Feature

Dari Cimacan, Alumni IPM Sumut Serukan Bijak Bermedia Sosial

39
×

Dari Cimacan, Alumni IPM Sumut Serukan Bijak Bermedia Sosial

Sebarkan artikel ini
Peserta family gathering

Alumni IPM Sumut di Jabodetabek kumpul keluarga di Cimacan. Mereka berbagi kegembiraan sambil mengingatkan pentingnya bijak bermedia sosial, menjaga iman, dan membimbing Generasi Z di era digital.

Tagar.co – Suasana hangat penuh keakraban menyelimuti Wisma MUI Cimacan, Puncak, Jawa Barat, Sabtu–Ahad (24–25/5/25). Alumni Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) asal Sumatera Utara yang kini menetap di Jabodetabek berkumpul bersama keluarga dalam kegiatan family gathering yang penuh makna.

Kegiatan ini bukan sekadar temu kangen para aktivis IPM tahun 1980-an, tetapi juga ajang mempererat hubungan antaranggota keluarga besar mereka. Tokoh-tokoh senior seperti Irwansyah Pulungan, yang kini menjabat Ketua Alumni IPM Jabodetabek dan pernah memimpin IPM Kota Medan, hadir membawa semangat persaudaraan yang tetap menyala.

Baca juga: PWM Kepri Siapkan Lompatan Ekonomi dan Pariwisata Berbasis Keumatan

Meski dulu belum sempat menuntaskan masa jabatannya karena dipanggil ke Jakarta sebagai pimpinan BTN, Irwansyah mengaku nilai-nilai IPM tetap terpatri dalam hidupnya.

Di antara yang hadir, tampak Azrai Ridha, S.H., advokat senior yang hadir bersama dua putri, menantu, dan cucunya. Wajahnya memancarkan kebahagiaan, mencerminkan suasana hangat yang tercipta di antara keluarga besar IPM Jabodetabek. Seluruh peserta datang membawa serta pasangan dan anak-anak, menjadikan family gathering ini sebagai momen kebersamaan lintas generasi.

Baca Juga:  Pimpinan Ranting IPM Putra dan Putri MBS Madinatul Ilmi Dilantik Bersamaan

Tak hanya berisi pertemuan santai, kegiatan ini juga diwarnai berbagai aktivitas menyenangkan: mulai dari low impact outbound, karaoke, musik organ tunggal, live music, hingga tur keliling sekitar. Semua dikemas untuk menciptakan suasana guyub dan penuh keceriaan.

Bijak Bermedia Sosial

Dalam salah satu sesi, Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI) Amirsyah Tambunan, yang juga mantan Ketua IPM SMA Muhammadiyah Aek Kanopan (1982), memberikan tausiah yang dipandu Ustaz Sayonara Siregar, M.A., dosen LPP AIK Uhamka Jakarta. Amirsyah mengajak seluruh alumni dan keluarga untuk tegar menghadapi era disrupsi — zaman penuh perubahan besar akibat inovasi teknologi.

Ia menekankan pentingnya prinsip bijak bermedia sosial, mengingatkan untuk selalu melakukan tabayun atau klarifikasi, sebagaimana pesan dalam Surah Al-Hujurat 6:

“Wahai orang-orang yang beriman, jika seorang fasik datang kepadamu membawa berita penting, maka telitilah kebenarannya agar kamu tidak mencelakakan suatu kaum karena ketidaktahuanmu, yang berakibat kamu menyesali perbuatanmu itu.”

Amirsyah juga menyoroti tantangan berat yang dihadapi Generasi Z—mereka yang lahir antara 1997 dan 2012 — sebagai generasi digital. Karakteristik mereka seperti melek teknologi, berpikir kritis, dan peduli isu sosial sering tak sebanding dengan mental yang mudah rapuh ketika terpapar dampak negatif teknologi. “Anak yang rentan bisa menjadi malapetaka bagi umat dan bangsa,” tegasnya.

Baca Juga:  IPM Pacitan Gelar PKTM 1, Perkuat Fondasi Kaderisasi Pelajar

Ia mengingatkan pentingnya peran orang tua untuk mengawasi penggunaan ponsel. Data CNBC Indonesia mencatat, 98,7 persen masyarakat Indonesia usia 16 tahun ke atas mengakses internet lewat ponsel, dengan rata-rata waktu daring harian mencapai 7 jam 22 menit—melampaui rata-rata global.

Untuk itu, Amirsyah menyerukan dua hal: pertama, memperkuat iman, takwa, dan akhlak sebagai bekal menghadapi tantangan; kedua, memanfaatkan media secara produktif agar terhindar dari hoaks, fitnah, dan adu domba.

Menguatkan Persaudaraan, Menebar Kebaikan

Sejumlah tokoh turut hadir memeriahkan kegiatan ini, di antaranya Dr. Muhyarsyah, S.E., M.Si., Wakil Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Mercu Buana Jakarta; Ahmad Sabir, M.Phil., dosen Fakultas Psikologi Universitas Mercu Buana; dan Dr. Candra Krisna, dosen UIN Jakarta.

Mereka semua dengan antusias memperkenalkan satu per satu anggota keluarga, mempererat tali persaudaraan, dan menyemai kesadaran kolektif: bahwa teknologi media harus digunakan untuk kemaslahatan umat dan bangsa.

“Momentum seperti ini penting untuk saling mengingatkan, saling menyemangati, agar kita semua tetap berada di jalan yang benar — bersama keluarga, bersama sahabat seperjuangan,” kata Amirsyah. (#)

Baca Juga:  Evoting IPM Kids Sekolah Kreatif Baratajaya, Wajah Nyata Kurikulum Kepemimpinan Terintegrasi

Penyunting Mohammad Nurfatoni