Feature

Berani Bicara, Berani Peduli: PD IPM Sumenep Lawan Pelecehan Seksual lewat Ruang Aman Literasi

20
×

Berani Bicara, Berani Peduli: PD IPM Sumenep Lawan Pelecehan Seksual lewat Ruang Aman Literasi

Sebarkan artikel ini
Dari kiri, Kepala Dinas Pendidikan Sumenep M.Shodiq, M.Pd; Ketua PDM Sumenep  Dr. Moh. Zeinudin; Ketua Umum PD IPM Sumenep Aura Intan; Sekretaris Umum PW IPM Jawa Timur Liset Ayuni, dan Ketua Ipmawati PW IPM Jawa Timur  Almasy Tsalisa (Ilham Rizqon/Tagar.co)

PD IPM Sumenep meluncurkan Ruang Aman Literasi, forum edukatif yang berani membahas pelecehan seksual remaja. Dari Tanean Sumenep, mereka menegaskan: perubahan besar dimulai dari keberanian suara kecil.

Tagar.co — Untuk kali pertama, Pimpinan Daerah Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PD IPM) Kabupaten Sumenep menghadirkan Ruang Aman Literasi—sebuah forum edukatif yang mengangkat isu sensitif sekaligus krusial: pelecehan seksual di kalangan remaja.

Bertempat di Tanean Sumenep, Ahad (15/6/25) kegiatan ini menarik perhatian luas, tidak hanya dari pelajar, tetapi juga tokoh pemerintahan dan organisasi lintas sektor.

Mengusung tema “Ruang Aman di Zona Merah Pelecehan Seksual: Tubuh Bukan Konsesi, Mari Menggugat Normalisasi,” forum ini menjadi terobosan penting di daerah yang menjunjung tinggi nilai harga diri dan kehormatan.

Baca juga: Perspektif Psikologi Tindakan Represif Aparat terhadap Demonstran

Ketua Umum PD IPM Kabupetan Sumenep, Aura Intan W, menegaskan forum ini merupakan wujud nyata kepedulian pelajar terhadap isu-isu yang selama ini kerap dibungkam oleh budaya diam.

“Kami sadar ada luka yang selama ini terpendam. Maka dari itu, kami hadir untuk memberi ruang bagi rekan-rekan sebaya agar berani memperjuangkan keadilan dan kebenaran,” ujarnya penuh semangat.

Baca Juga:  Evoting IPM Kids Sekolah Kreatif Baratajaya, Wajah Nyata Kurikulum Kepemimpinan Terintegrasi

Aura menambahkan, keberanian ini bukan datang tiba-tiba. “Kami pelajar, tapi kami juga pelindung bagi sesama. Ruang aman ini akan terus tumbuh dan kami siap menjadi penjaga satu sama lain. Perubahan tidak dimulai dari ruang besar, tapi dari hati yang berani,” tambahnya.

Sebagai program perdana, Ruang Aman Literasi menghadirkan narasumber penting dari berbagai lembaga strategis, seperti Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep M. Shodiq, M.Pd., dan Ketua PDM Sumenep  Dr. Moh. Zeinudin.

Hadir pula personel dari Unit PPA Satreskrim Polres Sumenep,dan Forum GenRe Indonesia Kabupaten Sumenep. Forum ini juga diikuti oleh perwakilan pelajar dari seluruh SMA/MA/SMK se-Sumenep.

Aura mengaku, semangat menggelar acara ini muncul setelah mengikuti Konpiwil IPM Jawa Timur beberapa waktu lalu.

“Dari Konpiwil, kami belajar bahwa jangan menunggu sempurna untuk melangkah. Mulailah dengan keberanian. Hari ini, kami mulai,” tegasnya.

Aura Intan dalam sambutannya dalam Ruang Aman Literasi (Ilham Rizqon/Tagar.co)

Materi utama forum disampaikan oleh dua pemateri yang memberikan perspektif hukum dan kesehatan reproduksi remaja:

  • Bripda Ach. Rahtfani Abhynaya S., Unit PPA Satreskrim Polres Sumenep

  • Rezal Bagas Adini P., Ketua Umum Forum GenRe Indonesia Kabupaten Sumenep

Baca Juga:  Gerakan Advokasi Mengajar, Cara IPM Smamsatu Gresik Menumbuhkan Cita-Cita Anak SD

Mereka membahas definisi pelecehan seksual, bentuk-bentuknya, pendekatan hukum, serta peran remaja dalam menciptakan lingkungan yang aman. Diskusi berjalan terbuka dan inklusif. Banyak peserta mengaku mendapat wawasan baru yang komprehensif dan humanis.

Dalam kesempatan itu, Sekretaris Umum PW IPM Jawa Timur, Liset Ayuni, turut memberikan dukungan. Ia menyatakan bahwa IPM bukan sekadar organisasi kaderisasi, melainkan “rumah kedua” yang menerima dan melindungi anggotanya.

“Jika tubuh butuh makan, hati butuh rasa aman. Di Madura, yang menjunjung tinggi martabat, kita belajar bahwa menjaga harga diri bukan berarti membungkam luka,” kata Liset dengan penuh empati.

Para pelajar yang mengikuti kegiatan Ruang Aman Literasi (Ilham Rizqon/Tagar.co)

PD IPM Sumenep pun telah menyiapkan langkah berkelanjutan untuk Ruang Aman Literasi, dengan batch berikutnya yang akan mengupas edukasi lebih mendalam tentang UU TPKS, kesehatan mental, literasi digital, dan kolaborasi dengan komunitas perempuan, pelajar, serta aparat penegak hukum.

“Kami ingin gerakan ini hidup, bukan hanya menjadi kegiatan sekali jalan. Satu forum tidak cukup untuk menyembuhkan luka yang tersimpan bertahun-tahun,” ujar Aura.

Baca Juga:  48 Persen Siswa Smamdela Tembus SNBP 2026, Tren Baru Menguat

Ruang Aman Literasi membuka babak baru di Sumenep. Di tanah yang menjunjung tinggi harga diri ini, kini tumbuh pelajar-pelajar yang berani bersuara saat teman sebaya mereka terluka.

Dari Tanean Sumenep, pesan ini dikirimkan untuk seluruh pelajar Jawa Timur:

“Jangan pernah anggap dirimu terlalu muda untuk menjaga sesama.
Karena suara kecil, jika jujur dan tulus, bisa menjadi tempat pulang bagi mereka yang kehilangan arah.”

Jurnalsi Ilham Rizqon Penyunting Mohammad Nurfatoni