Feature

Revitalisasi Taman Harmoni: Kolaborasi untuk Surabaya yang Lebih Sehat dan Indah

59
×

Revitalisasi Taman Harmoni: Kolaborasi untuk Surabaya yang Lebih Sehat dan Indah

Sebarkan artikel ini
Wali Kota Surabaya, Dr. Eri Cahyadi, S.T., M.T.
Wali Kota Surabaya, Dr. Eri Cahyadi, S.T., M.T. saat menyampaikan sambutan (Tagar.co/Firman Arifin)

Taman Harmoni Keputih tampil dengan wajah baru berkat gotong royong warga, kampus, dan dunia usaha. Bukan hanya hijau, taman ini menjadi ruang inovasi, edukasi, dan pemberdayaan ekonomi lokal.

Tagar.co — Taman Harmoni Keputih kembali menyapa warga Surabaya dengan wajah baru. Lebih dari sekadar ruang terbuka hijau, taman ini kini menjadi simbol nyata dari sinergi lintas sektor yang berkelanjutan. Proses revitalisasinya pun unik—tidak hanya mengandalkan dana APBD, tetapi terwujud dari kolaborasi erat antara komunitas warga, pelaku usaha, akademisi, hingga perguruan tinggi.

Salah satu bentuk dukungan akademik tampak dari keterlibatan Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS). Direktur PENS Dr.-Ing. Ir. Arif Irwansyah, S.T., M.Eng., dan Wakil Direktur IV Dr. Ir. Firman Arifin, S.T., M.T., hadir langsung dalam seremoni revitalisasi, menegaskan peran aktif kampus dalam kontribusi riset dan teknologi untuk pengembangan kota.

Baca juga: Dari Ihram ke Institusi: Ketika Langkah Spiritual Mengalir ke Amanah Profesional

“Kami melihat Taman Harmoni sebagai laboratorium hidup, tempat riset dan inovasi teknologi ramah lingkungan bisa diterapkan secara nyata,” ujar Arif Irwansyah.

Kolaborasi tak berhenti di sini. Peluang untuk sinergi lebih luas masih terbuka lebar, baik dalam bentuk penelitian, penerapan teknologi hijau, hingga program edukasi yang menjadikan taman ini sebagai ruang belajar bagi masyarakat.

Kini, taman seluas 60 hektare ini dikelola dengan konsep “area dukungan”—zona-zona yang diadopsi oleh komunitas dan sponsor lokal seperti Royal Residence dan Pakuwon. Inisiatif ini lebih dari sekadar penamaan; ia menjadi wujud konkret semangat gotong royong membangun ruang publik yang layak, inklusif, dan berkelanjutan.

Keunikan lain dari Taman Harmoni adalah perannya sebagai habitat komunitas pecinta burung Jalak. Mereka merawat kawasan ini dengan cinta, memastikan taman bukan hanya indah secara visual, tetapi juga kaya secara ekologis. Dari sinilah, taman tumbuh sebagai ruang yang hidup, sehat, dan edukatif.

Wali Kota Surabaya, Dr. Eri Cahyadi, S.T., M.T., dalam sambutannya menegaskan bahwa revitalisasi ini bukan soal otoritas, melainkan kekuatan kolaborasi.

“Ini bukan karena saya sebagai Wali Kota, bukan karena DPRD, ini karena kita bersama. Taman ini adalah karya gotong royong warga Surabaya,” tegasnya, mengajak publik untuk terus menjaga semangat kebersamaan.

Revitalisasi ini menghadirkan berbagai zona tematik yang menarik—mulai dari Zona Korea, Amerika, Afrika, hingga taman edukatif seperti taman lalu lintas, flying fox, ATV, kuda poni, dan area lesehan. Panggung utama taman disiapkan sebagai ruang ekspresi seni komunitas serta etalase bagi produk UMKM lokal.

Pemkot juga tengah mengkaji skema voucher masuk seharga Rp15.000 yang bisa ditukar produk UMKM. Skema ini diharapkan menjadi solusi kreatif untuk mendukung perawatan taman secara mandiri sekaligus menggerakkan ekonomi kreatif warga sekitar.

Bagi PENS, revitalisasi Taman Harmoni adalah peluang untuk mengimplementasikan teknologi monitoring lingkungan, sistem pengelolaan taman berkelanjutan, hingga pemberdayaan komunitas melalui edukasi berbasis teknologi.

Lebih dari sekadar taman, Taman Harmoni kini menjadi ruang perjumpaan antara manusia, alam, dan inovasi. Sebuah “Harmony of the World” yang lahir dari semangat kolaborasi di Kota Pahlawan. (#)

Jurnalis Firman Arifin Penyunting Mohammad Nurfatoni