Telaah

Bersihkan Hati dari Keluh Kesah dan Kikir

25
×

Bersihkan Hati dari Keluh Kesah dan Kikir

Sebarkan artikel ini
Dai Segudang Parikan Ustaz Soedjono dalam Pengajian Ahad Pagi di Masjid At-Taqwa Menganti Gresik, 3 November 2024 (Tagar.co/Amirul Mukminin)

Mangan kupat ketan karo pangsit
ditambah roti jenang karo asem
Adohana sifat sambatan lan medit
supaya ati tenang lan uripe ayem

Oleh Ustaz Soedjono, M.Pd; Dai Segudang Parikan

Tagar.co – Manusia diciptakan dengan kecenderungan sifat negatif yang bisa muncul kapan saja: suka mengeluh (sambat) saat susah dan pelit (medit) saat senang.

Al-Qur’an dengan tegas mengingatkan kita tentang sifat dasar ini. Allah berfirman:

إِنَّ ٱلْإِنسَٰنَ خُلِقَ هَلُوعًا. إِذَا مَسَّهُ ٱلشَّرُّ جَزُوعًا. وَإِذَا مَسَّهُ ٱلْخَيْرُ مَنُوعًا

“Sesungguhnya manusia diciptakan bersifat keluh kesah lagi kikir. Apabila ia ditimpa kesusahan, ia berkeluh kesah. Dan apabila ia mendapat kebaikan, ia amat kikir.” (Al-Ma’arij: 19-21)

Ayat ini bukan untuk menyudutkan manusia, melainkan sebagai cermin agar kita mawas diri. Mengeluh saat diuji hanya membuat hati semakin sempit. Kikir saat mendapat rezeki justru menutup pintu-pintu keberkahan. Maka, kita perlu membersihkan diri dari dua sifat ini agar hidup menjadi lebih tenang dan hati pun tenteram.

Baca juga: Matematika Kehidupan: Jangan Tambah Dosa, Jangan Kurangi Amal

Baca Juga:  Pesan Langit, Bahasa Rakyat: Dakwah Parikan yang Dipuji Cak Kartolo

Karena itu, mari kita memohon kepada Allah agar dijauhkan dari sifat kikir dan suka mengeluh. Hanya dengan pertolongan-Nya, kita mampu mengalahkan kelemahan diri sendiri.

“Ya Allah, jauhkanlah kami dari sifat kikir dan suka berkeluh kesah dalam menjalani kehidupan ini. Jadikan kami hamba-Mu yang sabar dan dermawan.”

Lalu, bagaimana cara agar hati kita lebih kuat menghadapi cobaan dan tidak terperangkap dalam sifat keluh kesah dan kikir? Salah satu caranya adalah dengan membiasakan diri bangun di sepertiga malam, menghadap Allah dalam sujud, dan menumpahkan segala keluh kesah kita kepada-Nya.

Salat tahajud adalah momen terbaik untuk membersihkan hati. Di saat dunia terlelap, kita justru menguatkan diri di hadapan-Nya. Tidak perlu panjang, yang penting tulus. Tidak harus sempurna, yang penting istiqamah.

Mari mulai dari malam ini, kita siapkan hati, ambil air wudhu, lalu berdirilah di atas sajadah. Sampaikan semua yang mengganjal di hati kepada Sang Maha Mendengar. Insyaallah, hati kita akan terasa lebih lapang, hidup pun menjadi lebih ringan. Monggo nderekaken salat tahajud! (#)

Baca Juga:  Pesan Langit, Bahasa Rakyat: Dakwah Parikan yang Dipuji Cak Kartolo

Penyunting Mohammad Nurfatoni