Feature

SD Mumtaz Susun Ekosistem Digital Berbasis Nilai Islam

50
×

SD Mumtaz Susun Ekosistem Digital Berbasis Nilai Islam

Sebarkan artikel ini
SD Mumtaz menggelar sidang lanjutan Raker 2026 di Aula Mas Mansyur guna membedah tugas kerja dan meresmikan peraturan gedung baru demi mewujudkan ekosistem pendidikan digital.
Guru SD Mumtaz khusyuk menyimak pembacaan Ayat Suci Al-Qur’an. (Tagar.co/Inggit Ferredika)

SD Mumtaz menggelar sidang lanjutan Raker 2026 di Aula Mas Mansyur guna membedah tugas kerja dan meresmikan peraturan gedung baru demi mewujudkan ekosistem pendidikan digital.

Tagar.co — Suasana khidmat menyelimuti Aula Mas Mansyur di kompleks Masjid Al-Manar, Sidoarjo, pada Sabtu, 25 April 2026. Para pendidik dan staf SD Muhammadiyah 2 Taman (SD Mumtaz) menghadiri momentum krusial sidang lanjutan Rapat Kerja (Raker) 2026. Agenda utamanya sangat spesifik: pembacaan job description (deskripsi pekerjaan) dan job function (fungsi pekerjaan) untuk seluruh divisi.

Langkah ini menjadi fondasi penting dalam menyusun tata kelola organisasi yang lebih terstruktur dan profesional. Para peserta duduk dengan sigap, membawa catatan dan gawai mereka masing-masing.

Setiap divisi secara bergantian maju untuk memaparkan rincian tugas dan tanggung jawab mereka. Proses pembacaan ini berlangsung secara sistematis namun tetap interaktif. Diskusi hangat sering kali mewarnai paparan, terutama saat para peserta melakukan klarifikasi guna memastikan tidak ada tumpang tindih wewenang antar-divisi di masa depan.

Pimpinan sidang dalam sambutannya menekankan, raker ini memiliki urgensi khusus sebagai persiapan menempati gedung baru. Artinya, setiap mekanisme kerja yang mereka sepakati hari ini akan menjadi pedoman permanen.

Baca Juga:  SD Mumtaz Siapkan Lulusan Unggul lewat Design Thinking

Aturan ini mengikat seluruh pengurus dalam menjalankan aktivitas kepengurusan di lingkungan fisik yang lebih modern. Pimpinan sidang menginginkan agar peraturan tersebut tidak hanya bersifat prosedural, tetapi juga mampu membangun budaya kerja yang adaptif terhadap fasilitas canggih dan tantangan baru yang menanti mereka.

SD Mumtaz menggelar sidang lanjutan Raker 2026 di Aula Mas Mansyur guna membedah tugas kerja dan meresmikan peraturan gedung baru demi mewujudkan ekosistem pendidikan digital.
Kepala SD Muhammadiyah 2 Taman, Fatchul Mubarok, S.Th.I, M.Pd. menyampaikan sambutan. (Tagar.co/Inggit Ferredika)

Napas Islami dalam Balutan Digital

Sidang ini bukan sekadar urusan birokrasi pembagian tugas. Lebih dalam dari itu, setiap poin yang mereka bahas merefleksikan semangat moto sekolah: Islam Modern, Bermutu Global, dan Berbasis Digital. Prinsip Islam Modern mewujud dalam proses musyawarah yang menjunjung tinggi nilai kejujuran, amanah, dan etika Islami dalam setiap pengambilan keputusan. Tidak ada ego sektoral; semua bergerak untuk kemaslahatan bersama.

Sementara itu, standar Bermutu Global terlihat jelas dari upaya sekolah menyusun fungsi pekerjaan yang terukur, transparan, dan berorientasi pada hasil (result-oriented). Guru dan staf tidak hanya bekerja, tetapi memahami indikator keberhasilan mereka dalam skala internasional.

Semangat berbasis digital pun tidak ketinggalan. Panitia mendokumentasikan seluruh hasil sidang langsung ke dalam platform manajemen tugas digital. Sistem ini memungkinkan seluruh anggota mengakses data secara real-time, sehingga memudahkan evaluasi dan koordinasi lintas divisi hanya melalui satu sentuhan layar.

Baca Juga:  Bertukar Surat Cinta, Tangis Haru Siswa SD Mumtaz di Pelukan Orang Tua

Kepala SD Muhammadiyah 2 Taman, Fatchul Mubarok, S.Th.I, M.Pd., menyampaikan rasa syukurnya atas kelancaran sidang yang kondusif ini. Ia menaruh harapan besar pada hasil rapat tersebut.

“Kami berharap dengan jelasnya job description dan job function, setiap pengurus dapat menjalankan perannya dengan penuh tanggung jawab. Gedung baru ini jangan hanya megah secara fisik, tetapi harus kita isi dengan sistem kerja yang rapi dan semangat yang Islami, global, serta digital,” tegasnya dengan nada optimis.

Baca Juga: Kajian Ramadan SD Mumtaz Hadirkan Lima Pembicara

Menyongsong Ekosistem Pendidikan Unggul

Menjelang siang, sidang lanjutan tersebut resmi berakhir. Namun, selesainya rapat bukanlah akhir dari perjuangan, melainkan awal dari implementasi nyata. Pertemuan ini berakhir dengan komitmen bersama untuk segera mengesahkan peraturan gedung baru yang telah mereka rumuskan bersama. Dokumen tersebut menjadi tindak lanjut konkret dari pembedahan tugas kerja yang telah berlangsung berjam-jam di dalam ruangan.

Seluruh peserta sidang menyatakan kesiapan mereka untuk mengawali babak baru ini dengan tingkat disiplin yang lebih tinggi. Inovasi menjadi kata kunci yang terus mereka dengungkan. Mereka sadar bahwa fasilitas gedung yang megah memerlukan sumber daya manusia yang kompeten dan sistem yang mapan agar visi besar sekolah tidak sekadar menjadi hiasan dinding.

Baca Juga:  Kajian Ramadan SD Mumtaz Hadirkan Lima Pembicara

Dengan semangat baru ini, SD Mumtaz semakin mantap melangkah menuju ekosistem pendidikan yang unggul di era digital. Mereka siap membuktikan integrasi antara nilai-nilai agama dan kemajuan teknologi adalah kunci utama dalam mencetak generasi masa depan yang tangguh.  (#)

Jurnalis Inggit Ferredika Penyunting Sayyidah Nuriyah