Feature

Menyambut Ramadan, PCA Aisyiyah GKB Bahas Puasa dari Perspektif Kesehatan

88
×

Menyambut Ramadan, PCA Aisyiyah GKB Bahas Puasa dari Perspektif Kesehatan

Sebarkan artikel ini
Direktur RSMG, dr. Farida Nur Aini, Sp.PK, FISqua saat menjadi pemateri kajian di PCA GKB, Ahad (25/1/26) (Tagar.co/Fitri Wulandari)

Menjelang Ramadan, PCA Aisyiyah GKB menggelar pengajian rutin yang mengulas puasa dari sisi ibadah sekaligus kesehatan. Dokter RSMG menjelaskan bagaimana puasa menyehatkan tubuh dan menenangkan jiwa.

Tagar.coManfaat Puasa dalam Perspektif Kesehatan menjadi tema Pengajian Rutin Majelis Tabligh dan Ketarjihan Pimpinan Cabang Aisyiyah GKB yang digelar pada Ahad (25/1/2026).

Sejak pukul 08.00 WIB, peserta pengajian yang berasal dari Pimpinan Ranting Aisyiyah (PRA) I hingga V telah memadati Masjid Taqwa SMP Muhammadiyah 12 GKB. Antusiasme tampak dari kehadiran peserta yang datang lebih awal untuk mengikuti pengajian sebagai bekal menyongsong bulan Ramadan yang kian dekat.

Baca juga: Belajar Air Bersih dari Ahlinya, OTM Spemdalas Hadirkan PDAM Giri Tirta

Tak berselang lama, hadir pemateri dari Majelis Kesehatan Pimpinan Daerah Aisyiyah Gresik, dr. Farida Nur ’Aini, Sp.PK, FISqua.

Mengawali pemaparannya, Direktur Rumah Sakit Muhammadiyah Gresik itu mengajak peserta kembali pada landasan utama ibadah puasa.

“Ibu-ibu tentu sudah hafal dalil puasa Ramadan, yaitu Surah Al-Baqarah ayat 184 dan 185. Dari ayat tersebut ditegaskan bahwa puasa adalah perintah bagi orang-orang beriman yang bertujuan menumbuhkan ketakwaan,” tuturnya.

Baca Juga:  Studi Inspirasi ke Spemdalas, MBS Al-Amin Bojonegoro Siapkan Akselerasi Mutu Pendidikan

Ia menegaskan bahwa takwa merupakan tujuan akhir dari puasa. Menurutnya, setiap manusia pasti memiliki persoalan hidup, dan persoalan itu tidak akan selesai jika hanya mengandalkan logika semata.

“Dengan takwa, pertolongan Allah Swt. akan menyertai. Inilah finalisasi dari puasa,” jelasnya.

Penjelasan kemudian mengalir pada konsep puasa sehat. Menurut dr. Farida, puasa sehat adalah puasa yang dicontohkan oleh Rasulullah Saw. dan telah memiliki aturan yang jelas dalam Al-Qur’an.

“Oleh karena itu, kita perlu mempelajari beberapa poin yang dicontohkan Rasulullah Saw. ketika berpuasa,” ujarnya.

Ia kemudian menguraikan empat prinsip puasa sehat. Pertama, berniat sejak malam hari. Niat, menurutnya, memiliki dampak psikologis yang besar dalam menjaga konsistensi dan kualitas puasa.

Kedua, mengakhirkan sahur. Meski hukumnya sunah, sahur mengandung keberkahan yang berarti kebaikan, termasuk untuk menjaga kekuatan tubuh selama berpuasa.

Ketiga, menyegerakan berbuka puasa saat waktunya tiba. Ia mengingatkan agar berbuka dilakukan secara bertahap.

“Usahakan makan pembuka terlebih dahulu atau takjil. Setelah itu beri jeda, baru dilanjutkan dengan makan utama dalam porsi yang cukup agar lambung dapat menyesuaikan,” paparnya.

Baca Juga:  Kolaborasi Internasional: Spemdalas Gresik Kembangkan Coding Lab Bersama Marshall Cavendish

Keempat, berdoa sebelum berbuka puasa. Menurutnya, doa saat berpuasa merupakan salah satu waktu mustajab yang telah dicontohkan Rasulullah Saw.

Direktur RSMG, dr. Farida Nur Aini, Sp.PK, FISqua (duduk tengah) bersama PCA GKB, Ahad (25/1/26) (Tagar.co/Fitri Wulandari)

Manfaat Puasa bagi Kesehatan

Dalam pemaparannya, dr. Farida juga menjelaskan berbagai manfaat puasa bagi kesehatan tubuh berdasarkan kajian medis.

“Berdasarkan kajian media kesehatan, puasa lebih dari enam jam dapat memicu pelepasan Human Growth Hormone (HGH) dalam jumlah lebih banyak,” jelasnya.

Hormon ini berperan dalam pembakaran lemak sehingga membantu penurunan berat badan. Selain itu, HGH juga mampu mengurangi inflamasi dan peradangan, meningkatkan respons imun, serta membantu proses peremajaan sel dengan menyingkirkan komponen sel yang rusak.

“Yang penting dicatat, saat berpuasa kita perlu memperbanyak konsumsi serat agar sistem ekskresi tubuh tetap lancar,” pesannya.

Puasa juga meningkatkan kadar protein Brain Derived Neurotrophic Factor (BDNF) yang berperan penting dalam menjaga kesehatan otak dan mencegah demensia serta Alzheimer.

“Ketika puasa, kita juga dilatih untuk menahan marah. Hal ini berdampak pada kestabilan irama dan detak jantung,” lanjutnya.

Baca Juga:  Peningkatan Jumlah Siswa, Spemdalas Raih Bonus dari PDM Gresik

Selain itu, puasa terbukti dapat menstabilkan hormon kortisol sehingga membantu mengurangi stres, meningkatkan sensitivitas insulin, serta menstabilkan kadar gula darah. Puasa juga mengaktifkan proses detoksifikasi alami karena organ-organ tubuh mendapat kesempatan untuk beristirahat.

“Ibarat mesin, ketika ada makanan masuk, seluruh organ bekerja. Saat puasa, organ seperti lambung, usus, pankreas, dan hati mendapat waktu istirahat sehingga kinerjanya menjadi lebih optimal,” jelasnya.

Manfaat lainnya adalah penurunan kadar glukosa. Saat tidak berpuasa, tubuh menggunakan glukosa sebagai sumber energi. Ketika berpuasa, energi diambil dari keton yang berasal dari lemak, sehingga lemak tubuh berkurang.

“Jadi, jika ibu-ibu ingin menurunkan berat badan, tidak perlu perawatan mahal. Perbanyak puasa sunah. Insya Allah kesehatan terjaga dan bonusnya berat badan menjadi lebih seimbang,” tandasnya sambil tersenyum.

Jurnalis Fitri Wulandari Penyunting Mohammad Nurfatoni