
Jelang Ramadan, ratusan warga Muhammadiyah Menganti terima santunan beras dan uang dari PRA, PRM GKB2, dan Lazizmu Gresik. Aksi berbagi kasih ini wujud kepedulian antar sesama.
Tagar.co – Suasana hangat penuh kebersamaan menyelimuti Masjid At-Taqwa, Putat Lor, Menganti, Gresik, pada Ahad (23/2/2025). Ratusan warga Muhammadiyah berkumpul sejak pagi untuk mengikuti Kajian Pra-Ramadan yang diselenggarakan oleh Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA) Menganti.
Baca juga: Puasa: Ibadah Paling Rahasia, Refleksi Kajian Pra-Ramadan PCA Menganti
Namun, momen tersebut menjadi lebih istimewa dengan kehadiran Pimpinan Ranting Aisyiyah (PRA) dan Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) GKB-2, dan Lazizmu Gresik yang membawa misi mulia: berbagi kasih sayang menjelang bulan suci Ramadan.
Kado Ramadan Istimewa
Sebanyak 150 kantong beras 5kg dan uang infak disiapkan untuk 150 warga Muhammadiyah yang hadir. Tak hanya itu, dana khusus juga disalurkan untuk mendukung kegiatan PCA Menganti. Bantuan ini merupakan wujud nyata kepedulian dan solidaritas antar warga Muhammadiyah di Kecamatan Menganti.
Mujahadah, Ketua PCA Menganti, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih yang mendalam atas apresiasi yang diberikan. Ia berharap, kegiatan ini menjadi ladang pahala dan amal jariyah yang tak terputus.
“Jangan dilihat dari harganya ya bapak ibu, ini adalah sebagai bentuk kasih sayang kami kepada panjenengan semua,” ujar Lilis, perwakilan dari PCA GKB2, dengan tulus.

Semangat Berbagi yang Berkelanjutan
Kegiatan berbagi kasih sayang ini diharapkan tidak hanya menjadi agenda tahunan, tetapi juga terus berlanjut dan menginspirasi lebih banyak orang untuk berbagi kebaikan. Semangat kebersamaan dan gotong royong yang terjalin diharapkan semakin mempererat tali persaudaraan antar warga Muhammadiyah.
Acara ini bukan sekadar pembagian materi, tetapi juga momentum untuk memperkuat nilai-nilai kepedulian dan kebersamaan, yang menjadi esensi dari bulan Ramadan. Semoga, kebaikan yang ditabur hari ini membawa berkah dan kebahagiaan bagi semua yang terlibat. (#)
Jurnalis Nadhirotul Mawaddah Penyunting Mohammad Nurfatoni












