
Canda tawa anak-anak kader Muhammadiyah mewarnai sore cerah di Trawas. Di balik permainan seru itu, tersimpan makna kebersamaan, keberanian, dan harapan untuk kader pemimpin masa depan.
Tagar.co – Suara tawa anak-anak membelah sejuknya udara pegunungan di Blessing Hills, Trawas, Mojokerto. Sabtu (28/6/2025), puluhan anak kader Muhammadiyah larut dalam keseruan permainan, menjadi pembuka hangatnya acara Family Gathering Ke-13 Kader sang Surya.
Sejak pagi, kendaraan demi kendaraan berdatangan. Para Kader sang Surya dari berbagai penjuru Jawa Timur tiba dengan wajah cerah dan semangat penuh, membawa serta keluarga tercinta. Udara pegunungan yang segar, pepohonan yang menjulang, serta area yang luas menjadi sambutan alami yang menenangkan dan menyenangkan.
Baca juga: Kaderisasi Tak Harus Serius: Belajar dari Famgath Kader sang Surya
Family gathering tahunan ini bukan sekadar ajang temu kangen, tetapi juga ruang membangun kebersamaan lintas usia dan generasi. Usai salat Asar, tepat pukul 15.30 WIB, suara lantang Basuki, penanggung jawab sesi permainan, mulai menggema di lapangan. Suaranya mengundang seluruh anak-anak untuk berkumpul dan siap bersenang-senang.
“Anak-anak inilah yang kelak akan menggantikan kita. Mereka adalah calon pemimpin Muhammadiyah masa depan. Mari kita bina dan arahkan mereka sejak sekarang,” seru Basuki Babussalam penuh semangat.
Bersama Mohammad Ernam dan dibantu para anggota IPM, Basuki memandu permainan interaktif yang penuh tawa. Anak-anak diminta membentuk lingkaran besar, lalu menyebut angka satu hingga empat untuk membentuk kelompok.
Nama-nama kelompok pun dipilih dari suara hewan ternak seperti ayam, bebek, kambing, dan sapi. Gelak tawa pun pecah saat mereka menirukan suara-suara itu dengan ekspresi lucu dan antusias.

Puncaknya, anak-anak menutup mata dan memegang pundak teman di depannya, lalu berjalan mengikuti suara hewan dari pendamping. Tawa meledak saat mereka berputar-putar mencoba mengenali arah suara dan menemukan benda tersembunyi. Begitu sampai di tujuan, sorak-sorai dan tepuk tangan dari para orang tua mewarnai keberhasilan anak-anak dalam menyelesaikan misi.
Keseruan berlanjut saat permainan berubah menjadi tantangan mencari teman sesuai jumlah yang disebut. Angka lima, anak-anak segera membentuk kelompok lima orang. Angka empat, berhamburan mencari empat teman baru. Tak ada persaingan, hanya keceriaan dan semangat menjalin relasi baru.
Di akhir sesi, kotak hadiah kecil dibagikan kepada seluruh peserta anak-anak. Senyum lebar menghiasi wajah-wajah polos mereka—senyum penuh makna yang menjadi simbol keberhasilan membangun rasa percaya diri dan kemandirian.
Menurut Basuki, permainan ini lebih dari sekadar hiburan. Ia adalah miniatur nilai kebersamaan.
“Dari mana pun kita berasal, apapun latar belakang kita, dan dengan siapa pun kita bersama, semuanya bisa bersatu menjadi satu, tanpa membedakan satu sama lain,” ujar Basuki, menegaskan makna di balik tawa dan permainan sore itu.
Family Gathering Ke-13 Kader sang Surya sekali lagi membuktikan: bahwa silaturahmi bukan hanya soal bertemu, tetapi tentang mencipta ruang hangat untuk tumbuh bersama—terutama bagi generasi penerus. (#)
Jurnalis Nadhirotul Mawaddah | Penyunting Mohammad Nurfatoni












