Feature

Dari Tilawah hingga Isyarat: MTQ Ke-5 PDM Gresik Rayakan Inklusivitas dan Prestasi tanpa Batas

44
×

Dari Tilawah hingga Isyarat: MTQ Ke-5 PDM Gresik Rayakan Inklusivitas dan Prestasi tanpa Batas

Sebarkan artikel ini
Hasan Abidin, M.Pd.I., saat menyampaikan laporan ketua panitia pada acara pembukaan MTQ Ke-5 PDM Kabupaten Gresik di halaman Perguruan Muhammadiyah Cerme, Gresik, Jawa Timur, Sabtu, 11 Oktober 2025 (Tagar.co/Nadhirotul Mawaddah).

MTQ Ke-5 PDM Gresik bukan sekadar ajang lomba, tetapi perayaan keilmuan dan kemanusiaan. Untuk pertama kalinya, peserta disabilitas tampil sejajar dalam panggung prestasi Al-Qur’an.

Tagar.co – Suasana halaman Perguruan Muhammadiyah Cerme, Gresik, Sabtu (11/10/2025), malam itu terasa berbeda. Di bawah cahaya lampu panggung yang lembut, lantunan ayat-ayat suci dan derap langkah peserta berpadu menjadi harmoni yang menyentuh hati.

Di sinilah Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Ke-5 Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Gresik resmi dibuka—sebuah ajang prestasi yang menorehkan sejarah baru, terutama karena untuk pertama kalinya menghadirkan kategori lomba khusus bagi penyandang disabilitas.

Semangat Baru dari Setiap Cabang

Sejak siang, rombongan peserta dari enam belas cabang Muhammadiyah se-Kabupaten Gresik berdatangan membawa bendera dan semangat kebersamaan. Sebanyak 238 peserta siap berkompetisi dalam 26 kategori lomba, mulai dari tilawah, hifz, hingga musabaqah makalah ilmiah.

Mereka datang bukan sekadar untuk berlomba, tetapi juga untuk menghidupkan kembali tradisi keilmuan Al-Qur’an di lingkungan perserikatan.

Baca juga: Saat Anggota Purna Paskibraka Mengawal Langkah para Kafilah MTQ

Baca Juga:  Ekoteologi Muhammadiyah: Haedar Nashir Ingatkan Bahaya Dua Kutub Ekstrem

Ketua Panitia MTQ Ke-5, Hasan Abidin, M.Pd.I., dalam laporannya menyampaikan bahwa perhelatan kali ini jauh lebih inklusif dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

“MTQ saat ini berbeda dari sebelumnya. Dulu berbasis MBS, jadi tidak semua cabang bisa ikut. Sekarang ada 7 sampai 9 cabang lomba dengan 26 kategori. Total peserta mencapai 238 orang dari 16 PCM se-Kabupaten Gresik,” ujarnya.

Hasan menyebut, peningkatan jumlah peserta ini menandai tumbuhnya tradisi keilmuan yang kokoh di setiap cabang. “MTQ ini bukan sekadar perlombaan, tapi wujud nyata untuk menumbuhkan kecintaan terhadap Al-Qur’an di setiap cabang Muhammadiyah,” tambahnya.

Suasana khidmat pada acara pembukaan MTQ ke-5 PDM Kabupaten Gresik di halaman Perguruan Muhammadiyah Cerme, Gresik, Jawa Timur, Sabtu, 11 Oktober 2025 (Tagar.co/Nadhirotul Mawaddah).

Inklusivitas: Dari Tilawah Hingga Isyarat

Tepuk tangan riuh menggema ketika Hasan menyebut salah satu terobosan penting dalam MTQ kali ini—hadirnya cabang lomba khusus bagi penyandang disabilitas. “Yang tidak kalah luar biasa adalah lomba untuk saudara-saudara kita yang disabilitas,” ujarnya disambut sorak haru para hadirin.

Ada dua kategori yang disiapkan: tahfiz tunanetra dan tilawah isyarat untuk peserta tuna wicara. Inisiatif ini menjadikan PDM Gresik sebagai pelopor penyelenggaraan MTQ yang ramah disabilitas di lingkungan Muhammadiyah, bahkan di tingkat nasional. “Muhammadiyah serius dalam hal ini. Ada perhatian khusus, dan ini menjadi salah satu cabang lomba di MTQ ke-5,” tegas Hasan.

Baca Juga:  Gagal Menikah Dua Kali
Para khalifah perwakilan masing-masing cabang pada acara pembukaan MTQ Ke-5 PDM Kabupaten Gresik di halaman Perguruan Muhammadiyah Cerme, Gresik, Jawa Timur, Sabtu, 11 Oktober 2025 (Tagar.co/Nadhirotul Mawaddah).

Panggung Kolaborasi dan Keadilan Akses

Gelaran MTQ ini juga menjadi bukti kuat kolaborasi lintas lembaga. Hasan menjelaskan, kegiatan tersebut terselenggara berkat kerja sama antara PDM Gresik, Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG), Kementerian Agama Kabupaten Gresik dan Pusat, serta Pemerintah Daerah.
“Agar MTQ kali ini bisa menjadi musabaqah yang diakui dan benar-benar luar biasa,” tutupnya penuh harap.

Selepas sambutan, malam pembukaan kian semarak dengan penampilan dua tim drumben dan tari saman oleh 70 siswi SMA Muhammadiyah 8 (Smamdela) Cerme. Dentuman alat musik berpadu dengan gerak ritmis para penari, menghadirkan simbol keharmonisan antara seni, iman, dan semangat dakwah.

MTQ Ke-5 PDM Gresik pun tak hanya menjadi ajang lomba membaca dan menghafal Al-Qur’an, melainkan juga ruang suci bagi semua insan—termasuk mereka yang selama ini kerap luput dari perhatian—untuk bersuara, berkarya, dan berprestasi. Sebab, di hadapan Al-Qur’an, tidak ada batas bagi siapa pun untuk menjadi terbaik.

Jurnalis Nadhirotul Mawaddah Penyunting Muhammad Nurfatoni