
Tim tanggap bencana TBIG jangkau enam lokasi terdampak di Aceh, Sumatra Utara dan Sumatra Barat. TBIG salurkan 2,5 ton bantuan hingga penghujung tahun 2025
Tagar.co – Musibah banjir dan longsor yang menimpa wilayah Aceh, Sumatra Utara dan Sumatra Barat terus mendapatkan perhatian dari banyak pihak. Salah satunya dari PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG), perusahaan penyedia infrastruktur telekomunikasi bagi penempatan BTS oleh para operator telekomunikasi di Indonesia.
TBIG terus menunjukkan komitmennya dalam aksi kemanusiaan. Perusahaan ini dengan menyalurkan bantuan secara maraton bagi korban banjir dan longsor di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat hingga penghujung 2025.
Setelah tim relawan TBIG berhasil menjangkau Kabupaten Solak dan Pasaman Barat, hingga pekan terakhir Desember 2025 TBIG telah menyalurkan bantuan ke enam lokasi terdampak bencana. TBIG telah menyalurkan total bantuan mencapai 2,5 ton berupa bahan pangan dan obat-obatan.
Enam Lokasi Penerima Bantuan
Bantuan TBIG telah dikirimkan dan diterima oleh masyarakat terdampak bencana:
1. Desa Paloh Gadeng, Kecamatan Dewantara, Kabupaten Aceh Utara.
2. Desa Huta Godang, Kecamatan Batangtoru, Kabupaten Tapanuli Selatan.
3. Kelurahan Sibuluan Nauli, Kecamatan Pandan, Kabupaten Tapanuli Tengah.
4. Jorong Katiagan, Nagari Kinali, Kabupaten Pasaman Barat.
5. Jorong Guci 11, Nagari Muaro Pingai, Kecamatan Junjung Sirih, Kabupaten Solak.
6. Jorong Kampung Tangah Timur, Nagari Salareh Aia Timur, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam.
Jorong Kampung Tangah Timur menjadi lokasi terakhir yang berhasil dijangkau pada 31 Desember 2025. Penyaluran bantuan ke wilayah tersebut melengkapi distribusi 2,5 ton bantuan pangan dan obat-obatan yang disalurkan TBIG sepanjang Desember 2025.
Target 19 Lokasi di Januari 2026
Chief of Business Support Officer TBIG, Lie Si An menjelaskan, TBIG akan melanjutkan pengiriman bantuan sampai dengan bulan Januari 2026.
“Masih terdapat sekitar 19 lokasi yang menjadi target penyaluran bantuan berikutnya. Tim relawan TBIG terus bekerja keras menjangkau wilayah terdampak, meskipun beberapa titik masih berada dalam kondisi yang memprihatinkan,” ujarnya.
Pak Si An – sapaan akrabnya menambahkan, dalam kondisi tertentu TBIG melakukan penyesuaian dalam prosedur penyaluran bantuan.
“Biasanya kami menyalurkan bantuan setelah kondisi fisik lokasi dinyatakan aman. Namun kali ini kami melakukan pengecualian karena mempertimbangkan urgensi kebutuhan masyarakat,” paparnya.
Komitmen Dukungan Moril dan Materiil
Sementara itu, Presiden Direktur TBIG, Herman Setya Budi menegaskan, TBIG telah menyiapkan paket bantuan yang akan dikirimkan secara bertahap melalui tim relawan tanggap bencana TBIG.
“Kami menyiapkan tim khusus untuk menangani bantuan kemanusiaan pascabencana bagi masyarakat terdampak. Kehadiran TBIG merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam memberikan dukungan moril dan materiil. Sekaligus bersinergi dengan pemerintah daerah dan instansi terkait untuk mempercepat proses penanganan serta pemulihan pascabencana,” jelas Herman. (#)
Penyunting Sugiran.












