
Komunitas motor Lumajang dipilih sebagai tuan rumah Kopdargab Bikersmu Korwil Jawa Timur
Tagar.co – Bikersmu Lumajang awalnya hanya komunitas touring naik motor menjelajah desa dan gunung.
Ketika terjadi bencana Gunung Semeru meletus dan gempa di Lumajang tahun 2021, komunitas pengendara motor ini ikut terjun menjadi relawan bencana Muhammadiyah.
Mereka mengantarkan logistik di daerah bencana terpencil yang tak bisa dijangkau mobil dan truk. Anggotanya teruji melewati medan berat. Menyusuri jalur terjal dan penuh abu untuk mengantar makanan dan obat untuk korban bencana Gunung Semeru meletus tahun 2021 dan 2022.
Hingga tahun 2023, mereka masih aktif dalam tahap rehabilitasi dan rekonstruksi permukiman pasca bencana.
“Motor kami bukan sekadar kendaraan. Ia adalah sahabat setia dalam misi kemanusiaan. Dari sinilah kami merasa, semangat ini harus dilembagakan,” kata Nugroho Dwi Atmoko, Ketua Bikersmu Chapter Lumajang, Senin (16/6/2025).
Komunitas pemotor ini akhirnya diresmikan pendiriannya menjadi Bikersmu Chapter Lumajang dengan SK Majelis Tabligh dan Dakwah Komunitas Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Lumajang pada 24 April 2025.
Kemudian pengukuhan pengurus dilakukan pada 27 April 2025 bertepatan dengan momen halalbihalal warga Persyarikatan Muhammadiyah di Pantai Watu Godeg, Tempursari.
Nugroho menuturkan, peresmian dan pengkuhan ini diperlukan mendapat kepercayaan menjadi tuan rumah Kopdargab (Kopi Darat Gabungan) IV Bikersmu Korwil Jawa Timur
”Ketika kami dipercaya sebagai tuan rumah, kami tak ingin main-main. Kami segera bergerak cepat meresmikan organisasi,” tutur Nugroho.
“Saat pengukuhan terasa sakral. Di bawah langit biru dan semilir angin pantai, kami berikrar untuk menjadikan Bikersmu Lumajang sebagai kekuatan dakwah komunitas yang bergerak, berani, dan membawa manfaat bagi umat,” kata Nugroho.
Nugroho menceritakan, pada 20 April 2025, kami menghadiri Kopdargab III Bikersmu Korwil Jawa Timur di Blitar. Tak disangka, Lumajang secara bulat ditetapkan sebagai tuan rumah Kopdargab berikutnya. Padahal saat itu belum memiliki struktur organisasi resmi. Masih sekadar komunitas relawan. Karena segera meresmikan berdirinya organisasi ini.
Dia tahu menjadi tuan rumah pertemuan para biker Muhammadiyah se Jawa Timur perlu persiapan banyak walaupun waktunya singkat.
Dengan semangat gotong royong dan jiwa relawan yang melekat kuat di tubuh Bikersmu Lumajang dia yakin semua urusan bakal beres.
Setiap rapat koordinasi, dalam setiap deru knalpot yang menembus malam untuk survei lokasi, mereka tidak hanya menyiapkan acara namun sedang menyiapkan sejarah.
Sejarah tentang bagaimana relawan bisa naik kelas menjadi pemantik pergerakan komunitas yang lebih luas, terorganisir, dan berkelanjutan.
Kini di sela-sela persiapan teknis Kopdargab IV yang terus dimatangkan, mereka tak melupakan ruh kemanusiaan yang menjadi fondasi awal berdirinya Bikersmu Lumajang.
Nugroho mengatakan, setiap tamu yang datang nanti tidak hanya pulang membawa kesan, tetapi juga membawa inspirasi.
”Inspirasi bahwa sepeda motor bukan hanya simbol kebebasan, tetapi juga kendaraan bagi kepedulian. Dan Lumajang, siap menjadi saksi dari pertemuan para penebar kebaikan di jalanan,” tandasnya. (#)
Jurnalis Kuswantoro Penyunting Sugeng Purwanto












