
Kesabaran dan salat adalah solusi terbaik dalam menghadapi ujian hidup. Dengan bersabar dan mendekatkan diri kepada Allah melalui salat, hati menjadi tenang, dan solusi pun ditemukan.
Kultum Ramadan (Seri 10): Menemukan Solusi Hidup dengan Sabar dan Salat; Oleh Dr. Aji Damanuri, M.E.I., Ketua Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Daerah Muhammadiyah Tulungagung, Ketua Dewan Pengawas Syariah Lazismu Tulungagung.
Tagar.co – Kesabaran dan salat sebagai solusi hidup tepat untuk menjadi bahan Kultum Ramadan kali ini. Baca selengkapnya:
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ أَمَرَنَا بِاْلاِعْتِصَامِ بِحَبْلِ اللهِ، أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ لاَ نَبِيَّ بَعْدَهُ. اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ تَبِعَ هُدَاهُ.
Alhamdulillah, segala puji bagi Allah Swt. yang telah memberikan kita nikmat iman, Islam, dan kesempatan untuk berkumpul dalam majelis ilmu ini. Shalawat dan salam semoga tercurah kepada Nabi Muhammad saw., keluarga, sahabat, dan seluruh umatnya yang senantiasa mengikuti ajaran beliau.
Pada kesempatan ini, mari kita renungkan dua hal yang Allah Swt. ajarkan sebagai solusi dalam menghadapi masalah kehidupan, yaitu kesabaran dan salat. Keduanya merupakan kunci ketenangan dan keberkahan hidup, baik di dunia maupun di akhirat.
Sholat dan sabar memiliki kaitan yang sangat erat karena salat khusyuk membutuhkan kesabaran. Ketika kita salat, syarat dan rukunnya harus kita laksanakan secara berurutan dan penuh kesabaran. Kita tidak dapat melangkah ke gerakan berikutnya sebelum mengerjakan yang sebelumnya dengan sempurna.
Kita juga harus sabar meninggalkan pekerjaan lain untuk melaksanakan salat. Dengan demikian, orang yang rajin salat seharusnya memiliki kesabaran tinggi, tidak tergesa-gesa dalam mengerjakannya atau terburu-buru mengejar urusan dunia. Semua aktivitas duniawi harus kita tunda untuk melaksanakan salat.
Allah Swt. dengan jelas menyatakan bahwa kesabaran adalah kunci dalam mengatasi berbagai masalah, sebagaimana firman-Nya dalam Al-Qur’an Surah Al-Baqarah ayat 153:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ
Wahai orang-orang yang beriman, mintalah pertolongan dengan sabar dan salat. Sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar.
Ayat ini menjelaskan bahwa ketika kita menghadapi masalah, Allah memerintahkan kita untuk bersabar dan mendekatkan diri kepada-Nya melalui salat. Kesabaran bukan berarti pasif atau menyerah, tetapi sikap teguh dalam menghadapi ujian dengan tetap berpegang pada prinsip kebenaran serta bertawakal kepada Allah.
Sebagian dari kita mungkin bertanya, bagaimana salat dan sabar mampu menolong kita? Seperti yang telah dijelaskan, ketika kita salat, sejatinya kita sedang melatih kesabaran. Sabar bukan berarti mengabaikan segala hal atau menerima dengan pasrah. Sabar adalah menyikapi masalah dengan menemukan solusi secara cerdas dan bijaksana.
Sholat juga merupakan sarana kontemplasi untuk menenangkan jiwa. Dalam pikiran dan hati yang tenang, solusi atas berbagai masalah kehidupan akan lebih mudah ditemukan. Sebaliknya, sikap tergesa-gesa sebagai ekspresi ketidaksabaran sering kali justru melahirkan penyesalan. Alih-alih keluar dari masalah, seseorang justru semakin terjerumus dalam kesulitan karena terburu-buru dan tidak berpikir matang.
