Feature

PDA Gresik Dorong Lahirnya Cabang Khusus Disabilitas di MTQ LP2 PDM Gresik

26
×

PDA Gresik Dorong Lahirnya Cabang Khusus Disabilitas di MTQ LP2 PDM Gresik

Sebarkan artikel ini
Kisah inspiratif di balik Kelas Ngaji Isyarat Al-Qur'an PDA Gresik, memberdayakan kaum disabilitas rungu dan netra untuk membaca Al-Qur'an. Ada pula ajakan kepada semua PCM dan PCA, termasuk penyelenggara MTQ, untuk mendukung cabang khusus disabilitas. 
Anak istimewa mengaji sebagai pembuka Kelas Ngaji Isyarat Al-Qur’an pertemuan kelima. (Tagar.co/Sayyidah Nuriyah)

Kisah inspiratif di balik Kelas Ngaji Isyarat Al-Qur’an PDA Gresik, memberdayakan kaum disabilitas rungu dan netra untuk membaca Al-Qur’an. Ada pula ajakan kepada semua PCM dan PCA, termasuk penyelenggara MTQ, untuk mendukung cabang khusus disabilitas, terutama rungu wicara.

Tagar.co – Aula lantai 2 Unit Layanan Disabilitas (ULD) Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) Kabupaten Gresik ramai, Ahad pagi, 24 Agustus 2025. Sebanyak 45 orang dewasa dan 5 anak-anak berkumpul pada pertemuan kelima Kelas Ngaji Isyarat Al-Qur’an.

Pemandangan ini istimewa bagi para Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) dan Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA) di Kabupaten Gresik yang hadir. Untuk pertama kalinya, mereka menyaksikan anak-anak luar biasa, tuna netra dan tuli, membaca Al-Qur’an bersama dengan khidmat.

Ketua PDA Gresik, Innik Hikmatin, S.Pd., M.Pd.I., saat sambutan mengungkapkan rasa bangganya. Ia memperkenalkan satu per satu peserta yang hadir, baik teman dengar maupun teman tuli, beserta orang tua mereka yang setia mendampingi.

“Alhamdulillah, lancar. Mereka saya kader untuk melanjutkan misi mengajari Al-Qur’an Isyarat,” ujarnya.

Tak hanya itu, Innik mengenalkan beberapa peserta istimewa yang memiliki hafalan Al-Qur’an luar biasa. Ada Afreda Kharisma Azzahra yang telah hafal 30 juz, Wanda Nur Nabilah dan Windi Nur Fadilah dengan 15 juz, dan Rifdatun Nabilah Banafsaj yang hafal 3 juz. Kehadiran mereka menjadi bukti nyata, keterbatasan tidak bisa menghalangi semangat untuk mendekat kepada Sang Pencipta melalui Al-Qur’an.

Baca Juga:  Di Aula Bersejarah, Ketua Umum PPNA Menitipkan Masa Depan ke Kader Nasyiah Gresik

Selain itu, Innik menerangkan, Kelas Ngaji Isyarat Al-Qur’an ini merupakan embrio dari Komunitas Al-Qur’an Isyarat PDA Gresik yang berdiri sejak Ramadan 2025 lalu. “Alhamdulillah, anggotanya semakin banyak,” tutur Innik.

Ia menyadari betul perjalanan merintis ULD PDA Gresik ini penuh tantangan, tetapi ia menghadapinya dengan penuh kesabaran. “Semua tidak bim salabim. Adanya ini sejak saya di PAUD Dasmen Aisyiyah mendeklarasikan PAUD inklusif. Karena salah satu tugasnya ya merawat PAUD inklusif di Kabupaten Gresik.”

Kisah inspiratif di balik Kelas Ngaji Isyarat Al-Qur'an PDA Gresik, memberdayakan kaum disabilitas rungu dan netra untuk membaca Al-Qur'an. Ada pula ajakan kepada semua PCM dan PCA, termasuk penyelenggara MTQ, untuk mendukung cabang khusus disabilitas. 
Ketua PDA Gresik Innik Hikmatin, S.Pd., M.Pd.I menjelaskan di Kelas Ngaji Isyarat Al-Qur’an pertemuan kelima. (Tagar.co/Sayyidah Nuriyah)

Menggagas MTQ yang Inklusif

Semangat ini juga menginspirasi penyelenggaraan MTQ LP2 PDM Gresik. Kini, kompetisi itu memiliki cabang baru yang mengakomodasi kaum disabilitas. Besar harapan Innik ada Tartil/Murattal Al-Qur’an Braille untuk disabilitas netra dan Tartil Al-Qur’an Isyarat untuk disabilitas rungu wicara. Cabang hafalan 1 juz juga tersedia untuk golongan disabilitas netra.

