Feature

Imtihan Qiraatul Quran Pertama Digelar SD Mumtaz

75
×

Imtihan Qiraatul Quran Pertama Digelar SD Mumtaz

Sebarkan artikel ini
Imtihan ini menjadi langkah awal objektif untuk mengetahui potensi dan kemampuan setiap anak dalam membaca Al-Quran.
Siswi SD Mumtaz ujian membaca Al-Quran di depan guru. (Tagar.co/Ahnaf Iqbaal Arrazzaq)

Imtihan ini menjadi langkah awal objektif untuk mengetahui potensi dan kemampuan setiap anak dalam membaca Al-Quran.

Tagar.co – Suara lantunan ayat suci Al-Quran bergema khidmat di Aula Gedung 1 SD Muhammadiyah 1-2 Taman Sepanjang (SD Mumtaz) Sidoarjo, Senin-Rabu (2-4/2//2026).

Selama tiga hari sebanyak 405 siswa dari kelas 1 hingga kelas 6 tampil berurutan mengikuti Imtihan Qiraatul Quran perdana.

Acara ini untuk evaluasi terstruktur yang digelar sekolah dengan melibatkan lembaga eksternal Tajdied Center.

Kegiatan ini dirancang tidak hanya sebagai penilaian, tetapi juga sebagai momentum untuk memetakan dan meningkatkan kualitas membaca Al-Quran.

Setiap siswa diuji pada aspek tajwid, fashohah (kejelasan artikulasi), kelancaran, dan irama (murattal).

“Imtihan ini menjadi langkah awal objektif untuk mengetahui potensi dan kemampuan setiap anak dalam membaca Al-Quran,” ujar Rahadian Arif Rahman, S.S., M.A.P., Kepala SD Mumtaz.

Dia menambahkan, hasil imtihan menjadi data penting untuk menyusun program pembinaan Al-Quran yang lebih terarah dan berdampak.

“Kami ingin setiap siswa tidak hanya bisa membaca, tetapi juga mencintai dan hidup dengan nilai-nilai Al-Quran,” tegasnya.

Baca Juga:  Kajian Ramadan SD Mumtaz Hadirkan Lima Pembicara

Di tempat terpisah, Kepala SD Muhammadiyah 2 Taman, Fatchul Mubarok, S.Thi, M.Pd menyampaikan apresiasi.

“Suasana penuh semangat dan khidmat. Kegiatan seperti ini sangat efektif untuk membangun kepercayaan diri dan motivasi belajar siswa, terutama dalam bidang Qur’an,” katanya.

Peserta antusiasme. Sebagian besar siswa datang dengan persiapan matang, menunjukkan performa terbaik di depan penguji.

“Saya senang bisa ikut, meskipun agak deg-degan. Ini pengalaman pertama saya diuji oleh ustadz dari luar,” tutur Aisha, salah satu peserta dari kelas 4.

Amrozi, S.Fil.l., M.Pd., Wakil Kepala Sekolah Bidang Al-Islam dan Kemuhammadiyahan, menekankan, kegiatan semacam ini bagian dari ikhtiar membangun karakter Qurani.

“Cinta Al-Quran harus ditumbuhkan melalui tiga hal: pembiasaan, evaluasi berkelanjutan, dan kegiatan yang memotivasi. Imtihan ini memadukan semuanya,” paparnya.

Amrozi mengatakan, keterlibatan Tajdied Center sebagai penguji eksternal menjadi nilai tambah, karena memberikan penilaian yang independen dan berskala nasional.

Harapannya, sanbung dia, kegiatan ini tidak hanya menjadi agenda tahunan, tetapi juga bisa dikembangkan menjadi ajang kompetisi yang melibatkan lebih banyak sekolah.

Baca Juga:  Asy-Syifa, Al-Quran sebagai Penyembuh

Dengan terselenggaranya Imtihan Qiraatul Quran ini, SD Mumtaz berkomitmen untuk memperkuat budaya literasi Quran di lingkungan sekolah.

Kegiatan ini diharapkan mampu menjadi fondasi awal dalam mencetak generasi yang tidak hanya cerdas akademik, tetapi juga berakhlak Qur’ani dan mencintai tilawah. (#)

Jurnalis Iqbal  Penyunting Sugeng Purwanto