Rasulullah saw. juga mengajarkan betapa pentingnya kesabaran. Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Imam Muslim, beliau bersabda:
عَجَبًا لِأَمْرِ الْمُؤْمِنِ إِنَّ أَمْرَهُ كُلَّهُ خَيْرٌ وَلَيْسَ ذَاكَ لِأَحَدٍ إِلَّا لِلْمُؤْمِنِ، إِنْ أَصَابَتْهُ سَرَّاءُ شَكَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ، وَإِنْ أَصَابَتْهُ ضَرَّاءُ صَبَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ
Sungguh menakjubkan urusan seorang mukmin. Semua urusannya adalah baik, dan ini tidak dimiliki kecuali oleh seorang mukmin. Jika ia mendapat kesenangan, ia bersyukur, dan itu baik baginya. Jika ia ditimpa kesusahan, ia bersabar, dan itu juga baik baginya.
Dalam dunia modern yang serba hedonis ini, menjadi seorang Muslim adalah keajaiban karena memiliki dua senjata psikologis utama, yaitu syukur dan sabar. Hadis ini mengajarkan bahwa seorang mukmin selalu berada dalam kebaikan, baik dalam keadaan senang maupun susah, karena ia memiliki dua senjata: syukur dan sabar.
Allah Swt. memerintahkan kita untuk memohon pertolongan melalui sabar dan salat. Sholat menghubungkan langsung antara hamba dengan Tuhannya. Dalam salat, kita mengadu, memohon, dan merendahkan diri di hadapan Allah Swt.
Allah Swt. berfirman dalam Surah Thaha ayat 14:
إِنَّنِي أَنَا اللَّهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا أَنَا فَاعْبُدْنِي وَأَقِمِ الصَّلَاةَ لِذِكْرِي
Sesungguhnya Aku ini adalah Allah, tidak ada Tuhan selain Aku, maka sembahlah Aku dan dirikanlah salat untuk mengingat-Ku.
Sholat bukan hanya sekadar gerakan dan bacaan, tetapi juga sarana untuk mengingat Allah dan melepaskan diri dari segala kesulitan hidup. Orang yang senantiasa mengingat Allah tentu akan menemukan solusi dalam hidupnya. Biasanya, seseorang akan mengingat sesuatu yang paling dekat dengannya ketika menghadapi masalah.
Para ulama dalam kitab-kitab turats (warisan keilmuan Islam) juga menekankan pentingnya kesabaran dan salat. Imam Ibnul Qayyim Al-Jauziyah dalam kitab Madarijus Salikin menjelaskan bahwa kesabaran adalah pondasi iman. Tanpa kesabaran, seseorang tidak akan mampu menghadapi ujian hidup dengan baik. Beliau juga menyebutkan bahwa salat adalah sarana untuk menguatkan hati dan mendekatkan diri kepada Allah.
Imam Al-Ghazali dalam kitab Ihya Ulumuddin menjelaskan bahwa salat memiliki kekuatan spiritual yang luar biasa. Sholat dapat membersihkan hati dari kegelisahan dan mengembalikan keseimbangan jiwa. Beliau menegaskan bahwa orang yang menjaga salat dengan khusyuk akan merasakan ketenangan yang tidak bisa didapatkan dari hal lain.
Ada sebuah kisah nyata dari seorang ulama besar, Imam Ahmad bin Hanbal. Suatu ketika, beliau diuji dengan cobaan yang sangat berat, yaitu dipenjara dan disiksa karena mempertahankan keyakinannya tentang kemakhlukan Al-Qur’an. Namun, beliau tetap sabar dan terus mendekatkan diri kepada Allah melalui salat. Ketika ditanya bagaimana beliau bisa bertahan, Imam Ahmad menjawab, “Aku mengadu kepada Allah dalam setiap sujudku, dan Dia memberiku kekuatan.”
Kisah ini mengajarkan kita bahwa kesabaran dan salat adalah dua senjata ampuh untuk menghadapi segala ujian.
Karena itulah, marilah kita menjadikan kesabaran dan salat sebagai solusi dalam menghadapi setiap masalah kehidupan. Semoga Allah Swt. senantiasa memberikan kita kekuatan untuk bersabar dan istiqamah dalam mendirikan salat. Aminyarabalalamin. (#)
Nasrumminallah wafathunqarib. Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. (#)
Penyunting Mohammad Nurfatoni












