Feature

PDNA Gresik Perkuat Akar, Lebarkan Sayap Gerakan Progresif

45
×

PDNA Gresik Perkuat Akar, Lebarkan Sayap Gerakan Progresif

Sebarkan artikel ini
Ketua PD Nasyiatul Aisyiyah Gresik di pembukaan Musykerda memperkuat gerakan untuk membangun peradaban, mewujudkan kaderisasi dan kolaborasi.
Ketua PD Nasyiatul Aisyiyah Gresik Fatma Hajar Islamiyah, M.Pd menyampaikan sambutan di pembukaan Musykerda. (Tagar.co/Amalia Nur Fitria)

Ketua PD Nasyiatul Aisyiyah Gresik di pembukaan Musykerda memperkuat gerakan untuk membangun peradaban, mewujudkan kaderisasi dan kolaborasi.

Tagar.co – Kemeriahan dan semangat kebersamaan mewarnai Grand Ballroom lantai 2 Hotel Horison GKB Gresik, Sabtu (26/7/2025) pagi. Sebanyak 82 kader Nasyiatul Aisyiyah (NA) dari tingkat cabang dan ranting se-Kabupaten Gresik memadati ruangan untuk mengikuti Musyawarah Kerja Daerah (Musykerda).

Acara Pimpinan Daerah Nasyiatul Aisyiyah (PDNA) Gresik ini mengusung tema “Perempuan Muda Progresif Memperkuat Gerakan Membangun Peradaban.” Dalam sambutannya, Fatma Hajar Islamiyah, M.Pd, Ketua PDNA Kabupaten Gresik, mengajak para peserta untuk sejenak menengok kembali perjalanan PDNA Gresik sejak ditetapkan pada 23 Juli 2023.

Tepat satu tahun tiga hari setelah Musyda Ke-14, ia menyatakan, formasi kepengurusan saat ini masih kokoh dan kuat. “Alhamdulillah, sampai saat ini formasi itu kuat kokoh di setengah periode ini,” ujar Fatma bersambut tepuk tangan meriah.

“Melalui jalan panjang yang dinamis dan progresif, sampailah kita semua pada perhelatan Musyawarah Kerja Daerah,” lanjutnya.

Musykerda ini, menurut Fatma, momentum yang tepat untuk mengevaluasi dan merefleksikan langkah gerakan setengah periode ke depan. Ia pun memperkenalkan identitas Nasyiatul Aisyiyah sebagai organisasi yang penuh kegembiraan dan kekeluargaan. Pasalnya, organisasi perempuan muda ini berkomitmen ramah anak.

Baca Juga:  Kisahkan Bilal, Guru Spemdalas Sentuh Hati Siswa SD Muhammadiyah Sidayu

“Kami izin mengenalkan identitas kami sebagai organisasi yang menyenangkan. Kami penuh tawa. Tidak hanya dari anggota, tetapi juga dari anak-anak kader NA,” tuturnya.

Fatma menekankan, Nasyiatul Aisyiyah adalah takdir dan pertolongan Allah, yang membawa organisasi ini menjadi wajah baru dalam perkaderan, kolaborasi, dan pertumbuhan secara kolektif kolegial. Ia juga berterima kasih kepada seluruh pimpinan dari tingkat daerah, cabang, dan ranting yang telah berupaya maksimal menjalankan amanah.

Ketua PD Nasyiatul Aisyiyah Gresik di pembukaan Musykerda memperkuat gerakan untuk membangun peradaban, mewujudkan kaderisasi dan kolaborasi.
Ketua PD Nasyiatul Aisyiyah Gresik Fatma Hajar Islamiyah, M.Pd menyampaikan sambutan di pembukaan Musykerda. (Tagar.co/Sayyidah Nuriyah)

Perkuat Akar, Lebarkan Sayap Gerakan

Mengibaratkan organisasi seperti pohon yang rimbun, Fatma menyebut akar yang kuat dan batang yang menjulang tinggi menghasilkan banyak manfaat. Oleh karena itu, pada setengah periode ini, penguatan cabang dan ranting melalui kehadiran, pendampingan, diskusi, komunikasi, dan motivasi menjadi fokus utama gerakan.

“Kami periodenya sama seperti Pemuda Muhammadiyah, yaitu empat tahun. Kami dua tahun pertama memperkuat ranting cabang yang kokoh. Harapannya, ke depan ranting dan cabang sudah bisa mandiri,” jelas Fatma.

