
Tagar.co – Munaqasah Qur’an membuat hadirin terharu dan khidmat di Gedung Baitul Qur’an At-Taqwa (BQA) Kenongo Sidoarjo, Kamis (30/4/2026).
Sebanyak 43 siswa SD Muhammadiyah 8 Tulangan (SD Muhdelta) mengikuti Munaqasah Tartil dan Tahfiz bersama Ummi Foundation Sidoarjo. Acara ini uji standardisasi kemampuan membaca dan menghafal Al-Qur’an menggunakan Metode Ummi.
Munaqasah salah satu tahapan dalam pembelajaran Al-Qur’an di SD Muhdelta. Para peserta diuji oleh tim munaqis dari Ummi Foundation untuk memastikan kualitas bacaan, tajwid, serta hafalan yang dimiliki siswa sesuai standar yang telah ditetapkan.
Sebelum pelaksanaan ujian dimulai, Kepala SD Muhammadiyah 8 Tulangan, Muhammad Saifudin Zuhri, M.Pd., memberikan motivasi kepada seluruh peserta.
Dalam pesannya, dia mengingatkan pentingnya tawakal, ketenangan, dan rasa percaya diri saat menghadapi ujian.
”Kuncinya adalah bertawakal kepada Allah Swt agar senantiasa diberi kelancaran. Anak-anak harus tetap santai, enjoy, dan percaya diri karena kalian sudah melalui proses panjang yang luar biasa. Percayalah pada kemampuan diri dan pertolongan Allah SWT,” tuturnya di hadapan para siswa.
Kehadiran tim Ummi Foundation Sidoarjo memberikan semangat peserta. Ustaz Nur Kholis, munaqis, mengapresiasi SD Muhdelta, khususnya tim Al-Qur’an, dalam mendampingi siswa selama proses pembelajaran.
“Kami sangat mengapresiasi kerja keras SD Muhdelta yang sabar dan telaten mengantarkan para siswa sampai ke tahap munaqasah ini. Semoga para guru dan pembimbing senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan, dan kesabaran dalam mengawal pembelajaran Al-Qur’an,” ungkapnya.
Dia menambahkan munaqasah bukan sekadar ujian akademik, tetapi bagian dari proses ibadah dan perjuangan mulia dalam menjaga kedekatan anak-anak dengan Al-Qur’an.
Pelaksanaan munaqasah melibatkan empat munaqis dari Ummi Foundation Sidoarjo. Seluruh peserta diuji secara komprehensif mulai dari tartil, tajwid, ghorib, hingga hafalan juz 29 dan juz 30. Dalam prosesnya, siswa diminta menjawab pertanyaan secara acak serta menyambung ayat yang dibacakan oleh penguji.
Standardisasi ini dilakukan untuk memastikan lulusan SD Muhdelta memiliki kompetensi Al-Qur’an yang baik, terukur, dan dapat dipertanggungjawabkan. Kehadiran penguji eksternal juga menjadi bentuk komitmen sekolah dalam menjaga objektivitas dan kualitas pembelajaran Al-Qur’an.
Kepala SD Muhdelta Muhammad Saifudin Zuhri menyampaikan, melalui munaqasah ini, sekolah berkomitmen mencetak generasi Qur’ani yang tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga memiliki kecintaan dan kedekatan dengan Al-Qur’an sejak usia dini. (#)
Jurnalis Idha Arofil Fajriyah Penyunting Sugeng Purwanto












