Telaah

Wasiat: Amanah yang Tak Boleh Ditunda

36
×

Wasiat: Amanah yang Tak Boleh Ditunda

Sebarkan artikel ini

Wasiat adalah cerminan tanggung jawab spiritual. Ramadan mengajarkan kita untuk tidak menunda kebaikan, termasuk menuliskan wasiat demi menjaga hak dan kejelasan bagi yang ditinggalkan.

Oleh Muhammad Damanhuri alias Ustaz Dayak, Ketua Yayasan Kejayaan Mualaf Indonesia dan Ketua Umum Lembaga Majelis Taklim Mualaf Kalimantan Barat. Bersama Mualaf, Kita Mampu!

Tagar.co – Alhamdulillah, malam hingga Subuh hari ke-26 Ramadan ini Allah anugerahkan cuaca yang cerah. Suasana yang menenangkan ini menjadi karunia tersendiri bagi kita, terutama bagi para sahabat mualaf yang tengah meniti jalan iman.

Semoga cahaya Ramadan menuntun kita semua untuk terus bersujud dan memohon kepada-Nya, agar keimanan ini tumbuh kokoh di dalam hati.

Baca juga: Makna Luas Sedekah: Kata, Laku, dan Harta

Mari kita lanjutkan pembelajaran dari Kitab Syajaratul Ma‘arif, kali ini memasuki Bab 10 tentang Menyegerakan Wasiat.

Allah Swt. berfirman: “Sesungguhnya mereka itu bersegera dalam kebaikan-kebaikan…” (Al-Anbiya 90)

Rasulullah Saw. juga bersabda: “Tidak sepantasnya seorang Muslim yang memiliki sesuatu yang perlu diwasiatkan, lalu ia tidur dua malam tanpa menuliskannya.” (H.R. Bukhari No. 2738, Muslim No. 1627, dari Ibn Umar, secara marfuk)

Wasiat bukan hanya soal harta, tapi juga amanah hidup. Menuliskannya dengan jelas berarti kita menjaga hak orang lain sekaligus menunjukkan kesungguhan kita dalam beragama.

Baca Juga:  Menyantuni Anak Yatim sebagai Jalan ke Surga

Sahabat-sahabat yang saya cintai karena Allah, mari kita rawat kebersamaan ini dengan ilmu, saling menguatkan, dan ketulusan hati. Jangan sungkan untuk bertanya, berdiskusi, atau berbagi perasaan—karena iman itu seperti tanaman yang tumbuh subur jika dipupuk bersama.

Dan satu hal yang perlu kita ingat: berbicaralah seperlunya. Terlalu banyak bicara tanpa makna justru bisa membingungkan hati sendiri. Bahkan bisa membuat kita seperti orang yang hilang kesadaran, sebagaimana peringatan dalam An-Nisa: 43.

Semoga Ramadan ini menjadi ruang bertumbuh bagi kita semua. Bersama mualaf, insyaallah kita mampu. (#)

Penyunting Mohammad Nurfatoni