Feature

Fortasi Ceria ala Mimude: Tiga Hari Menanamkan Cinta Sekolah dan Tertib Berlalu Lintas

36
×

Fortasi Ceria ala Mimude: Tiga Hari Menanamkan Cinta Sekolah dan Tertib Berlalu Lintas

Sebarkan artikel ini
Siswa mengikuti fun games Fortasi Mimude (Tagar.co/Rizka Ayu Fitrianingsih)

Fortasi Mimude 2025 hadir dengan pendekatan islami, kreatif, dan edukatif. Dari fun game, hafalan Juz Amma, hingga edukasi keselamatan lalu lintas. Semua demi generasi cilik yang tangguh dan cerdas.

Tagar.co – Suasana MI Muhammadiyah Dermosari (Mimude) di Kabupaten Trenggalek tampak berbeda selama tiga hari terakhir. Senyum anak-anak, tawa ceria, hingga suara yel-yel menggema memenuhi lingkungan sekolah. Itulah atmosfer Forum Taaruf dan Orientasi Siswa (Fortasi) yang digelar mulai 16 hingga 18 Juli 2025.

Dengan mengusung tema “Welcome Students Fortasi Mimude 1447: Let’s Play, Let’s Learn, Let’s Shine”, kegiatan ini dirancang menyenangkan dan bermakna, berpijak pada tiga prinsip pembelajaran mendalam: Meaningful Learning, Mindful Learning, dan Joyful Learning.

Sebanyak 33 siswa baru dari kelas 1A dan 1B mengikuti berbagai kegiatan pengenalan lingkungan sekolah, ustaz-ustazah, hingga ruangan belajar. Sementara siswa kelas 2 sampai 6 ikut menyambut mereka melalui serangkaian permainan interaktif dalam Fun Games dan perlombaan beregu yang mempererat ukhuwah di antara para peserta didik.

Sejak pagi, siswa-siswi telah dibiasakan salat Duha berjemaah serta menyetorkan hafalan surah pendek dari Juz 30. Pembiasaan ini menjadi ikhtiar Mimude dalam membentuk karakter islami yang kuat dan menjadi fondasi mental positif dalam proses belajar.

Aiptu Yono dan Bripka Candra Kholifatuk Huda memberi penyuluhan soal tertib lalu lintas dan penggunaan gawai. (Tagar.co/Rizka Ayu Fitrianingsih)

Puncak Fortasi berlangsung pada hari ketiga, ditandai dengan hadirnya personel dari Satlantas Polres Kabupaten Trenggalek. Mereka adalah: Aiptu Yono (Kanit Kamsel Satlantas Polres Trenggalek) dan Bripka Candra Kholifatuk Huda, S.H. (Anggota Kamsel Satlantas Polres Trenggalek)

Melalui program Polisi Sahabat Kita, para siswa mendapatkan edukasi lalu lintas dan pemanfaatan teknologi digital secara bijak. Tema yang diusung selaras dengan nilai yang ditanamkan Mimude, yaitu “Be Smart, Be Safe, and Be Kind – Polisi Cilik Hebat, Indonesia Kuat.”

Sosialisasi dikemas dengan cara interaktif dan menyenangkan. Seorang siswa bahkan diminta maju ke depan untuk memakai helm sebagai contoh keselamatan berkendara. Anak-anak diajak memahami arti penting marka jalan, fungsi zebra cross, hingga warna-warna rambu lalu lintas—kuning untuk peringatan, biru untuk perintah, dan hijau sebagai petunjuk arah.

Tak hanya soal lalu lintas, siswa juga diingatkan agar bijak dalam menggunakan gawai. Polisi menegaskan bahaya bermain ponsel saat berkendara serta risiko penyalahgunaan media sosial dan penyebaran konten tidak layak.

“Mari kita bijak bermain HP, cerdas berkendara, dan hati-hati bermedia sosial. Bertanggung jawablah atas dirimu sendiri, karena masa depan ada di tangan kalian,” pesan mereka.

Seluruh siswa Mimude berfoto bersama (Tagar.co/Rizka Ayu Fitrianingsih)

Kepala MI Muhammadiyah Dermosari, Imam Nur Kozin, S.Pd., M.Pd.I., menyambut baik kehadiran Polres Trenggalek. Ia menyampaikan bahwa Fortasi bukan sekadar ajang perkenalan sekolah, tetapi menjadi langkah awal untuk menanamkan semangat belajar, akhlak mulia, serta nilai-nilai keislaman.

“Kami yakin setiap anak memiliki potensi luar biasa dalam dirinya. Melalui Fortasi, kami ingin menggandeng mereka tumbuh, mencintai proses belajar, dan menjalin ukhuwah dengan guru serta sesama warga Mimude,” tegasnya.

Tak hanya berhasil menghadirkan kegiatan edukatif dan menyenangkan, MI Muhammadiyah Dermosari juga mencatatkan capaian membanggakan dengan jumlah siswa baru yang meningkat hingga membuka dua kelas. Bukti bahwa Mimude semakin dipercaya sebagai mitra terbaik orang tua dalam menyiapkan generasi islami, kreatif, dan inovatif. (#)

Jurnalis Rizka Ayu Fitrianingsih Penyunting Mohammad Nurfatoni