Feature

Al-Kahfi, Awarding, dan Pesan Nabi di Momen Pembiasaan Klasikal Spemdalas

62
×

Al-Kahfi, Awarding, dan Pesan Nabi di Momen Pembiasaan Klasikal Spemdalas

Sebarkan artikel ini
Pembiasaan di Spemdalas
Siswa Spemdalas mengikuti Pembiasaan Klasikal di Masjid Taqwa SMP Muhammadiyah 12 (Spemdalas) GKB Gresik, Jumat (17/10/2025) (Tagar.co/M Nor Qomari)

Menginspirasi dan memotivasi menjadi kekuatan dalam memberikan energi positif pada diri siswa. Pembiasaan pagi menjadi momen penting, bagaimana sekolah menyampaikan pesan religius guna membangun diri

Tagar.co –  Momen Pembiasaan Klasikal di Masjid Taqwa SMP Muhammadiyah 12 (Spemdalas) GKB Gresik, Jumat (17/10/2025) pagi terasa istimewa dan sarat inspirasi.

Kegiatan yang biasanya diisi dengan doa pagi, salat dhuha, pembacaan surat Al-Kahfi, review password, serta pembelajaran akhlak dan refleksi keislaman ini ditutup dengan pemberian penghargaan kepada siswa-siswi yang telah berperan aktif dalam menyukseskan pembiasaan ibadah selama periode Agustus hingga September 2025.

Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi kepada para siswa yang tidak hanya menjalankan ibadah dengan disiplin, tetapi juga menjadi role model dan penggerak bagi teman-temannya dalam menjaga suasana religius di lingkungan sekolah.

Pemberian penghargaan dipandu langsung oleh Haifa Marta, S.Pd., dan Sumiah, S.Pd., yang turut memberikan semangat serta doa bagi para penerima apresiasi.

Adapun rincian penghargaan yang diberikan adalah sebagai berikut: Kultum Terbaik Kelas 7 diraih oleh Valerino (7C) dan Annisa Zahira (7D), sedangkan Kultum Terbaik Kelas 8 diberikan kepada Archello Rakha (8F) dan Zelda Raihana (8A). Untuk kategori Kultum Terbaik Shalat Dzuhur dan Ashar Kelas 9, penghargaan diraih oleh Cheryl Azzela S (9F) dan Argya Nawal S (9F).

Argya mengaku tidak menyangka menerima penghargaan tersebut. “Ya, semoga ke depan bisa terus belajar dari orang lain yang berani tampil atau public speaking di depan umum, supaya saya bisa lebih baik lagi,” ungkapnya dengan senyum penuh syukur.

Baca Juga:  Sembuh melalui Iman: Terapi Islam Menjaga Kesehatan Mental

Sementara itu, penghargaan diberikan kepada siswa putra yang dengan penuh tanggung jawab membantu kelancaran kegiatan ibadah.

Mereka adalah Aydin Azka Alfarizki (8E), Zaidun Rizki Fadhillah (8C), M. Fahmi Aubrey (8ICP), Multazam Rafa Firdausi (8A), Syihabuddin (8ICP), Raihan Muhammad Adhika (9A), Falih Aryasatya (9E), Melvin (8A), serta Faisal sebagai PIC menyalakan dan mematikan Air Conditioner.

Reward juga diberikan kepada imam salat Dzuhur dan Ashar di Hall, yakni Ardi Rais R (9I), M. Falih A (9E), Khallafin Sabiqul H (9I), dan M. Fikri Rahmansyah (9F). Adapun pemandu murajaah di Hall diisi oleh Zaki Ahsan (9F), M. Fahreza (9E), M. Dzaky Putra (9I), dan Dimas Faiz R (9A).

Selain itu, sekolah juga memberikan penghargaan khusus kepada Raihan Muhammad Adhika dan Falih Aryasatya atas sikap proaktif dan kesigapan mereka dalam membantu mengatur shaf serta mengondisikan siswa saat pelaksanaan salat Jumat di Masjid Taqwa Spemdalas.

Koordinator Pembiasaan Putri Kelas VII-VIII Haifa Marta, S.Pd. menyampaikan harapannya agar siswa yang telah menerima penghargaan dapat terus istiqamah dalam menjaga semangat ibadah.

“Semoga mereka bisa menjadi teladan yang baik bagi teman-temannya, menularkan semangat beribadah, dan menjaga atmosfer religius yang telah terbangun di Spemdalas,” ujarnya penuh bangga.

Sementara itu, Waka Ismuba Ain Nurwindasari, S.Th.I., M.IRKH., menambahkan pesan penuh makna. Dia berharap para siswa mampu menjadikan salat sebagai kebutuhan, bukan sekadar kewajiban.