Pada momen tersebut, Innik memperkenalkan perwakilan istimewa dari masing-masing kecamatan. Mereka siap berjuang dalam ajang MTQ LP2 PDM Gresik. Cabang-cabang Aisyiyah seperti Sidayu, Dukun, Cerme, Panceng, Gresik, Kebomas, Kedamean, Manyar, Menganti, dan Balongpanggang ikut terlibat aktif dalam mendukung kelancaran persiapan anak-anak istimewa ini.

Baca Juga:  Bimbingan Perkawinan PDA Gresik Bekali Peserta Wujudkan Keluarga Sakinah

Untuk hadir pada pertemuan pagi hingga siang itu, bantuan transportasi untuk peserta wilayah utara dan selatan bahkan datang dari Lazismu. Dengan menggandeng beragam pihak untuk bersinergi, Innik optimis MTQ cabang khusus bisa terwujud.

Di tengah sambutannya, Innik memantik momen haru. Ia mempersilakan Ketua LP2 PDM Gresik Raden Jamal, S.Fil.I., M.Fil.I menguji salah satu anak istimewa. Raden, sapaan akrabnya, menguji Risma yang hafal 30 juz.

Ia meminta Risma melanjutkan bacaan Surah Al-Qalam (juz 29). Risma berhasil. Kemudian, ia kembali menguji dengan Surah Asy-Syura ayat 27-28 (juz 25). Risma kembali berhasil melanjutkan bacaan.

“Mohon dukungan Bapak Ibu sekalian. Di sini bertemu semua. Ikut mendukung bersama,” pinta Innik.

Innik juga berharap, ke depan, akan ada pembinaan metode tilawah bagi disabilitas rungu wicara dan netra. “Tadi adik-adik membaca dengan metode kitabah ya, bukan tilawah,” jelasnya.

Kisah inspiratif di balik Kelas Ngaji Isyarat Al-Qur'an PDA Gresik, memberdayakan kaum disabilitas rungu dan netra untuk membaca Al-Qur'an. Ada pula ajakan kepada semua PCM dan PCA, termasuk penyelenggara MTQ, untuk mendukung cabang khusus disabilitas. Para peserta Kelas Ngaji Isyarat Al-Qur’an pertemuan kelima. (Tagar.co/Sayyidah Nuriyah)

Kolaborasi Semua Pihak

Innik menegaskan bahwa disabilitas bukan hanya tanggung jawab satu pihak. Ini menjadi tanggung jawab bersama. “Jika kebetulan ada adik tidak punya biaya, maka Kesos Aisyiyah bantu meringankan bebannya. Ini implementasi Gerakan Al-Ma’un,” tegasnya.

Baca Juga:  Keseruan Game Jump Suit dan Take Me Out di Outbound Siswa Spemdalas

Setiap majelis dalam Aisyiyah-Muhammadiyah memiliki peran penting. Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) membantu kelancaran sekolah dan memotivasi mereka yang belum sekolah.

Majelis Tabligh dan Ketarjihan bertanggung jawab mengadakan parenting, pendampingan ibadah disabilitas, seperti cara berwudu, salat, dan membaca Al-Qur’an. Adapun Majelis Kesehatan memastikan layanan kesehatan mereka terpenuhi.

Bahkan, Lembaga Budaya, Seni, dan Olahraga ikut serta dalam menggali dan mengembangkan bakat anak disabilitas. Sementara itu, Majelis Lingkungan Hidup dan Kebencanaan pun melibatkan disabilitas tanggap bencana dalam program lingkungan.

Semua keterlibatan majelis-lembaga ini, kata Innik, berlandaskan pada program PDA periode 2022-2027, AD/ART ‘Aisyiyah, undang-undang, Risalah Islam Berkemajuan, Risalah Perempuan Berkemajuan, serta Al-Qur’an dan Al-Hadis. Akhirnya Innik bersyukur, “Aisyiyah Gresik sangat berperan penting dalam memberdayakan para disabilitas agar dapat bermanfaat bagi lingkungan.” (#)

Jurnalis Sayyidah Nuriyah Penyunting Mohammad Nurfatoni