
Berkah dari sedekah sampah plastik: kolaborasi apik antara PT Freeport Indonesia dan sekolah, mengubah limbah menjadi berkah yang bermanfaat bagi kegiatan siswa.
Tagar.co — Kolaborasi edukatif antara Pusat Transformasi Bersama (PTB) PT Freeport Indonesia dan MI Muhammadiyah 2 Karangrejo (Mimdaka) menghasilkan berkah. PTB melakukan penimbangan dan pengambilan sampah plastik terpilah yang terkumpul dari “sedekah sampah” oleh para murid dan guru, Senin (11/8/2025).
Sedekah sampah ini sejak Jumat, 18 Juli 2025. Mereka menyimpannya di bank sampah Mimdaka yang terletak di Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik, Jawa Timur. Kepala Mimdaka, Tineke Wulandari, S.T., menjelaskan, sampah yang terkumpul sudah pihaknya pilah menjadi tujuh jenis.
“Sampah tersebut sudah terpilah menjadi tujuh jenis sampah. Yaitu PET, HDPE, PVC, LDPE, PP, PS, dan other,” ujar Tineke.
Baca Juga: Guru dan Ikwam Mimdaka Kompak Ciptakan Lingkungan Sehat

Rincian Sampah Terpilah dan Total Berat
Proses pemilahan ini menghasilkan beragam jenis plastik dengan total berat 13,8 kg. Sampah jenis Polyethylene Terephthalate (PET), yang umum mereka temukan pada botol air mineral dan minyak, mencapai 5,7 kg.
Selanjutnya, High Density Polyethylene (HDPE). Ini seperti tutup botol dan botol sampo. Terkumpul sebanyak 1,3 kg. Kemudian, Polyvinyl Chloride (PVC), yang mereka temukan pada pipa dan kabel, memiliki berat 0,4 kg.
Sampah Low Density Polyethylene (LDPE), seperti kantong plastik dan bubble wrap, mencapai 1,7 kg. Sementara itu, Polypropylene (PP) yang berupa sedotan dan gelas plastik, memiliki berat 2 kg.
Sampah Polystyrene (PS), yang biasa mereka gunakan untuk kemasan buah, terkumpul sebanyak 0,9 kg. Terakhir, jenis Other, yaitu plastik yang tidak termasuk dalam enam kategori di atas, mencapai 1,8 kg.
Baca Juga: Kala Makan: Inovasi Hijau Kantin Mimdaka

Sampah Berbuah Manfaat
Tineke menjelaskan, sampah yang terkumpul ini tidak hanya berakhir sebagai limbah. PTB PT Freeport Indonesia mengangkut dan membelinya sesuai dengan berat yang telah mereka timbang.
“Sampah ini diangkut oleh pihak PTB dan dibeli sesuai beratnya. Jadi, dari sedekah sampah menjadi berkah yang nantinya hasil dari penjualan sampah dapat termanfaatkan untuk kegiatan lainnya,” pungkas Tineke.
Kolaborasi ini menunjukkan bahwa pengelolaan sampah yang baik dapat memberikan manfaat finansial dan sosial, mengubah limbah menjadi sesuatu yang bernilai. (#)
Jurnalis Yana Firna Aisiyah Penyunting Sayyidah Nuriyah












