
Tak sekadar persiapan akademik, siswa SD Al-Islam menguatkan mental dan spiritual lewat doa bersama jelang TKA.
Tagar.co — Menjelang pelaksanaan Tes Kompetensi Akademik (TKA), siswa kelas 6 SD Al-Islam, Cerme, Gresik, Jawa Timur, memilih cara yang tidak hanya berfokus pada kesiapan akademik, tetapi juga penguatan batin.
Pada Senin (20/4/2026), mereka mengikuti kegiatan motivasi dan doa bersama yang digelar di Masjid Sabilul Muttaqin, dalam suasana yang khusyuk dan penuh harap. Di SD Al-Islam, TPA berlangsung pada 22 dan 23 April 2026.
Baca juga: Tryout TKA SD Al-Islam Cerme: Asah Mental, Disiplin, dan Literasi Digital Siswa
Sejak pagi, para siswa telah berkumpul untuk memulai rangkaian kegiatan dengan salat Duha berjemaah. Momen ini menjadi pembuka yang menenangkan sebelum dilanjutkan dengan pembacaan Al-Qur’an Juz 30 secara serentak.
Lantunan ayat suci yang menggema di dalam masjid menciptakan atmosfer religius yang memberi keteduhan di tengah tekanan menghadapi ujian.
Pesan Tegas Kepala Sekolah: Hasil Bukan Segalanya
Dalam sesi motivasi, Kepala SD Al-Islam, Cicik Indrawati, menyampaikan pesan yang menekankan pentingnya integritas dalam proses belajar dan ujian. Ia mengingatkan bahwa keberhasilan tidak semata ditentukan oleh nilai akhir.
“Kunci keberhasilan bukan hanya pada hasil akhir ujian, tetapi pada kesungguhan, kejujuran, dan doa yang dipanjatkan. Kerjakan soal dengan tenang, teliti, dan percaya diri,” ujarnya di hadapan siswa.
Ia juga menyoroti pentingnya menjaga keseimbangan antara usaha lahir dan batin. Selain belajar dengan disiplin, siswa diminta menjaga kesehatan serta menjunjung tinggi adab. Restu dari orang tua dan guru, menurutnya, menjadi faktor penting yang kerap terlupakan.
“Jangan lupa berdoa dan meminta restu kepada orang tua serta guru. Restu mereka adalah jalan kemudahan,” tambahnya.

Haru di Penghujung Acara
Puncak kegiatan ditandai dengan doa bersama yang dipimpin oleh Wafiqul Mizan. Dalam suasana hening, para siswa menundukkan kepala, memanjatkan harapan terbaik mereka. Beberapa tampak tak kuasa menahan haru, meneteskan air mata di tengah doa yang dipanjatkan dengan penuh kesungguhan.
Momen ini menjadi titik refleksi sekaligus pelepas ketegangan bagi para siswa yang akan segera menghadapi ujian penting dalam perjalanan pendidikan mereka.
Kepada Tagar.co, Cicik Indrawati menjelaskan kegiatan ini bukan sekadar rutinitas seremonial, melainkan bagian dari upaya sekolah dalam membangun kesiapan menyeluruh—baik intelektual maupun emosional—bagi para siswa.
“Melalui kegiatan ini siswa tidak hanya siap secara akademis, tetapi juga memiliki ketenangan dan kepercayaan diri yang kuat,” ujarnya.
Menurutnya, dengan ikhtiar maksimal yang diiringi doa tulus, semoga seluruh siswa mampu melewati TKA dengan lancar dan meraih hasil terbaik. (#)
Jurnalis Mardiyana Zulifah Penyunting Mohammad Nurfatoni












