
Puncak tantangan jalur Lintas Sumatra, serah terima mobil operasional bantuan PWM Jatim terlaksana. Tamhid Masyhudi menyerahkannya secara langsung kepada Muhammadiyah Langkat dan Aceh Tamiang
Tagar.co – Setelah menempuh perjalanan darat yang panjang selama lima hari melintasi ribuan kilometer aspal Nusantara, misi kemanusiaan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur akhirnya tiba di Medan pada Senin (12/1/2026).
Kedatangan enam relawan tangguh ini membawa amanah besar berupa armada operasional dan logistik untuk membantu pemulihan bencana di wilayah Aceh dan Sumatera Utara.
Perjalanan Ribuan Kilometer demi Kemanusiaan
Misi ini dilepas dari Gedung Muhammadiyah Jawa Timur pada Kamis (8/1/2026). Tim terbagi menjadi dua armada:
• Tim Mobil 1 (Kabupaten Langkat) diawaki oleh M. Halim Rojab E.K (Lazismu KP Jawa Timur), M. Rifky Ahmad Zidane (Lazismu Situbondo), dan Akhmad Priyonugroho (Lazismu Kota Pasuruan).
• Tim Mobil 2 (Kabupaten Aceh Tamiang) diawaki oleh Fathurrahim (Lazismu Kota Surabaya), Hendi Setia Budi (Lazismu Bojonegoro), dan Fatchul Mubarok (KL Lazismu Sepanjang).
Fatchul Mubarok, relawan Kantor Layanan (KL) Lazismu Sepanjang Kabupaten Sidoarjo, mengisahkan bahwa perjalanan ini bukan sekadar mengantar kendaraan. Bagi kami, rasa iba saja tidak cukup.
“Mobil transportasi yang kami bawa diubah menjadi gudang kecil yang sesak dengan kardus berisi Al-Qur’an, 2 karung mukena, dan 200 paket tas school kit. Ini adalah amanah para aghniya yang dititipkan melalui Lazismu,” ujarnya saat dihubungi melalui pesan WhatsApp, Rabu (14/1/2026).
Perjalanan tidaklah mudah. Setelah menyeberangi Selat Sunda selama tiga jam, tim dihadapkan pada tantangan nyata Jalur Lintas Sumatera. Hujan lebat, kabut di perbukitan, jalanan rusak, hingga minimnya penerangan jalan di malam hari menjadi ujian kesabaran bagi para relawan. Namun, setiap melihat papan penunjuk jalan bertuliskan Aceh, semangat tim kembali berkobar demi menuntaskan amanah umat.

Serah Terima Mobil Operasional
Puncak dari perjalanan ini adalah serah terima dua unit mobil operasional yang dilangsungkan dengan khidmat. Penyerahan armada operasional dilakukan langsung oleh Sekretaris PWM Jatim, Ir. Tamhid Masyhudi, dan diterima oleh Ketua PDM Langkat H. Abdi Sukamto, S.Ag., M.Si., serta Ketua PDM Aceh Tamiang, Mukhlis NT., M.M.
Prosesi ini disaksikan langsung oleh Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sumatera Utara, Prof. Dr. Hasyimsyah Nasution M.A, dan Sekretaris Daerah Kabupaten Langkat, Amril S.Sos, MAP.
Dalam sambutannya, Ir. Tamhid Masyhudi menyampaikan pesan yang sangat sejuk dan khas Muhammadiyah. Bencana bukanlah sebuah azab dari Allah, melainkan cara Allah memberikan kesempatan kepada manusia.
“Sebuah kesempatan, terutama Muhammadiyah, untuk bersilaturahmi dan menjadi bermanfaat. Kehadiran kami harus dirasakan oleh seluruh masyarakat, bukan hanya warga Muhammadiyah semata,” ujarnya.
Apresiasi tinggi juga datang dari Pemerintah Kabupaten Langkat. Sekda Amril menuturkan bahwa Muhammadiyah adalah satu-satunya organisasi Islam yang memiliki sistem penanggulangan bencana yang sangat terstruktur melalui MDMC dan Lazismu.
“Terima kasih banyak kepada Muhammadiyah, khususnya Muhammadiyah Jawa Timur, yang telah banyak membantu warga kami,” ungkapnya.
Misi Belum Berakhir
Tugas keenam relawan ini tidak berhenti pada penyerahan kendaraan. Setelah beristirahat sejenak, sesuai surat tugas dari PWM Jatim, mereka akan bergabung dengan tim kemanusiaan lainnya untuk melakukan aksi sosial lanjutan.
Agenda mereka meliputi perbaikan infrastruktur pascabencana, program pemulihan ekonomi, hingga memberikan pendampingan psikososial bagi para korban, terutama anak-anak.
Melalui gerakan ini, Muhammadiyah kembali membuktikan komitmennya dalam dakwah kemanusiaan, melintasi batas geografis demi menebar maslahat di seluruh penjuru negeri. (#)
Jurnalis Olivia Putri Adita. Penyunting Sugiran.












