Feature

BPBD Sumenep Turun ke Pulau Sapudi, Asesmen Dampak Gempa M 6,5

26
×

BPBD Sumenep Turun ke Pulau Sapudi, Asesmen Dampak Gempa M 6,5

Sebarkan artikel ini
BPBD Sumenep turun ke Pulau Sapudi, lakukan asesmen dampak gempa magnitudo 6,5. Daerah terdampak gempa terutama di Kecamatan Gayam dan Kecamatan Nonggunong
BPBD Sumenep turun ke Pulau Sapudi untuk melakukan asesmen dampak gempa magnitudo 6,5 (Foto sumenepkab.go.id)

BPBD Sumenep turun ke Pulau Sapudi, lakukan asesmen dampak gempa magnitudo 6,5. Daerah terdampak gempa terutama di Kecamatan Gayam dan Kecamatan Nonggunong

Tagar.co – Pulau Sapudi yang masuk wilayah Kabupaten Sumenep Jawa Timur merupakan daerah yang terdampak guncangan gempa M 6,5 yang terjadi pada Selasa (30/9/2025). Terutama di Kecamatan Gayam dan Kecamatan Nonggunong.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sumenep bersama instansi terkait, bergerak turun langsung ke Pulau Sapudi. Mereka melakukan asesmen pascagempa yang mengguncang Pulau Sapudi.

Mengutip sumenepkab.go.id, Kamis (02/10/2025), Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo menyampaikan, pemerintah daerah bergerak cepat agar masyarakat terdampak mendapat penanganan maksimal. Terutama melakukan asesmen, karena datanya penting agar pemberian bantuan tepat sasaran dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

“Pendataan awal sangat penting agar bisa mengetahui kebutuhan masyarakat secara nyata. Dan bantuan yang disalurkan tepat sasaran,” ujar Bupati.

Data Terdampak di Gayam dan Nonggunong

Tim gabungan mendata kerusakan rumah warga, fasilitas umum, hingga sarana pendidikan dan ibadah yang terdampak gempa. Selain itu, tim mendata korban terdampak. Baik korban yang mengalami luka-luka maupun yang harus mengungsi karena rumahnya tidak layak huni.

Baca Juga:  71 Lokasi Salat Idulfitri 20 Maret 2026 Muhammadiyah Jember 

“Kami tidak ingin ada masyarakat yang terabaikan, sehingga seluruh tim bekerja maksimal untuk memastikan hasil asesmen menjadi dasar bagi langkah pemulihan jangka menengah dan panjang,” jelasnya.

Dia menjelaskan, berdasarkan data sementara, di Kecamatan Gayam rumah warga yang rusak ringan hingga berat sebanyak 121 rumah, 6 masjid, 1 musala, 8 sekolah dan Puskesmas. Sedangkan di Kecamatan Nonggunong kerusakannya 17 rumah, 2 masjid, 1 musala dan 3 sekolah.

“Korban luka di dua kecamatan itu sebanyak 6 orang dan mendapatkan perawatan di Puskemas Gayam. Kami menyampaikan apresiasi atas sinergi semua pihak yang terlibat dalam penanganan awal bencana ini,” ungkapnya.

Sementara itu Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sumenep, Ach. Laili Maulidy menyampaikan, pihaknya melakukan asesmen untuk menghimpun data akurat kerusakan dan jumlah korban benar-benar terverifikasi dengan baik.

Setelah asesmen selesai, selanjutnya ada tindak lanjut. Yakni program memperbaiki rumah warga yang terdampak. “Dinas PUTR melakukan perbaikan rumah warga yang rusak bersama dengan Polres dan Kodim Sumenep. Ini agar prosesnya bisa berlangsung cepat dan tepat sasaran,” ujarnya.

Baca Juga:  Jejak Pengabdian Muhammad Mirdasy: Antara Dakwah, Akademik, dan Politik

Dia menegaskan, BPBD bersama tim instansi terkait seperti Polri, TNI dan PMI berusaha mempercepat penanganan pascagempa. Hal itu dilakukan agar masyarakat yang terdampak bisa segera kembali beraktivitas seperti biasa.

“Kami sesuai dengan instruksi pimpinan untuk bekerja cepat dan tanggap. Harapannya dalam waktu singkat segera bisa melakukan perbaikan rumah warga yang mengalami kerusakan akibat gempa,” ungkapnya. (#)

Jurnalis Sugiran