Feature

Sawi Hidroponik Warga Perumahan Ini Bisa Jadi Produk Unggulan

28
×

Sawi Hidroponik Warga Perumahan Ini Bisa Jadi Produk Unggulan

Sebarkan artikel ini
Sawi hidroponik yang dibuat warga Perumahan Larangan Mega Asri, Sidoarjo, semula hanyalah hobi bersama. Hasil panen setelah diolah bisa jadi andalan produk unggulan daerah.
Pelatihan pengolahan sawi menjadi nilai tambah kepada warga Perumahan Larangan Mega Asri oleh dosen UM Surabaya. (Tagar.co/Andre Ridho)

Sawi hidroponik yang dibuat warga Perumahan Larangan Mega Asri, Sidoarjo, semula hanyalah hobi bersama. Hasil panen setelah diolah bisa jadi andalan produk unggulan daerah.

Tagar.co – Universitas Muhammadiyah Surabaya (UM Surabaya) mendorong produk sawi hidroponik menjadi produk unggulan warga Perumahan Larangan Mega Asri, Sidoarjo.

Dorongan itu disampaikan sejumlah dosen UM Surabaya setelah pelatihan kepada warga setempat dalam program Hibah Pengabdian kepada Masyarakat BIMA Kemdiktisaintek Tahun Anggaran 2025.

Tim pengabdi diketuai oleh Hadi Kusnanto, S.T., M.T., dengan anggota Nurul Fitria Marina, S.T., M.T. dan Meirna Dewita Sari, S.KM., M.Kes.

Program ini juga mendapat dukungan dari Andre Ridho Saputro, S.T., M.MT. serta Andhika Cahyono Putra, S.T., M.T.

Pelatihan mencakup dua materi utama. Nurul Fitria Marina menyampaikan materi hilirisasi produk sawi hidroponik pada Ahad, 10 Agustus 2025.

Dia menjelaskan pengolahan sawi menjadi produk turunan bernilai tambah, seperti nori sawi, keripik sawi, dan produk inovatif lainnya.

Sementara Meirna Dewita Sari membawakan materi mengenai digitalisasi produk pada Rabu, 20 Agustus 2025. Dia menyampaikan strategi pemasaran digital, pemanfaatan media sosial, dan penggunaan aplikasi pendukung untuk memperluas pasar.

Baca Juga:  Dua Jam di Kebun Selada, Siswa Smantis Ponorogo Pulang Bawa Mimpi Wirausaha

Ketua Tim Pengabdi, Hadi Kusnanto, menjelaskan, program ini diharapkan tidak hanya meningkatkan keterampilan warga dalam mengolah hasil panen sawi hidroponik, tetapi juga memperkuat daya saing produk melalui digitalisasi pemasaran.

”Dengan hilirisasi dan digitalisasi, produk sawi hidroponik dari Larangan Mega Asri bisa lebih dikenal luas, memiliki nilai jual tinggi, sekaligus membuka peluang pasar baru,” katanya.

Senada disampaikan Nurul Fitria. Dia menyatakan, hilirisasi produk olahan sawi menjadi nori sawi kering dapat memberikan nilai tambah bagi sawi hasil panen kelompok tani di Larangan Mega Asri.

Warga Larangan Mega Asri menyambut positif kegiatan ini. Selain memperoleh wawasan baru tentang inovasi produk, mereka juga merasa terbantu dalam memahami pentingnya pemasaran berbasis teknologi digital.

Ketua RT 33 RW 08, Jatmiko Widi Raharjo, mengatakan, pelatihan yang diselenggarakan Tim Pengabdi UM Surabaya menjawab permasalahan yang dihadapi oleh kelompok petani hidroponik di wilayahnya.

“Kami sangat berterima kasih atas ilmu dan atensi dari UM Surabaya untuk meningkatkan kualitas produk sawi di Perumahan Larangan Mega Asri. Semoga kerja sama yang terjalin dapat berlanjut pada proses pendampingan usaha, ” tambah Jatmiko.

Baca Juga:  FK Umsura Genap Satu Dekade, Perkuat Langkah Menuju Akreditasi Internasional

Hadi Kusnanto menambahkan, program ini menjadi salah satu langkah nyata UM Surabaya dalam mendukung kemandirian ekonomi berbasis potensi lokal.

”Ke depan, diharapkan warga Larangan Mega Asri mampu mandiri dalam mengembangkan produk unggulannya serta bersaing di pasar modern dengan pendekatan inovatif dan berkelanjutan,” ujarnya. (#)

Penyunting Sugeng Purwanto