
Memetik hikmah dari kisah Perang Badar dipandu oleh Syaiful Rizal, S.Pd.I. Ini berlangsung ketika guru dan karyawan SD Muhammadiyah 1 GKB Gresik mengikuti Ngaji Tafsir Ibnu Katsir (Ngijir).
Tagar.co – Pagi pukul 07.00 WIB, guru dan karyawan kembali bertatap muka di Perpustakaan Al-Hikmah SD Muhammadiyah 1 GKB Gresik (Mugeb School). Mereka mengikuti kegiatan Ngaji Tafsir Ibnu Katsir (Ngijir).
Masih dengan formasi duduk melingkar, Syaiful Rizal, S.Pd.I mengisahkan Perang Badar yang tertulis dalam surat Al-Anfal. Di meja kecil depannya terbuka buku tebal Tafsir Ibnu Katsir.
Kata pria yang akrab disapa Rizal itu, Perang Badar merupakan peperangan pertama kali bagi kaum muslimin, Rabu (12/3/25). “Ini sekaligus momen penting kali pertama menerima perintah puasa Ramadan di tahun ke-2 Hijriyah. Selain itu, Allah SWT menunjukkan kebesaran-Nya pada saat tersebut,” imbuhnya.
Pria yang kini berdomisili di Cerme itu lantas membacakan surat Al-Anfal ayat 42.
اِذْ اَنْتُمْ بِالْعُدْوَةِ الدُّنْيَا وَهُمْ بِالْعُدْوَةِ الْقُصْوٰى وَالرَّكْبُ اَسْفَلَ مِنْكُمْۗ وَلَوْ تَوَاعَدْتُّمْ لَاخْتَلَفْتُمْ فِى الْمِيْعٰدِۙ وَلٰكِنْ لِّيَقْضِيَ اللّٰهُ اَمْرًا كَانَ مَفْعُوْلًا ەۙ لِّيَهْلِكَ مَنْ هَلَكَ عَنْۢ بَيِّنَةٍ وَّيَحْيٰى مَنْ حَيَّ عَنْۢ بَيِّنَةٍۗ وَاِنَّ اللّٰهَ لَسَمِيْعٌ عَلِيْمٌۙ
Artinya, “(Yaitu) ketika kamu berada di pinggir lembah yang dekat dan mereka berada di pinggir lembah yang jauh sedang kafilah itu berada lebih rendah dari kamu. Sekiranya kamu mengadakan persetujuan (untuk menentukan hari pertempuran), niscaya kamu berbeda pendapat dalam menentukan (hari pertempuran itu), tetapi Allah berkehendak melaksanakan suatu urusan yang harus dilaksanakan, yaitu agar orang yang binasa itu binasa dengan bukti yang nyata dan agar orang yang hidup itu hidup dengan bukti yang nyata. Sungguh, Allah Maha Mendengar, Maha Mengetahui.”
Rizal kemudian menjelaskan maksud dari ayat tersebut. “Dalam surat Al-Anfal ayat 42, mereka bertemu dengan takdir Allah. Jika dengan hitungan manusia, itu tidak akan sampai di akal, itu urusan Allah, Allah menyuguhkan kebesaran-Nya,” tutur Rizal.
Pertolongan Allah
Rizal menyamakan situasi perang badar dengan peristiwa penyerangan kakbah oleh pasukan Raja Abraha. “Pernah dengar sejarahnya Abraha? Kakbah itu milik Allah jadi yang menjaga dan menolong ya pemiliknya, Allah. Begitupun dengan Islam,” jelasnya.
Rizal kemudian melanjutkan ceritanya tentang perang badar. Allah mempertemukan dua pasukan, kaum muslimin dan kafir Quraisy. Dia mengutip surat Al-Anfal ayat 7-8.
وَاِذْ يَعِدُكُمُ اللّٰهُ اِحْدَى الطَّاۤىِٕفَتَيْنِ اَنَّهَا لَكُمْ وَتَوَدُّوْنَ اَنَّ غَيْرَ ذَاتِ الشَّوْكَةِ تَكُوْنُ لَكُمْ وَيُرِيْدُ اللّٰهُ اَنْ يُّحِقَّ الْحَقَّ بِكَلِمٰتِهٖ وَيَقْطَعَ دَابِرَ الْكٰفِرِيْنَۙ
Artinya, “Dan (ingatlah) ketika Allah menjanjikan kepadamu bahwa salah satu dari dua golongan (yang kamu hadapi) adalah untukmu, sedang kamu menginginkan bahwa yang tidak mempunyai kekuatan senjatalah untukmu. Tetapi Allah hendak membenarkan yang benar dengan ayat-ayat-Nya dan memusnahkan orang-orang kafir sampai ke akar-akarnya.”
لِيُحِقَّ الْحَقَّ وَيُبْطِلَ الْبَاطِلَ وَلَوْ كَرِهَ الْمُجْرِمُوْنَۚ
Artinya, “Agar Allah memperkuat yang hak (Islam) dan menghilangkan yang batil (syirik) walaupun orang-orang yang berdosa (musyrik) itu tidak menyukainya.”
