dan pikiran masih dipenuhi hal-hal yang sia-sia. Padahal, Allah telah mengingatkan dalam firman-Nya:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

“Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” (Al-Baqarah: 183)

Namun, apakah dengan puasa kita telah mencapai derajat takwa? Atau justru kita masih terperangkap dalam rutinitas tanpa makna?

Baca Juga:  Sahabat yang Menuntun ke Surga

Baca juga: Detik-Detik Terakhir Ramadan: Apa yang Kita Rasakan?

Menghitung Kembali Amal Kita

Hampir 29 hari berlalu, tetapi apakah kita telah memanfaatkan Ramadan dengan sebaik-baiknya? Pernahkah kita bertanya:

  • Berapa banyak waktu yang telah kita gunakan untuk tadabur Al-Qur’an?

  • Seberapa sering kita mengisi malam dengan ibadah dan zikir?

  • Apakah air mata kita sudah menetes karena takut kepada Allah?

  • Sudahkah hati kita benar-benar dekat dengan-Nya?

Rasulullah Saw. bersabda:

مَنْ أَحْسَنَ فِيمَا بَقِيَ، غُفِرَ لَهُ مَا مَضَى، وَمَنْ أَسَاءَ فِيمَا بَقِيَ، أُخِذَ بِمَا مَضَى وَمَا بَقِيَ

“Barang siapa yang memaksimalkan waktu yang masih tersisa, maka kesalahan yang lalu pasti terampuni. Dan barang siapa yang melalaikan waktu yang tersisa, maka ia akan disiksa karena kesalahan yang lalu dan yang tersisa.” (H.R. Thabrani dalam Al-Awsath, dihasankan oleh Al-Albani)

Ini adalah kesempatan terakhir! Sisa hari di bulan Ramadan ini harus kita manfaatkan sebaik-baiknya. Masih ada waktu untuk memperbanyak istigfar, memperbaiki salat kita, memperbanyak zikir, dan memperbaiki hubungan kita dengan Allah.

Baca Juga:  Jangan Hafalkan Aib, Ingatlah Nasihat

Optimisme di Sisa Waktu Ramadan

Jangan berputus asa! Selama napas masih berembus, pintu tobat masih terbuka. Allah berfirman:

وَهُوَ ٱلَّذِي يَقْبَلُ ٱلتَّوْبَةَ عَنْ عِبَادِهِ وَيَعْفُواْ عَنِ ٱلسَّيِّئَاتِ وَيَعْلَمُ مَا تَفْعَلُونَ

“Dan Dialah yang menerima tobat dari hamba-hamba-Nya dan memaafkan kesalahan-kesalahan serta mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (Asy-Syura: 25)

Maka, mari kita kembali kepada Allah dengan hati yang penuh harap. Jangan terlalu cepat bersiap untuk perayaan Idulfitri, tetapi fokuslah terlebih dahulu untuk menyempurnakan ibadah kita di akhir Ramadan.

Rasulullah Saw. bersabda:

إِنَّمَا ٱلْأَعْمَالُ بِٱلْخَوَاتِيمِ

“Sesungguhnya amal itu tergantung pada akhirnya.” (HR Bukhari)

Oleh karena itu, jadikanlah sisa Ramadan ini sebagai momentum terbaik untuk beribadah dengan penuh kesungguhan. Perbanyak istigfar, menangislah dalam doa, dan mohonlah ampunan dengan sepenuh hati.

Penutup

Saudaraku, harapan itu masih ada. Mari kita tabuhkan kembali genderang perjuangan kita! Kencangkan kembali ikat pinggang kita! Hidupkanlah hari terakhir Ramadan dengan ibadah yang lebih baik.

Semoga Allah menerima puasa, salat, dan seluruh amal ibadah kita. Semoga Allah memberikan kita kesempatan untuk bertemu Ramadan berikutnya dalam keadaan lebih baik dan lebih bertakwa. (#)

Baca Juga:  Kerendahan Hati, Jalan Menuju Kemuliaan

Penyunting Mohammad Nurfatoni

Telaah

Manusia lahir tanpa mengetahui apa-apa, namun dibekali tiga…