Telaah

Senyum, Makeup Terbaik yang Tak Pernah Luntur

40
×

Senyum, Makeup Terbaik yang Tak Pernah Luntur

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi AI/Mohammad Nurfatoni

Di tengah tren makeup dan perawatan kulit yang menguras dompet, ada satu riasan gratis yang nilainya tak ternilai: senyum. Ia sederhana, tapi mampu mengubah suasana hati, menebar kedamaian, bahkan bernilai ibadah.

Oleh Muhammad Hidayatulloh Kepala Pesantren Kader Ulama Pondok Pesantren Islamic Center (PPIC) Elkisi Mojosari, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur; Penulis buku Geprek! Anti Galau Rahasisa Resep Hidup Enjoy

Tagar.co – Di dunia modern, orang rela merogoh kocek dalam-dalam demi tampil cantik atau tampan: membeli makeup, perawatan kulit, sampai filter kamera. Tapi ada satu riasan alami yang nilainya jauh lebih tinggi, tak pernah luntur, dan tidak memerlukan biaya: senyum.

Senyum itu sederhana, tapi dampaknya luar biasa. Ia bukan sekadar gerakan bibir, melainkan cahaya hati yang memancar ke wajah.

Senyum Itu Gratis, Tapi Bernilai Ibadah

Tidak ada makeup yang lebih murah sekaligus lebih indah daripada senyum. Senyum tidak menguras dompet, tidak bikin saldo berkurang, tapi bisa melunakkan hati yang keras dan menyembuhkan jiwa yang rapuh.

Baca Juga:  Mengapa Puasa Disebut Milik Allah?

Baca juga: Datang tanpa Harta, Pulang tanpa Kuasa: Hakikat Perjalanan Manusia

Kalau ada teman yang wajahnya sedang kaku, kita bisa dengan ringan berkata:

“Bro, boleh minta sedekahnya? Kasih aku senyuman dong.”

Kalimat sederhana itu seakan mengingatkan bahwa senyum bukan hanya ekspresi wajah, tapi juga sedekah.

Senyum Sedekah

Rasulullah Saw. bersabda:

تَبَسُّمُكَ فِي وَجْهِ أَخِيكَ لَكَ صَدَقَةٌ

“Senyummu kepada saudaramu adalah sedekah.” (H.R. Tirmizi)

Bayangkan, sekecil itu pun bisa bernilai ibadah. Islam menjadikan senyum sebagai amalan ringan, tapi pahalanya mengalir seperti sedekah harta.

Cemberut yang Menggelapkan Wajah

Kalau senyum adalah cahaya, maka cemberut adalah mendung yang menutupinya. Senyum bikin wajah berseri, cemberut bikin wajah buram. Senyum mengundang orang datang, cemberut bikin orang menjauh.

Coba kita renungkan:

  • Siapa yang betah berlama-lama dengan orang yang wajahnya masam?

  • Siapa yang suka ngobrol dengan wajah kecut seperti jeruk?

Hampir tidak ada. Karena wajah cemberut itu menularkan suasana negatif.

Maka, ketika kita menemui orang yang wajahnya sedang masam, inilah saatnya untuk berkata lembut:

Baca Juga:  Jangan Dekati Batas Allah: Epistemologi Takwa dalam Penutup Ayat Puasa

“Boleh minta sedekahnya? Senyumin aku, jangan cemberut terus.”

Kalimat kecil itu bisa jadi pengingat halus, bahwa wajah yang berseri bukan hanya bikin orang lain nyaman, tapi juga membawa pahala bagi diri kita.

Senyum Rasulullah Saw. yang Menenteramkan

Para sahabat menggambarkan Rasulullah Saw. sebagai sosok yang paling banyak tersenyum. Dalam riwayat disebutkan, tak ada sahabat yang melihat beliau kecuali mendapatkan senyumnya. Bahkan saat keadaan sulit, wajah beliau tetap menyinarkan ketenangan.

Suatu ketika, seorang sahabat datang dengan wajah gusar karena kesulitan hidup. Rasulullah Saw. hanya menatapnya dengan senyum tulus. Tanpa banyak kata, hati sahabat itu langsung tenang. Itulah kekuatan senyum: ia bisa menghapus resah, menyalakan harapan, dan menguatkan jiwa yang hampir runtuh.

Senyum: Bahasa Universal dan Simbol Syukur

Yang luar biasa, senyum itu bahasa universal. Tidak perlu penerjemah, semua orang dari bangsa dan bahasa mana pun akan mengerti maknanya. Ia simbol kedamaian, keramahan, dan persaudaraan.

Bagi seorang mukmin, senyum adalah wujud syukur. Meski hati sedang berat, senyum menjadi tanda bahwa kita masih punya ruang lapang untuk berbagi cahaya kepada orang lain.

Baca Juga:  Dari Peristiwa Langit Menuju Evaluasi Salat di Bumi

Jadi Dermawan dengan Senyum

Senyum adalah makeup terbaik yang tidak pernah luntur oleh air mata, tidak pudar oleh usia, dan tidak habis meski diberikan setiap hari. Senyum adalah sedekah yang bisa dilakukan siapa saja, di mana saja, dan kapan saja.

Kalau suatu hari kita bertemu orang yang wajahnya muram, jangan sungkan untuk mengingatkannya dengan lembut:

“Bro, boleh minta sedekahnya? Senyumin aku dong.”

Karena bisa jadi, senyum kecil hari itu bukan hanya mencerahkan wajah, tapi juga menyelamatkan hati yang hampir runtuh. (#)

Penyunting Mohammad Nurfatoni