Feature

Rapor di Tangan, Rindu di Pundak: Liburan Santri Al-Fattah

27
×

Rapor di Tangan, Rindu di Pundak: Liburan Santri Al-Fattah

Sebarkan artikel ini
Pengambilan rapot sekaligus penjemputan oerpulangan santri pondok pesantren Al Fattah Buduran Sidoarjo, Ahad 22 Juni 2025 (Tagar.co/Nur Djamilah)

Libur kenaikan kelas bukan hanya soal pulang membawa rapor bagi santri Pondok Pesantren Al-Fattah Buduran Sidoarjo. Di balik senyum dan tas yang penuh barang, terselip pesan pengasuh agar liburan di rumah bermanfaat.

Tagar.co — Libur kenaikan kelas selalu jadi momen yang ditunggu-tunggu para santri Pondok Pesantren Al Fattah, Buduran, Sidoarjo. Sejak Ahad pagi, 22 Juni 2025, suasana pondok sudah semarak.

Para santri tampak rapi mengenakan seragam pesantren, menenteng tas, dan menunggu di depan asrama dengan wajah sumringah, menanti jemputan wali santri masing-masing.

Sebelum pulang, para santri sudah menyiapkan barang-barang pribadi dan berbaris tertib menuju ruang pengambilan rapor. Ruangan sudah ditata dan jadwal pembagian rapor diatur rapi oleh wali kelas agar berjalan lancar. Suasana pun penuh antusias: di antara degup menanti nilai, terselip rasa rindu kampung halaman.

Baca juga: Liburan Berkah: Pesan Ustaz Ainun Rofik di Sabtuan Al-Fattah

Begitu rapor diterima, senyum kian merekah. Tugas liburan pun sudah dibagikan, agar di rumah para santri tetap menepati amanah belajar. Harapannya, masa liburan diisi dengan kegiatan positif, sembari terus menjaga hafalan dan kebiasaan baik yang telah dibangun di pondok.

Baca Juga:  Tapak Suci Al-Fattah Menggila di SAC 2026, Puluhan Medali Dibawa Pulang

Sabtu sebelumnya, seusai Duha, Pengasuh Pondok Pesantren Al-Fattah, Drs. K.H. Ainun Rofik, M.Pd., berpesan melalui tausiah Sabtuan. Dia mengingatkan para santri agar memanfaatkan 24 jam waktu libur dengan amal-amal yang diridai Allah Swt. Kebiasaan seperti puasa sunah Senin-Kamis, mengaji, salat tahajud, dan rutinitas ibadah lainnya diharap tetap terjaga dengan ikhlas dan istiqamah.

Momen penjemputan pun jadi puncak kegembiraan. Satu per satu santri pamit pada ustaz, ustazah, dan teman-teman. Senyum, tawa, dan pelukan menutup semester dengan suasana hangat. Semua berharap liburan ini benar-benar jadi jeda yang bermanfaat, menambah hafalan, memperkuat ilmu, dan menguatkan rindu pulang kembali ke pondok. Amin. (#)

Jurnalis Nur Djamilah Penyunting Mohammad Nurfatoni