“Menjadikan salat sebagai kebutuhan dimulai dari pembiasaan yang konsisten dan terukur. Adapun kegiatan kultum, kami harapkan dapat melatih kemampuan komunikasi dan public speaking siswa sebagai bekal dakwah. Karena siswa Spemdalas bukan hanya pelajar, tetapi juga kader dakwah yang akan meneruskan estafet gerakan dakwah Muhammadiyah,” tuturnya.

Baca Juga:  Baitul Arqam Spemdalas Tekankan Ibadah yang Lurus dan Berkualitas

Melalui kegiatan ini, Spemdalas kembali meneguhkan komitmennya dalam membentuk generasi juara yang beriman, berakhlak, dan berdedikasi. Penghargaan ini bukan sekadar simbol apresiasi, melainkan pengingat bahwa menjadi teladan bisa dimulai dari masjid sebagai tempat di mana kebaikan tumbuh, keimanan menguat, dan semangat ibadah menyala.

Awarding Pembiasaan
Awarding program pembiasaan Spemdalas di Masjid Taqwa SMP Muhammadiyah 12 (Spemdalas) GKB Gresik, Jumat (17/10/2025) (Tagar.co/M Nor Qomari)

Renungi Pesan Nabi

Dalam kegiatan Pembiasaan Klasikal dengan tema pembelajaran akhlak yang bersumber dari hadist Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Dalam kegiatan tersebut, Koordinator Bidang Pembinaan Karakter Kelas VII-VIII Putra Haris Firmansyah, S.Pd. menyampaikan hadist mulia yang diriwayatkan oleh Abdullah bin ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma. Rasulullah bersabda:

“Wahai anak muda! Sesungguhnya aku akan mengajarkan beberapa kalimat kepadamu. Jagalah Allah, niscaya Allah akan menjagamu. Jagalah Allah, niscaya engkau akan mendapati-Nya di hadapanmu. Jika engkau mau meminta, mintalah kepada Allah. Jika engkau mau meminta pertolongan, mintalah kepada Allah…”

Pesan luhur ini mengajarkan pentingnya menjaga hubungan dengan Allah (hablun minallah) dan bersandar sepenuhnya kepada-Nya dalam setiap urusan kehidupan.

Haris menekankan bahwa hadist ini sangat relevan bagi para siswa remaja Spemdalas, agar mereka tumbuh menjadi generasi yang beriman, berakhlak, dan percaya diri menghadapi tantangan hidup dengan bertawakal serta memohon pertolongan hanya kepada Allah.

Kegiatan yang berlangsung dengan penuh ketenangan ini juga diisi dengan sesi refleksi singkat. Para siswa diajak untuk merenungkan bagaimana cara “menjaga Allah” dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari menjaga salat tepat waktu, bersikap jujur, hingga menghormati orang tua dan guru.

Baca Juga:  Poster dan Sembako, Bahasa Kebaikan Siswa SD Mugres Jelang Ramadan

“Hadist ini sederhana, tapi maknanya sangat dalam. Hadist ini akan menjadi password masuk sekolah mulai pekan depan,” ujar Ustadz Haris yang disambut antusias para siswa.

Dia menambahkan, “Kami ingin anak-anak memahami bahwa kekuatan sejati datang dari ketauhidan dan kedekatan dengan Allah.” Dalam kesempatan itu pula, Ustadz Haris mengingatkan makna surat Al-Fatihah ayat ke-5: ‘Iyyaka na’budu wa iyyaka nasta’in’ — hanya kepada-Mu kami menyembah dan hanya kepada-Mu kami memohon pertolongan.

Sebagai bentuk penguatan, Haris mengajak beberapa siswa untuk mengulang bacaan hadist tersebut. Salah satunya adalah Rayhan Muhammad Adhika, siswa kelas 9 Alexandria, yang dengan lancar melafalkan hadist penuh makna itu.

Rayhan juga berbagi pengalaman pribadinya yang menggugah. “Saat terjadi gempa di perairan Bawean pada 22 Maret 2024, orang tua saya sedang bertugas di RSUD Umar Mas’ud Bawean. Kami di rumah segera melaksanakan salat dan berdoa agar papa terhindar dari bahaya,” ujarnya. “Alhamdulillah, Allah menyelamatkan papa dari bencana itu.”

Melalui kisah nyata dan pembiasaan seperti ini, siswa Spemdalas tidak hanya diajak memahami teks hadist, tetapi juga menanamkan nilai tawakal dan kedekatan spiritual dengan Allah dalam kehidupan nyata.

Pembiasaan klasikal ini menjadi bukti nyata bahwa pendidikan di Spemdalas tidak hanya menumbuhkan kecerdasan intelektual, tetapi juga menanamkan kekuatan iman dan akhlak mulia sebagai fondasi kehidupan. (#)

Jurnalis M Nor Qomari. Penyunting Ichwan Arif.