Feature

Dua Cara Mengolah Sisa Makanan

39
×

Dua Cara Mengolah Sisa Makanan

Sebarkan artikel ini
Dua cara mengolah sampah menjadi acara penyuluhan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surabaya saat KKN di Dusun Gamoh.
Mahasiswa UM Surabaya dan warga Dusun Gamoh berfoto di balai dusun usai penyuluhan pemilahan sampah. (Tagar.co/Tazkiyah Amelia)

Dua cara mengolah sampah menjadi acara penyuluhan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surabaya saat KKN di Dusun Gamoh.

Tagar.co – Sebanyak 19 mahasiswa UM Surabaya menuju Dusun Gamoh Desa Dayurejo Kec. Prigen, Kabupaten Pasuruan.

Mereka melakukan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di dusun itu selama satu bulan. Mulai 21 Juli hingga 21 Agustus 2025.

Salah satu kegiatannya penyuluhan pengelolaan sampah di Balai Dusun Gamoh Desa Dayurejo Kec. Prigen, Kab. Pasuruan pada 27 Juli 2025.

Kegiatan ini dihadiri 30 orang. Terdiri perangkat desa, tokoh masyarakat, serta warga Dusun Gamoh yang antusias mengikuti penyuluhan ini.

Dalam penyuluhan ini, mahasiswa KKN Kelompok 19 bekerja sama dengan Yayasan Lohjinawi. Tujuan penyuluhan menekankan pentingnya kesadaran masyarakat dalam memilah dan mengolah sampah rumah tangga.

Tema acara Kelola Sampah, Jaga Lingkungan, Sehatkan Hidup. Mahasiswa mengajak masyarakat lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan dan kesehatan bersama.

Penyuluhan disampaikan oleh Ikrima Said Aman, S.Psi dari Yayasan Lohjinawi. Dia menjelaskan teknik sederhana dalam memilah sampah organik dan anorganik. Sampah organik diolah menjadi pupuk kompos untuk kebutuhan sawah ladang sendiri atau dijual.

Baca Juga:  Mahasiswa KKN Adakan Psikoedukasi Anti Bullying

”Sampah anorganik seperti plastik bila diubah menjadi kerajinan yang bernilai guna. Sampah anorganik juga bisa menjadi uang. Botol, besi, kardus, kertas, dikumpulkan lalu dibeli Yayasan Lohjinawi,” katanya.

Ketua RT, Achmad Carip, mengapresiasi kegiatan ini. “Kami sangat berterima kasih kepada mahasiswa KKN Kelompok 19 yang sudah memberikan pengetahuan baru bagi warga. Semoga setelah penyuluhan ini, masyarakat disiplin dalam mengelola sampah,” ujarnya.

Kegiatan berlangsung dengan interaktif. Warga aktif bertanya dan berbagi pengalaman mengenai pengelolaan sampah sehari-hari.

Ketua RW Abdul Khamid bertanya cara pengolahan yang tepat untuk sisa makanan. Biasanya warga di sini dipakai makanan hewan. Tapi tidak semua sisa makanan bisa diberikan ke hewan.

Ikrima Said Aman menjelaskan, pengolahan sampah sisa makanan dapat dilakukan dengan dua cara. Pertama, dengan kompos bag. Alat alternatif pengurai sampah organik menjadi pupuk tanaman.

Cara kedua, pembuatan lubang biopori. Digunakan untuk menimbun sampah organik dengan cara membuat lubang di tanah sedalam 80-100cm. Bermanfaat pula sebagai resapan air dan penguraian langsung agar tanah di sekitar lubang menjadi subur.

Baca Juga:  LPCR-PM Jalin Sinergi dengan Umsura Majukan PCM dan PRM

Acara ditutup dengan sesi foto bersama dan pembagian leaflet panduan pengelolaan sampah.

Penanggung jawab program kerja penyuluhan sampah dari UM Surabaya, Anthonio Reynaldi Christian, berharap, lewat penyuluhan ini masyarakat Dusun Gamoh semakin sadar pentingnya menjaga kebersihan lingkungan sebagai langkah kecil menuju desa yang lebih sehat, bersih, dan berkelanjutan. (#)

Jurnalis Tazkiyah Amelia  Penyunting Sugeng Purwanto