Telaah

Matematika Kehidupan: Jangan Tambah Dosa, Jangan Kurangi Amal

30
×

Matematika Kehidupan: Jangan Tambah Dosa, Jangan Kurangi Amal

Sebarkan artikel ini
Ustaz Soedjono
Ustaz Soedjono

Nggawa makaroni nang Gresikan
sowan omahe Paklik nang gang selawe
Ayo pada nglakoni kebajikan
sebab kabeh mbalik nang awake dewe

Oleh Ustaz Soedjono, M.Pd; Dai Segudang Parikan

Tagar.co – Setiap langkah kebaikan yang kita lakukan sejatinya kembali kepada diri kita sendiri. Demikian pula sebaliknya, keburukan yang kita perbuat akan menjadi beban bagi diri sendiri. Hidup ini penuh perhitungan, sebagaimana rumus matematika yang sederhana namun pasti. Allah Swt. telah mengingatkan kita dengan firman-Nya:

إِنْ أَحْسَنتُمْ أَحْسَنتُمْ لِأَنْفُسِكُمْ ۖ وَإِنْ أَسَأْتُمْ فَلَهَا

“Jika kamu berbuat baik (berarti) kamu berbuat baik bagi dirimu sendiri, dan jika kamu berbuat jahat, maka (kejahatan) itu bagi dirimu sendiri.” (Al-Isra’: 7)

Hidup ini hanya sekali (×), maka jangan menambah dosa (+), jangan mengurangi amal (−), dan pandailah membagi rezeki (:). Setiap amal, baik atau buruk, tidak akan pernah sia-sia, semuanya akan kembali kepada pelakunya.

Baca juga: Kesempatan Sekejap, Jangan Terlewat

Banyak orang jatuh bukan karena beban yang berat, tetapi karena tergelincir oleh hal-hal kecil.
Bunga gugur karena layu, iman gugur karena hawa nafsu, dan amalan gugur karena keinginan dipuji.

Baca Juga:  Pesan Langit, Bahasa Rakyat: Dakwah Parikan yang Dipuji Cak Kartolo

Tertawa boleh karena bahagia, menangis manusiawi karena sedih, namun yang paling mulia adalah air mata taubat karena kesadaran atas dosa.

Di tengah perjalanan hidup yang penuh ujian ini, marilah kita memohon pertolongan kepada Allah Swt. dengan doa yang tulus:

“Ya Allah… bersihkanlah hati kami, sucikanlah jiwa kami. Anugerahkanlah kami prasangka baik kepada-Mu dan kepada sesama. Bimbinglah kami untuk senantiasa beribadah, bekerja, dan berbuat kebajikan dengan ikhlas karena-Mu semata. Amin, ya Rabbalalamin.”

Sebagai upaya menata diri, mari kita hidupkan malam dengan shalat tahajud dan memulai hari dengan sahur untuk puasa Kamis. Semoga setiap amal kita diterima dan menjadi bekal menuju rida-Nya. (#)

Penyunting Mohammad Nurfatoni