Feature

Jalin Kolaborasi untuk Jabar Istimewa, Sekda Lepas 1.204 Mahasiswa KKN UM Bandung

29
×

Jalin Kolaborasi untuk Jabar Istimewa, Sekda Lepas 1.204 Mahasiswa KKN UM Bandung

Sebarkan artikel ini
Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat, Herman Suryatman dan pimpinan UM Bandung bersama mahasiswa KNN

Dengan semangat kolaborasi, 1.204 mahasiswa UM Bandung dilepas oleh Sekda Jawa Barat untuk menjalankan KKN di Bandung Raya. Mereka diharapkan menjadi agen perubahan yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat.

Tagar.co — Langit cerah Kota Bandung memayungi ribuan mahasiswa yang berbaris rapi di Lapangan Parkir Utama Kampus Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung. Rompi KKN berwarna biru dongker dan topi rimba krem mereka tampak kontras dengan hamparan paving yang memantulkan panas pagi.

Hari ini Rabu 6 Agustus 2025 menjadi momen bersejarah bagi 1.204 mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang akan terjun ke masyarakat.

Di tengah barisan, terpampang spanduk bertuliskan “Kuliah Kerja Nyata (KKN) 2025 Universitas Muhammadiyah Bandung” yang membingkai semangat pengabdian. Sorot mata para mahasiswa memancarkan antusiasme, menanti detik-detik keberangkatan menuju lokasi pengabdian yang tersebar di wilayah Bandung Raya—Sumedang, Bandung, Bandung Barat, Cimahi, dan Kota Bandung.

Suasana menjadi khidmat ketika Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat, Herman Suryatman, melangkah mantap ke podium pelepasan. Didampingi Rektor UM Bandung Herry Suhardiyanto, Ketua BPH Dadang Kahmad, dan Ketua PWM Jawa Barat Ahmad Dahlan, Herman berdiri tegak menyapa para peserta dengan senyum penuh harap.

Baca Juga:  Perkedel Bergizi, Ikhtiar Mahasiswa Stikes Maboro Cegah Stunting

“Jawa Barat punya mimpi besar menjadi provinsi yang inklusif, inovatif, dan berkelanjutan. Kalian, mahasiswa KKN UM Bandung, adalah bagian dari mimpi itu,” serunya, disambut tepuk tangan membahana dari seluruh peserta.

Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat, Herman Suryatman di depan mahasiswa KKN 2025 UM Bandung

Herman menekankan bahwa program KKN bukan semata-mata aktivitas akademik, melainkan momentum strategis untuk membangun kolaborasi nyata antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah. “Kolaborasi ini adalah kunci. Pemerintah tak bisa bekerja sendiri, harus ada sinergi dengan kampus dan masyarakat,” tegasnya.

Di sisi lain lapangan, jajaran pimpinan kampus terlihat berbaur dengan mahasiswa. Rektor UM Bandung, Herry Suhardiyanto, menyampaikan bahwa KKN adalah laboratorium hidup bagi mahasiswa. “Di sanalah kalian akan belajar langsung dari problematika masyarakat dan mengasah solusi yang selama ini hanya ada di ruang kuliah,” ujarnya.

Foto-foto dari acara tersebut menampilkan suasana yang hidup: mahasiswa yang berbaris tegap dengan ransel di punggung, para pejabat yang menyalami mereka satu per satu, hingga momen pelepasan simbolis berupa pengibaran bendera KKN oleh Sekda Jabar. Keceriaan dan semangat terpancar dari wajah-wajah muda itu, seolah ingin segera berlari ke desa-desa tempat mereka akan berkarya.

Baca Juga:  Kepemimpinan Baru Fakultas Farmasi UM Bandung Didorong Perkuat Kolaborasi dan Daya Saing

KKN tahun ini memfokuskan diri pada program-program strategis seperti pengelolaan sampah berbasis masyarakat, pemberdayaan koperasi lokal, ketahanan pangan, hingga inovasi layanan publik. Program ini dirancang untuk menjawab tantangan konkret di lapangan sekaligus mengasah kepemimpinan mahasiswa sebagai agen perubahan.

Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat, Herman Suryatman di depan mahasiswa KKN 2025 UM Bandung

Ketua LPPM UM Bandung, Ijang Faisal, menyebutkan bahwa persiapan matang telah dilakukan agar mahasiswa mampu menghadirkan solusi yang relevan. “Kami ingin mahasiswa UM Bandung tidak hanya hadir di masyarakat, tetapi benar-benar memberi dampak yang terasa dan berkelanjutan,” ungkapnya.

Dengan pelepasan ini, 1.204 mahasiswa resmi mengemban amanah sebagai duta-duta perubahan. Mereka akan berinteraksi, mendengarkan, dan menjadi bagian dari denyut nadi masyarakat Jawa Barat selama sebulan ke depan.

Pagi itu, di bawah langit biru Bandung, semangat kolaborasi antara kampus dan pemerintah kembali dikukuhkan. Sebuah langkah kecil menuju terwujudnya Jabar Istimewa, dimulai dari tapak kaki mahasiswa di desa-desa. (#)

Jurnalis Feri Anugrah Penyunting Mohammad Nurfatoni