
Dalam kajian Aisyiyah yang digelar di Masjid Al-Furqan Banjarmasin, Bupati Kebumen Hj. Lilis Nuryani menguatkan semangat para perempuan untuk berani memimpin, sembari membagikan kisah perjuangannya menembus batas stigma dan merawat pelayanan publik.
Tagar.co – Pimpinan Wilayah Aisyiyah (PWA) Kalimantan Selatan menggelar kajian khusus yang menghadirkan Bupati Kebumen, Hj. Lilis Nuryani, sebagai pembicara di Masjid Al-Furqan Banjarmasin, Kamis (13/11/25).
Sekitar 150 warga Aisyiyah hadir memenuhi ruang kajian untuk menyimak pengalaman dan motivasi yang disampaikan Lilis.
Selama ini Lilis dikenal dekat dengan kegiatan Aisyiyah. Selain mengemban amanah sebagai Bupati Kebumen, ia juga menjabat sebagai Bendahara Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA) Gombong dan masih aktif menjalankan tugas tersebut.
Dalam kesempatan itu, Lilis menjelaskan bahwa kedatangannya ke Banjarmasin juga untuk memberikan dukungan kepada Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Gombong yang menjadi finalis Best of The Best kategori Cabang dalam ajang CRM Award VI.

Kisah Pencalonannya
Lilis kemudian berbagi pengalaman saat mencalonkan diri sebagai bupati. Ia mengungkapkan bahwa sebagian lawan politiknya tidak memberikan dukungan dengan alasan dirinya perempuan dan bukan berasal dari Kebumen.
“Namun saya percaya dengan dukungan masyarakat,” ujarnya di hadapan ratusan warga Aisyiyah.
Ia menegaskan jabatan bupati bukan semata soal kepemimpinan, tetapi juga tanggung jawab pelayanan kepada publik.
“Bupati itu ‘kan pelayan masyarakat. Apa pun keluhan masyarakat, saya harus mengikutinya,” tegasnya.
Ketua Pimpinan Wilayah Aisyiyah Kalimantan Selatan, Yulia Qamariyanti, menyampaikan apresiasi atas kehadiran Lilis di tengah-tengah warga ‘Aisyiyah.
“Semoga motivasi beliau menjadi seorang pemimpin perempuan dan langkah ibu dengan peraturan-peraturan yang ibu buat berjalan dengan lancar,” ujarnya. (#)
Penyunting Mohammad Nurfatoni












