
SMP Muhammadiyah 7 Cerme mengukir prestasi gemilang di Festival Drama Legenda 2025 dengan drama “Lembu Suro”, meraih juara 2 dan aktor terbaik.
Tagar.co – Gaung lantunan narasi dan dialog yang menyemarakkan Icon Mall Gresik, mengantar para penonton ke dalam lorong waktu Festival Drama Legenda 2025. Di tengah riuh tepuk tangan, sebuah kisah klasik tentang dendam, cinta, dan kehancuran perlahan terangkai, Sabtu, 14 Juni 2025.
Tampilan memukau itu datang dari Tim Sinau Budaya SMP Muhammadiyah 7 (Spemaju) Cerme Gresik. Mereka hadir dengan napas budaya yang kental, membawa naskah berjudul “Lembu Suro: Dendam yang Menenggelamkan Kota”.
Pementasan ini bukan sekadar unjuk kebolehan akting, melainkan pertunjukan yang berhasil memukau dewan juri dan penonton. Kisah Lembu Suro, makhluk setengah manusia setengah lembu yang menyimpan kekuatan luar biasa, begitu nyata di hadapan mata.
Cinta yang bertepuk sebelah tangan pada Diah Ayu Pusparini, ambisi kekuasaan, dan pengkhianatan, semuanya menyatu dalam balutan drama yang sarat emosi. Penolakan cinta yang memicu amarah membara itu tergambar jelas.
Seolah penonton bisa merasakan panasnya dendam yang pada akhirnya menenggelamkan sebuah wilayah. Inilah legenda asal-usul tenggelamnya Kerajaan Kediri.
Dida Furqon sebagai tokoh utama Lembu Suro bukan hanya memerankan tokoh, melainkan menjelma menjadi sang legenda itu sendiri. Sorot matanya memancarkan kepedihan, geraknya penuh kekuatan, dan suaranya menggetarkan jiwa. Tak heran, piala Best Actor jatuh ke tangannya. Menjadi pengakuan atas totalitas dan penjiwaan yang luar biasa.
Tak hanya Dida, deretan pemain lain juga tampil prima. Seperti Zahrotus Syita sebagai Diah Ayu Pusparini, Radithya Septian sebagai Prabu Brawijaya, hingga para prajurit (Asjad Prabu, Romi Galang, dan Raja Ghony) dan Mbok 1 (Avilia Putri). Mereka saling melengkapi dan menciptakan harmoni panggung yang spektakuler.
Setiap karakter, sekecil apa pun perannya, mereka bawakan dengan penuh penghayatan, menjadikan pertunjukan ini sarat akan energi, emosi, dan pesan moral yang mendalam.

Warisan Budaya Bersemi
Gemuruh tepuk tangan dan pujian mengiringi akhir pementasan, menjadi saksi atas keberhasilan Tim Sinau Budaya SMP Muhammadiyah 7 Cerme. Pengumuman Juara 2 di Festival Drama Legenda 2025 Se-Kabupaten Gresik bukan sekadar angka, melainkan simbol dari kerja keras, dedikasi, dan kecintaan yang tulus terhadap seni dan budaya.
Keberhasilan ini tentu saja menjadi kebanggaan bagi seluruh keluarga besar SMP Muhammadiyah 7 Cerme. Syamsul Arifin, S.Pd, guru pembina “Sinau Budaya”, dengan bangga menyatakan, “Ini bukan sekadar lomba, tapi bentuk nyata dari pendidikan karakter, kerja tim, dan cinta terhadap budaya bangsa.”
Di mata Syamsul Arifin, keberhasilan Tim Sinau Budaya ini cerminan semangat berkesenian dan pelestarian budaya dapat terus hidup dan bersemi di tengah generasi muda.
“Selamat dan sukses untuk seluruh tim! Teruslah berkarya! Jadilah generasi pelestari budaya!” imbuhnya. (#)
Jurnalis Reza Ainur Rahma Penyunting Sayyidah Nuriyah












