Feature

Pagelaran Bantengan Versus Jaranan Akhiri Ujian Semester Sekolah Ini

48
×

Pagelaran Bantengan Versus Jaranan Akhiri Ujian Semester Sekolah Ini

Sebarkan artikel ini
Pagelaran Bantengan versus Jaranan Ala Bocah Kelas Songo meramaikan halaman SMP Muhammadiyah 7 Cerme Gresik, Sabtu (13/12/2025) pagi.
Pagelaran Bantengan versus Jaranan di halaman SMP Muhammadiyah 7 Cerme Gresik, Sabtu (13/12/2025) pagi. (Tagar.co/Naila Atiqoh Fatin)

Tagar.co – Pagelaran Bantengan versus Jaranan Ala Bocah Kelas Songo meramaikan halaman SMP Muhammadiyah 7 Cerme Gresik, Sabtu (13/12/2025) pagi.

Suasana riuh suka-cita bercampur rasa khawatir menyelimuti hati siswa kelas sembilan. Hari itu adalah puncak acara semester gasal tahun pelajaran 2025-2026.

Sebanyak 106 siswa kelas 9 bekerja sama dalam empat tim menyiapkan pagelaran ini. Mulai dari pembuatan media jaranan, bantengan, backdrop, dan makeup.

Model jaranan dan bantengan dibuat dari kertas, kardus, karton, tali rafia, bubur kertas, kerangka dari bambu dan pipa paralon. Juga ada pecut, gapura sesuai naskahnya.

Mereka mengerjakan usai sekolah. Dipimpin oleh steering committe kelas yang dipilih sendiri. Pekerjaan ini selama dua bulan setengah.

“Saya senang dengan kegiatan ini. Menjadi bersemangat dalam mengembangkan potensi diri ,” ujar Tsabitha, siswa kelas 9B. Dia bertugas menjadi koreografer.

Pagelaran Bantengan dan Jaranan merupakan pelaksanan Penilaian Sumatif Akhir Semester Gasal mata pelajaran Seni.

“Pagelaran Seni Bantengan Vs Jaranan Ala Bocah Kelas Songo M7 wujud dari rasa bangga dan cinta kami terhadap keaneka ragaman seni dan budaya nusantara,”  kata Ketua Steering Committe Pagelaran, Nasywa Syifaul dari kelas 9D sekaligus sutradara.

Acara dibuka oleh Kepala SMP Muhammadiyah 7 Cerme Yuli Kusminarsih. “Jangan jadikan pagelaran ini hanya formalitas untuk penilaian akhir, tetapi jadikan kegiatan seni ini sebagai wadah untuk belajar mengolah rasa, pikiran, dan kecerdasan agar semua ini bisa diterapkan dalam realitas kehidupan yang dijalani,” katanya.

Atraksi

Setelah persiapan selesai, atraksi bantengan Vs jaranan digelar di halaman sekolah. Seluruh pemain tiap kelas berada di posisinya. Iringan musik mengalun. Narator dibawakan Syita menyampaikan narasi adegan cerita.

Muncul empat warok dimainkan Ghopal, Ubay, Romy, Azzam tampil gagah dengan pecut dikalungkan di leher. Mereka maju ke tengah arena. Lantas memainkan pecut ke udara berkali-kali. Bunyi getarannya seperti ledakan petasan. Keras memecah udara. Penonton menyambut dengan tepuk tangan gemuruh.

Musik pengiring terus berbunyi. Masuk empat ganongan diperankan oleh Prabu, Praditya, Ubet, dan Vildy dengan gerakan tari lincah. Suasana makin meriah. Tingkahnya jenaka.

Disusul lagi masuk empat bantengan. Satu banteng dimainkan dua siswa. Dimainkan Lucky-Satar, Dida-Arul, Gilang-Fadil, Rehan-Aundra.

Lantas dari empat penjuru arena masuk delapan jaranan dimainkan Dhea-Bayu, Sanita-Haqi, Pipil- Basmalah, Nuri-Azam. Dua jaranan mengambil posisi di belakang bantengan.

Sorak penonton semakin ramai ketika 86 siswa yang berperan sebagai rakyat masuk di pinggir arena dengan gerakan tari yang sama.

Setelah itu jaranan, bantengan, ganongan, dan warok menari bareng dengan gerakan sama dalam satu ketukan irama. Disisipi getar suara pecut warok.

Tingkah kocak dan lincah ganongan ke sana sini memadati arena pagelaran dengan gerakan bergulung ke depan, ke samping, diiringi tingkah bantengan yang lari dan lompat ke sana kemari mengitari arena.

Pertunjukan itu selama 25 menit. Pemain berjumlah 90 siswa bergerak tanpa henti dengan peran masing-masing.

Lalu muncullah empat siswi dimainkan Suci, Keysa, Inge, Afi ke tengah arena membawakan tarian jawa dengan iringan gending yang mengalun syahdu. Narator menyampaikan kata penutup menandakan Pagelaran Seni Bantengan Vs Jaranan Ala Bocah Kelas Songo M7 berakhir.

Semua pemain meninggalkan arena pagelaran dengan gerakan tertata dengan ritme sama menuju tempat awal mereka.

Gemuruh tepuk tangan dan teriakan penonton menyiratkan pertunjukan itu sukses dan memuaskan.

Setiyo Hadi, tim penguji sekaligus guru Seni kelas 9 menyatakan, Ulangan SAS berupa pagelaran adalah langsung berkreasi seni.  “Pagelaran ini bertujuan memupuk jiwa berkesenian,” katanya. (#)

Jurnalis Al-Hadi Penyunting Sugeng Purwanto