Adapun pada QS. Al-Anfal ayat 43-44, berikut bunyinya:
اِذْ يُرِيْكَهُمُ اللّٰهُ فِيْ مَنَامِكَ قَلِيْلًاۗ وَلَوْ اَرٰىكَهُمْ كَثِيْرًا لَّفَشِلْتُمْ وَلَتَنَازَعْتُمْ فِى الْاَمْرِ وَلٰكِنَّ اللّٰهَ سَلَّمَۗ اِنَّهٗ عَلِيْمٌۢ .بِذَاتِ الصُّدُوْرِ
وَاِذْ يُرِيْكُمُوْهُمْ اِذِ الْتَقَيْتُمْ فِيْٓ اَعْيُنِكُمْ قَلِيْلًا وَّيُقَلِّلُكُمْ فِيْٓ اَعْيُنِهِمْ لِيَقْضِيَ اللّٰهُ اَمْرًا كَانَ مَفْعُوْلًا ۗوَاِلَى اللّٰهِ تُرْجَعُ الْاُمُوْرُ
Artinya : “(Ingatlah) ketika Allah memperlihatkan mereka di dalam mimpimu (berjumlah) sedikit. Dan sekiranya Allah memperlihatkan mereka (berjumlah) banyak tentu kamu menjadi gentar dan tentu kamu akan berbantah-bantahan dalam urusan itu, tetapi Allah telah menyelamatkan kamu. Sungguh, Allah Maha Mengetahui apa yang ada dalam hatimu.”
“Dan ketika Allah memperlihatkan mereka kepadamu, ketika kamu berjumpa dengan mereka berjumlah sedikit menurut penglihatan matamu dan kamu diperlihatkan-Nya berjumlah sedikit menurut penglihatan mereka, itu karena Allah berkehendak melaksanakan suatu urusan yang harus dilaksanakan. Hanya kepada Allah segala urusan dikembalikan.”
Tampak dalam Mimpi
Pada saat perang badar, sambung Rizal, kaum muslimin hanya punya 8 pedang, 6 unta, dan 2 kuda.
“Allah menampakkan mimpi kepada kaum muslimin melalui Nabi Muhammad SAW bahwa pasukan Abu Sofyan (kafir quraisy) jumlahnya tidak banyak. Sebaliknya, kafir quraisy juga diberikan mimpi yang nampak pasukan muslimin dengan jumlah yang banyak,” papar wali kelas V Business ini.
Dalam ceritanya, Rizal mengungkapkan, kaum muslimin dibantu oleh 1.000 malaikat yang diturunkan Allah untuk membantu mereka. Ini sesuai dengan Qs. Al-Anfal ayat 9.
اِذْ تَسْتَغِيْثُوْنَ رَبَّكُمْ فَاسْتَجَابَ لَكُمْ اَنِّيْ مُمِدُّكُمْ بِاَلْفٍ مِّنَ الْمَلٰۤىِٕكَةِ مُرْدِفِيْنَ
Artinya, “(Ingatlah), ketika kamu memohon pertolongan kepada Tuhanmu, lalu diperkenankan-Nya bagimu, “Sungguh, Aku akan mendatangkan bala bantuan kepadamu dengan seribu malaikat yang datang berturut-turut.”
Rizal menegaskan, Allah menunjukkan keperkasaan-Nya melalui hal tersebut. “Bahkan para malaikat juga ikut menebaskan pedang kepada lawan dan melemparkan anak panah,” imbuhnya.
Ini sesuai QS. Al-Anfal ayat 16
فَلَمْ تَقْتُلُوْهُمْ وَلٰكِنَّ اللّٰهَ قَتَلَهُمْۖ وَمَا رَمَيْتَ اِذْ رَمَيْتَ وَلٰكِنَّ اللّٰهَ رَمٰىۚ وَلِيُبْلِيَ الْمُؤْمِنِيْنَ مِنْهُ بَلَاۤءً حَسَنًاۗ اِنَّ اللّٰهَ سَمِيْعٌ عَلِيْمٌ
Artinya, “Maka (sebenarnya) bukan kamu yang membunuh mereka, melainkan Allah yang membunuh mereka, dan bukan engkau yang melempar ketika engkau melempar, tetapi Allah yang melempar. (Allah berbuat demikian untuk membinasakan mereka) dan untuk memberi kemenangan kepada orang-orang mukmin, dengan kemenangan yang baik. Sungguh, Allah Maha Mendengar, Maha Mengetahui.”
Teguhkan Hati
Kemudian Rizal lanjut membacakan Al-Anfal ayat 45.
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِذَا لَقِيْتُمْ فِئَةً فَاثْبُتُوْا وَاذْكُرُوا اللّٰهَ كَثِيْرًا لَّعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَۚ
Artinya, “Wahai orang-orang yang beriman! Apabila kamu bertemu pasukan (musuh), maka berteguh hatilah dan sebutlah (nama) Allah banyak-banyak (berzikir dan berdoa) agar kamu beruntung.”
Berdasarkan ayat tersebut, kata Rizal, pasukan muslimin diingatkan untuk meneguhkan hati dan banyak-banyak menyebut nama Allah selama menghadapi musuh.
“Sama halnya dengan yang sudah kita terapkan di Mugeb School ini. Setiap pembiasaan pagi kita menyebut nama Allah sebanyak-banyaknya. Istikamah membaca Al-Qur’an, Ayat Kursi, Asmaul Husnah, sama saja itu termasuk Wadzkurullah katsira. Dengan selalu berdzikir, kita akan selalu dekat dengan Allah,” pesan Rizal. (#)
Jurnalis Mar’atus Sholichah Penyunting Sayyidah Nuriyah












