Feature

Mendikdasmen dan Gubernur Jeju Jajaki Kerja Sama Sekolah Ramah Lingkungan Berbasis Energi Terbarukan

23
×

Mendikdasmen dan Gubernur Jeju Jajaki Kerja Sama Sekolah Ramah Lingkungan Berbasis Energi Terbarukan

Sebarkan artikel ini
Mendikdasmen Abdul Mu’ti bersama Gubernur Provinsi Jeju, Oh Young-hun

Dalam forum pendidikan APEC, Mendikdasmen Abdul Mu’ti dan Gubernur Jeju Oh Young-hun bahas peluang kerja sama energi terbarukan dan pengelolaan limbah untuk mendorong sekolah ramah lingkungan di Indonesia.

Tagar.coMenteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia, Abdul Mu’ti, membuka peluang kerja sama internasional dalam bidang lingkungan hidup dan pendidikan saat menghadiri Forum Menteri Pendidikan APEC ketujuh di Jeju, Korea Selatan, Senin (13/5/2025).

Dalam sebuah pertemuan bilateral dengan Gubernur Provinsi Jeju, Oh Young-hun, Mu’ti menjajaki kemungkinan perluasan program sekolah ramah lingkungan melalui pengelolaan energi terbarukan dan limbah berbasis praktik terbaik dari Korea Selatan.

Baca juga: Puisi Anak Disleksia yang Menggetarkan Hati Menteri Abdul Mu’ti

Didampingi Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan (BSKAP), Toni Toharudin, serta Atase Pendidikan dan Kebudayaan RI untuk Korea, Amaliah Fitriah, Mu’ti menekankan pentingnya kerja sama lintas negara untuk menjawab tantangan pendidikan dan lingkungan secara bersamaan.

“Beberapa daerah di Indonesia belum terjangkau listrik. Pemanfaatan energi terbarukan untuk menyediakan listrik di daerah-daerah ini akan sangat membantu sekolah ramah lingkungan,” ujar Mu’ti dalam pertemuan tersebut, dikutip dari siaran pers Kemendikdasmen yang diterima Tagar.co, Eabu (14/5/25).

Baca Juga:  Abdul Mu’ti: Ilmu Kunci Manusia Menjalankan Tugas Kekhalifahan

Isu ketimpangan akses listrik di Indonesia menjadi titik masuk pembahasan. Menteri Mu’ti melihat potensi besar dari model transisi energi yang telah dijalankan di Provinsi Jeju. Menurutnya, pengalaman Jeju dapat direplika di berbagai wilayah di Indonesia yang belum sepenuhnya tersambung jaringan listrik nasional.

Selain itu, pengelolaan sampah di lingkungan sekolah juga disorot sebagai aspek penting yang masih perlu diperkuat. Mu’ti mencontohkan kerja sama sebelumnya yang sudah berjalan dengan sebuah sekolah di Bontang, Kalimantan Timur, sebagai titik awal yang dapat dikembangkan lebih luas.

“Model pengelolaan limbah yang sudah dilakukan oleh Provinsi Jeju dapat direplika di daerah terpilih di Indonesia,” lanjutnya.

Menanggapi ajakan tersebut, Gubernur Jeju menyambut dengan antusias. Ia menyampaikan ketertarikan khusus terhadap upaya transisi energi yang dapat diadaptasi di luar Korea Selatan.

“Kami sangat tertarik untuk memperlihatkan model energi terbarukan kami diterapkan di negara lain,” kata Gubernur Oh.

Gagasan kerja sama lintas sektor ini diperluas oleh Kepala BSKAP, Toni Toharudin, yang menambahkan kemungkinan kolaborasi dalam bidang pendidikan vokasi. Menurut Toni, penerapan proyek percontohan berbasis teknologi dan pendekatan dari Jeju bisa menjadi langkah konkret untuk mengembangkan praktik pendidikan yang berwawasan lingkungan di Indonesia.

Baca Juga:  Abdul Mu’ti Tegaskan MBG Terintegrasi dengan Program Kemendikdasmen

“Pemerintah Jeju juga dapat bekerja sama dengan Kemendikdasmen terkait dengan penerapan proyek percontohan di Indonesia yang mengadopsi teknologi dan praktik terbaik dari Jeju dalam pengelolaan energi terbarukan,” ucapnya.

Pertemuan ini menjadi babak baru upaya Indonesia untuk memperkuat ekosistem pendidikan yang tidak hanya berfokus pada pencapaian akademik, tapi juga kepedulian terhadap lingkungan dan keberlanjutan. (#)

Penyunting Mohammad Nurfatoni