Telaah

Tiga Permohonan Hidup yang Sempurna

36
×

Tiga Permohonan Hidup yang Sempurna

Sebarkan artikel ini
Ustaz Soedjono

Masak jangan bayem nang dino riyoyo
tuku buah kweni nang Ujung Kamal
Ayem lan tentrem urip nang alam dunyo
lek iso nduweni iman ilmu lan amal

Oleh Ustaz Soedjono, M.Pd; Dai Segudang Parikan

Tagar.co – Dalam kehidupan ini, setiap manusia pasti menginginkan ketenangan. Hidup yang ayem lan tentrem—tenteram lahir batin, damai dalam langkah, ringan dalam menjalani takdir.

Namun ketenteraman sejati tidak lahir dari banyaknya harta, luasnya kekuasaan, atau tingginya jabatan, melainkan dari tiga bekal yang Allah ajarkan: iman, ilmu, dan amal.

Ketiganya ibarat mata air kehidupan. Iman menjadi fondasi yang meneguhkan hati. Ilmu menjadi cahaya yang menerangi jalan. Amal menjadi bukti nyata dari keduanya.

Baca juga: Menjadikan setiap Detik Kehidupan sebagai Ibadah

Tanpa iman, ilmu bisa menyesatkan. Tanpa ilmu, amal bisa salah arah. Tanpa amal, iman dan ilmu hanya menjadi teori yang kering.

Doa Rasulullah: Tiga Permohonan Hidup yang Sempurna

Nabi Muhammad Saw. mengajarkan sebuah doa yang mencakup tiga pilar utama kehidupan manusia. Dalam hadis riwayat Ibnu Majah, beliau berdoa:

Baca Juga:  Pesan Langit, Bahasa Rakyat: Dakwah Parikan yang Dipuji Cak Kartolo

اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا، وَرِزْقًا طَيِّبًا، وَعَمَلًا مُتَقَبَّلًا

“Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat, rezeki yang baik, dan amal yang diterima.”

Inilah doa yang mencerminkan harapan setiap hamba. Ilmu yang bermanfaat bukan hanya menambah pengetahuan, tetapi juga mendekatkan diri kepada Allah.

Rezeki yang baik bukan hanya banyak jumlahnya, tetapi halal sumbernya dan membawa keberkahan.

Amal yang diterima bukan hanya tentang besarnya perbuatan, tetapi tentang keikhlasan dan kesesuaian dengan syariat.

Menghias Hidup dengan Doa dan Tindakan

Kita semua tentu ingin hidup yang penuh keberkahan—sehat jasmani dan rohani, cukup rezeki, damai dalam keluarga, dan istiqamah dalam ibadah. Namun semua itu hanya bisa diraih bila doa disertai tindakan, bila keyakinan diwujudkan dalam kerja nyata.

Karena itu, doa yang kita panjatkan bukan sekadar rangkaian kata, tapi tekad untuk memperindah hidup dengan amal saleh. Seperti ungkapan:

“Ya Allah ya Rabb… Hiasilah hidup kami di dunia ini dengan iman, ilmu, dan amal serta rizki yang melimpah penuh keberkahan dan kesehatan yang prima agar kami bisa menunaikan perintah-Mu dengan lebih baik lagi. Amin.”

Penutup

Salah satu cara paling indah untuk menjaga keseimbangan iman, ilmu, dan amal adalah dengan bertemu Allah di sepertiga malam terakhir. Saat dunia terlelap, Allah membuka pintu ampunan dan rahmat-Nya selebar-lebarnya.

Baca Juga:  Pesan Langit, Bahasa Rakyat: Dakwah Parikan yang Dipuji Cak Kartolo

Maka, monggo nderekaken — mari bersama menegakkan salat tahajud dan menyiapkan diri untuk sahur puasa Kamis, sebagaimana sunah Rasulullah. Karena dari malam yang hening itu, lahir kekuatan jiwa yang meneguhkan langkah di siang hari.

Semoga Allah menjadikan kita hamba-hamba yang hidupnya ayem lan tentrem di dunia, dan mendapatkan kedamaian abadi di akhirat — berkat iman, ilmu, dan amal yang diterima di sisi-Nya. (#)

Penyunting Mohammad Nurfatoni