Feature

Diskusi Kecil, Harapan Besar: PKG PAUD Gresik Bangkit dari Mati Suri

48
×

Diskusi Kecil, Harapan Besar: PKG PAUD Gresik Bangkit dari Mati Suri

Sebarkan artikel ini
Di tengah suasana halalbihalal, para pengurus PKG PAUD Gresik bertekad menghidupkan kembali peran gugus pendidikan anak usia dini lewat pelatihan, koordinasi rutin, dan semangat kolaborasi yang menyala.
Suasana halalbihalal dan rapat koordinasi di Pawon Cabe Gresik, Jawa Timur, Rabu, 30 April 2025 (Tagar.co/Nadhirotul Mawaddah)

Di tengah suasana halalbihalal, para pengurus PKG PAUD Gresik bertekad menghidupkan kembali peran gugus pendidikan anak usia dini lewat pelatihan, koordinasi rutin, dan semangat kolaborasi yang menyala.

Tagar.co – Di ujung bulan Syawal yang hangat, segelas teh tersaji, obrolan mengalir, dan sebuah harapan tumbuh dari ruang makan sederhana di Pawon Cabe, Gresik.

Hari itu, Rabu (30/4/2025), Pusat Kegiatan Gugus (PKG) PAUD Kabupaten Gresik menggelar halalbihalal. Tak sekadar menjadi ajang temu kangen, forum itu juga menjadi momentum kebangkitan.

Dua orang perwakilan dari pengurus PKG PAUD di 14 kecamatan berkumpul. Tak ada panggung mewah atau gimik acara, hanya diskusi tulus dengan satu tekad: menghidupkan kembali organisasi yang selama ini nyaris mati suri.

Baca juga: Semangat Baru IGABA Gresik: Dari Halalbihalal Menuju Kepemimpinan Wilayah

“Saya secara pribadi mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas dukungan dan semangat dari teman-teman semua yang ingin PKG PAUD ini hidup kembali,” ucap Jannatul Ma’wa, M.Pd., Ketua PKG PAUD Kabupaten Gresik, membuka forum dengan senyum yang melebar.

Baca Juga:  Dari Sarangan ke Miniatur Dunia, Perjalanan Guru TK Menganti Mengisi Energi dan Inspirasi

Perempuan yang akrab disapa Janna itu mengingatkan, PKG PAUD bukan organisasi tandingan, apalagi rival dari lembaga PAUD lainnya. Ia adalah perpanjangan tangan Dinas Pendidikan untuk mewadahi komunikasi dan pengembangan pendidikan anak usia dini.

“Di awal pembentukannya, PKG PAUD sempat dalam posisi hidup segan mati tak mau. Ada berbagai kendala dan situasi yang tidak mendukung,” ujar Janna, mengenang awal perjalanan organisasi itu.

Kini, angin segar mulai berembus. Dinas Pendidikan telah memberi “lampu hijau”, bahkan diagendakan pertemuan resmi dengan Kepala Bidang Pengelolaan PAUD dan Pendidikan Nonformal (PNF), Nur Fadhilah, dalam waktu dekat. Tujuannya: memperkuat kolaborasi dan arah pengembangan program PAUD di Gresik.

Dalam diskusi pagi itu, tiga pokok bahasan dibahas serius: pelatihan guru, intensitas pertemuan, dan skema pendanaan.

Di tengah suasana halalbihalal, para pengurus PKG PAUD Gresik bertekad menghidupkan kembali peran gugus pendidikan anak usia dini lewat pelatihan, koordinasi rutin, dan semangat kolaborasi yang menyala.
Ketua PKG PAUD Kabupaten Gresik, Jannatul Ma’wa, M. Pd saat memberikan sambutan dalam kegiatan halalbihalal dan rapat koordinasi di Pawon Cabe, Gresik, Jawa Timur, Rabu, 30 April 2025 (Tagar.co/Nadhirotul Mawaddah)

Membangun Kapasitas, Menuju Pembelajaran Mendalam

Poin pertama, pelatihan atau workshop, menjadi sorotan utama. Pelatihan dirancang untuk membekali guru PAUD dengan pendekatan pembelajaran deep learning sebagai bekal menyambut tahun ajaran baru. Nantinya, pengurus dari setiap kecamatan, baik dari SPS, KB, maupun TK, akan menjadi peserta pelatihan dan menyebarluaskan ilmu yang didapat di wilayah masing-masing.

Baca Juga:  40 Guru PAUD Gresik Ikuti Bimtek Pemanfaatan Papan Interaktif Digital

“Karena tidak mungkin semua guru PAUD se-Kabupaten Gresik ikut pelatihan. Tempatnya saja tidak akan cukup,” tutur Janna, yang juga kepala TK Muslimat NU 7 Pongangan.

Dukungan dari Dinas Pendidikan sudah disampaikan, bukan dalam bentuk finansial, tetapi berupa fasilitas tempat dan legitimasi program.

Menjaga Ritme, Menggerakkan Jaringan

Bahasan kedua adalah intensitas pertemuan. Disepakati, pengurus PKG PAUD tingkat kabupaten dan kecamatan akan bertemu rutin setiap tiga bulan sekali, setiap hari Rabu, dimulai tahun ajaran baru mendatang, yaitu bulan Juni.

“Ini agar komunikasi dan koordinasi tetap berjalan. Kita tidak ingin organisasi ini hanya aktif di momen tertentu,” kata Janna.

Para perwakilan pengurus PKG PAUD Gresik setelah halalbihalal dan rapat koordinasi di Pawon Cabe Gresik, Jawa Timur, Rabu, 30 April 2025 ( Tagar.co/Nadhirotul Mawaddah)

Dari Kita, oleh Kita, untuk Anak-anak Kita

Diskusi terakhir menyentuh hal paling krusial dalam setiap gerakan: pendanaan. Karena PKG PAUD dimulai dari titik nol, maka disepakati adanya iuran sukarela dari masing-masing kecamatan sebesar dua ribu rupiah per guru.

“Karena setiap organisasi butuh biaya operasional, dan dana yang terkumpul itu adalah dari kita dan untuk kita,” ungkap Janna lugas.

Baca Juga:  Ramadan Ceria di KB-TK IT Handayani: Latihan Salat Idulfitri hingga Aksi Berbagi

Bagi Janna, diskusi pagi itu bukan sekadar bertukar sapa dan basa-basi. Ia ingin, setiap yang hadir pulang membawa gagasan, semangat, dan komitmen untuk menguatkan pendidikan anak usia dini di seluruh penjuru Gresik.

“Harapan kita, tidak ada satu pun kecamatan yang tertinggal. Semua harus mampu menjunjung satuan pendidikan agar makin baik ke depannya,” pungkasnya, menutup forum kecil penuh semangat itu.

Kadang, perubahan besar memang dimulai dari meja makan yang hangat, dengan secangkir semangat dan obrolan ringan yang menggerakkan. (#)