
Pondok Pesantren Al-Fattah Sidoarjo menyambut siswa SD Muhammadiyah 17 Surabaya dalam Gema Ramadan Ceria 1446. Dua hari penuh pengalaman seru mengenal kehidupan pesantren, ibadah, dan kebersamaan.
Tagar.co – Pagi yang cerah menyambut kedatangan rombongan siswa-siswi SD Muhammadiyah 17 Surabaya di Pondok Pesantren Al-Fattah, Sidoarjo, Jawa Timur, Ahad (9/3/2025). Dengan langkah penuh semangat, mereka memasuki area pondok, disambut senyum hangat para santri dan panitia. Kedatangan mereka menjadi pembuka dari rangkaian kegiatan Gema Ramadan Ceria 1446 H, sebuah program yang bertujuan mengenalkan kehidupan pesantren kepada anak-anak sejak dini.
Gema Ramadan Ceria tahun ini berlangsung selama dua hari, 9-10 Maret 2025, dan menjadi awal dari serangkaian kegiatan yang melibatkan tujuh sekolah dasar. SD Muhammadiyah 17 Surabaya menjadi yang pertama berpartisipasi dalam program ini. Meskipun awalnya terdaftar sebanyak 95 peserta, akhirnya 84 anak yang hadir untuk merasakan langsung pengalaman beraktivitas di pesantren.
Baca juga: Indahnya Kebersamaan, saat Ponpes Al-Fattah Sidoarjo Memulai Tradisi Buka Puasa
Ketua Panitia Pelaksana Gema Ramadan Ceria 1446, Muhammad Taufik Ismail, S.Pd, menjelaskan bahwa tujuan dari program ini adalah mengenalkan kehidupan pesantren kepada siswa sekolah dasar, menumbuhkan keimanan dan ketakwaan melalui pembiasaan, serta memberikan pengalaman berharga dalam mengamalkan ajaran Islam. Selain itu, program ini juga menjadi ajang untuk menyemarakkan bulan suci Ramadan dengan kegiatan yang bermanfaat.
Sambutan Hangat untuk Para Peserta
Kegiatan dibuka dengan suasana khidmat. Raissa Nur Laily (siswa kelas XI) bertugas sebagai MC, sementara lantunan ayat suci Al-Qur’an yang merdu dari Ibrahim Hafidz Syaputra (siswa kelas XII) mengiringi awal acara. Suasana semakin syahdu saat para peserta mendengarkan sambutan dari berbagai pihak.
Ahmad Munhamir, M.Pd., Kepala SD Muhammadiyah 17 Surabaya, menyampaikan harapannya agar kegiatan ini dapat menumbuhkan rasa cinta terhadap pesantren. “Kami ingin anak-anak bisa melihat sendiri kehidupan di pesantren, merasakan atmosfernya, dan menghapus ketakutan mereka terhadap berita-berita yang kurang menyenangkan tentang pondok. Semoga mereka justru semakin mencintai dan termotivasi untuk mencari ilmu di lingkungan pesantren,” tuturnya.
Sambutan berikutnya disampaikan oleh Ahmad Suhar, S.Pd., Kepala Asrama Pondok Pesantren Al Fattah. Dengan penuh kehangatan, ia menyapa peserta dengan kalimat “Ahlanwasahlan”—sebuah ungkapan selamat datang yang penuh keakraban.
“Mondok itu menyenangkan. Dalam dua hari ini, kalian akan merasakannya sendiri. Jangan ragu untuk bertanya kepada para musaid, mereka adalah santri yang siap membantu kalian selama kegiatan berlangsung,” jelasnya.

Belajar dan Bermain di Lingkungan Pesantren
Program ini tidak hanya menjadi ajang pembelajaran agama, tetapi juga wadah untuk menanamkan kebiasaan baik sejak dini. Para peserta akan mengikuti berbagai kegiatan seperti kajian keislaman, praktik ibadah, hingga permainan edukatif yang dikemas menarik. Dengan bimbingan para ustaz dan santri senior, mereka diharapkan dapat menyerap nilai-nilai keislaman secara menyenangkan.
Acara pembukaan ditutup dengan doa yang dipimpin oleh Ustaz Muhaimin, S.Pd. Dengan khidmat, seluruh peserta menadahkan tangan, berharap kegiatan ini membawa manfaat dan keberkahan bagi mereka.
Dengan kehangatan yang menyelimuti, Gema Ramadan Ceria 1446 H di Pondok Pesantren Al Fattah pun resmi dimulai. Dua hari ke depan, para peserta akan menjalani pengalaman berharga yang mungkin akan menjadi awal perjalanan mereka dalam menuntut ilmu di pesantren di masa depan.
Jurnalis Nur Djamilah Penyunting Mohammad Nurfatoni












