Opini

Belajar dari Legenda Bulu Tangkis Hendra-Ahsan

47
×

Belajar dari Legenda Bulu Tangkis Hendra-Ahsan

Sebarkan artikel ini
The Daddies Hendra Setiawan dan Mohammad Ahsan

Di balik kemenangan The Daddies, ada harmoni dan rasa saling percaya yang luar biasa. Pelajaran hidup untuk kita semua.

Belajar dari Legenda Bulu Tangkis Hendra-Ahsan; Oleh dr. Mohamad Isa

Tagar.co – Setiap pencinta olahraga, khususnya bulu tangkis, pasti mengenal legenda bulu tangkis Indonesia, Hendra Setiawan dan Mohammad Ahsan. Dua legenda ganda putra ini baru saja retraite (pensiun) dari dunia bulu tangkis internasional sepekan lalu.

Puluhan gelar juara telah diraih oleh pasangan ini, bahkan hingga usia 40 tahun untuk Hendra dan 37 tahun untuk Ahsan.

Prestasi yang Diraih

Hendra/Ahsan berhasil mencatatkan deretan prestasi luar biasa, seperti dua kali meraih gelar juara All England dan medali emas Asian Games 2014. Mereka juga tiga kali menjadi juara dunia pada tahun 2013, 2015, dan 2019, serta mengantarkan tim Indonesia meraih emas di Piala Thomas 2020.

Dengan status ini, keduanya dijuluki “The Daddies“. Julukan ini mencerminkan semangat juang mereka di usia senja, dengan status masing-masing sebagai ayah dari beberapa anak, namun tetap bersemangat untuk bertanding dan berprestasi.

Namun, masa sebagai pemain tidaklah abadi. Tiba saatnya untuk pensiun dan memberikan kesempatan kepada generasi yang lebih muda.

Pelajaran yang Dapat Dipetik

Hendra dan Ahsan dapat menjadi teladan bagi para atlet. Teladan sebagai individu di luar pertandingan maupun sebagai pemain saat bertanding.

Teladan Hendra dan Ahsan sebagai pemain antara lain:

  1. Sportif: Para pemain harus sportif, berani mengakui keunggulan lawan saat kalah, dan tidak bersikap sombong saat menang.
  2. Penuh Semangat: Bertanding dengan semangat membara, mengeluarkan seluruh kemampuan untuk menjaga setiap jengkal lapangan dari serangan lawan dan berusaha mengalahkan mereka.
  3. Menghormati Lawan: Menunjukkan perilaku yang baik saat bertanding.
  4. Menghormati Pelatih: Bersedia berdiskusi tentang taktik pertandingan dengan pelatih.
  5. Simpati dan Hormat: Memiliki rasa simpati dan hormat kepada para suporter.

Sebagai pasangan pemain, Hendra/Ahsan:

  1. Kompak: Mampu menjaga kekompakan saat bertanding maupun di luar pertandingan.
  2. Menyatukan Hati: Mampu menyatukan visi dan misi, serta mengendalikan ego masing-masing.
  3. Saling Menghormati: Hendra sebagai pemain senior menghormati Ahsan yang lebih muda, dan sebaliknya.
  4. Tidak Saling Menyalahkan: Tidak saling menyalahkan jika ada kesalahan atau kekurangan saat bertanding.
  5. Menghormati Keyakinan: Mampu menghormati privasi keyakinan yang dianut masing-masing pemain.
  6. Saling Melengkapi: Mampu menjaga dan menghormati kekurangan masing-masing untuk saling melengkapi.
  7. Komitmen: Mampu menjaga komitmen pembagian hadiah/rezeki yang diperoleh sebagai pemain.
  8. Harmonisasi Keluarga: Mampu menjaga harmonisasi internal dan antarkeluarga kedua pemain.
  9. Hubungan Baik: Mampu menjalin hubungan yang baik dengan lawan dari negara lain.
Baca Juga:  Silaturahmi Alumni FK ULM di Samarinda, Merajut Kembali Ikatan Guru dan Murid

Penutup

Keharmonisan suatu pasangan tidak terlepas dari sikap saling menghormati dan melengkapi dalam setiap kegiatan.

Harmonisasi pasangan bulu tangkis Hendra dan Ahsan menjadi inspirasi bagi pasangan keluarga maupun pasangan dalam kepemimpinan negara, daerah, atau institusi. (#)

Banjarmasin, 31 Januari 2025

Penyunting Mohammad Nurfatoni