Keselarasan persepsi dan penyadaran nilai diri sebagai kader Nasyiah terus pihaknya upayakan melalui perkaderan masif di setiap cabang. Kegiatan ini didampingi oleh fasilitator dari Satuan Instruktur Nasyiatul Aisyiyah (Sinisa) Gresik di bawah naungan Departemen Kader.

“Sebagai organisasi lillahitaala, perlu proaktif menyiapkan kader terbaik untuk NA ke depan,” ujar Fatma.

Baca Juga:  Smamio Torehkan Empat Medali di Olympicad Makassar

Ia percaya, rasa memiliki terhadap Nasyiah terbangun melalui rasa kekeluargaan perempuan muda. Di mana kemudian menghasilkan kolaborasi dan gerakan berdampak di berbagai level kepemimpinan.

Gadis asal Lamongan ini pun optimis, komitmen untuk menjadi keluarga baru di NA yang dibangun melalui kebersamaan bisa melahirkan totalitas para kadernya. “Saya yakin, bisa jadi bernasyiahnya seminggu tujuh kali. Setiap hari bernasyiah. Itu bentuk totalitas kita dalam melaksanakan gerakan,” tegasnya.

Baca Juga: Suara Emas Davina Nyanyikan Gala Bunga Matahari Buka Musykerda PDNA Gresik 

Gerakan Kolektif Berdampak di Berbagai Lini

Fatma juga memaparkan berbagai capaian yang telah diraih Nasyiah Gresik. Menurutnya, gerakan kolektif perempuan muda Muhammadiyah ini terbukti mampu menjadi bagian kebermanfaatan di masyarakat. Hal ini terlihat dari komitmen dakwah yang dilakukan setiap departemen.

Melalui kolaborasi Departemen Dakwah dan Pusintek, dakwah digital melalui media sosial Instagram dan portal berita daring terus aktif berjalan. Departemen Organisasi juga mendakwahkan tertib administrasi dengan mengupayakan pendampingan aktif kepada cabang dan ranting terkait legalitas pengurusan KTNA, SK, dan SKO.

Sementara itu, Departemen Lingkungan Hidup dan Penanggulangan Bencana (LHPB) aktif menjadi perpanjangan tangan Dinas Lingkungan Hidup, berpartisipasi dalam agenda sosial dan kompetisi lingkungan.

Baca Juga:  Di Hotel Horison, IPM Spemdalas Belajar Menjadi Kader Kreatif, Kolaboratif, dan Berkemajuan

“Alhamdulillah, Yunda-Yunda telah menerapkan zero waste. Yunda sudah bawa tumbler? Ini komitmen kami memulai kebaikan mulai dari diri sendiri,” ungkapnya.

Di bidang kesehatan, Departemen Kesehatan melalui Pashmina proaktif melakukan sosialisasi, promosi, dan aksi kesehatan. Layanan kesehatan juga mereka lakukan berkolaborasi dengan berbagai rumah sakit, klinik, dan pusat kesehatan di lingkungan Muhammadiyah, swasta, maupun pemerintah.

Baca Juga: Tari Asmoro Bangun Semarakkan Musykerda PDNA Gresik 

Departemen Pendidikan mengelola Kelompok Bermain (KB) Walidah 1 Gresik, yang hingga kini terus dipercaya masyarakat. Secara luas, departemen ini juga mengadakan bakti guru dan memberikan dukungan kepada AUMA dalam pengembangan kompetensi guru dan pemasaran sekolah.

Tak ketinggalan, Departemen Ekonomi melakukan inovasi dengan melahirkan produk khas yang menjadi wajah baru keberdayaan perempuan. Mereka juga mendampingi dan mengakomodasi Apuna, Asosiasi Pengusaha Nasyiatul Aisyiyah, yang kini memiliki lebih dari 60 pengusaha perempuan muda yang tersebar di seluruh Gresik.

Pada akhir sambutannya, Fatma berharap Musykerda ini dapat menjadi momen evaluasi dan refleksi bersama, yang membawa dampak bagi semua. “Semoga Musykerda ini menjadi kesempatan untuk melakukan evaluasi dan refleksi bersama tentang perjalanan yang sudah kita laksanakan,” pungkasnya. (#)

Jurnalis Sayyidah Nuriyah Penyunting Mohammad Nurfatoni