Feature

Aisyiyah dan Polri Berkolaborasi Wujudkan Perlindungan Hukum bagi Perempuan dan Anak

23
×

Aisyiyah dan Polri Berkolaborasi Wujudkan Perlindungan Hukum bagi Perempuan dan Anak

Sebarkan artikel ini
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan Ketua Umum PP Aisyiyah menekan Nota Kesepahaman (MoU) tentang Perlindungan Perempuan dan Anak

Ketua Umum PP Aisyiyah Salmah Orbayinah dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) tentang Perlindungan Perempuan dan Anak,

JAKARTA – Lonceng kesetaraan gender terus digaungkan. Kali ini, gaungnya semakin nyaring terdengar dari Tavia Hotel Jakarta, saat Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengajak Aisyiyah untuk bersama-sama mengawal isu penting ini.

Dalam pembukaan Tanwir I Aisyiyah pada Jumat (19/5), Jenderal Listyo Sigit menegaskan bahwa kesetaraan gender bukan hanya masalah domestik, tetapi juga isu global yang memerlukan perhatian serius.

“Kita kawal bersama mengenai masalah kesetaraan gender yang masih harus diperjuangkan tidak hanya di Indonesia saja tetapi juga di dunia,” ujarnya dengan lantang.

Bagi Jenderal Listyo Sigit, Aisyiyah bukanlah nama asing dalam perjuangan emansipasi perempuan. Ia memuji kiprah organisasi perempuan Muhammadiyah ini dalam memperjuangkan eksistensi perempuan, khususnya di bidang politik, ekonomi, dan sosial.

Menyusuri jejak sejarah, Jenderal Listyo Sigit menyinggung sosok Nyai Ahmad Dahlan, pendiri Aisyiyah, sebagai salah satu pelopor kesetaraan gender di Indonesia.

Baca Juga:  Bakti Sosial Menjelang Ramadan, Aisyiyah Sendangagung Tebar 132 Paket Sembako

“Oleh karena itu kini menjadi tugas kita bersama memperjuangkan pengarusutamaan gender dan juga isu-isu perempuan dan anak,” tegasnya, menggarisbawahi pentingnya meneruskan perjuangan Nyai Ahmad Dahlan.

Namun, di balik semangat perjuangan itu, terselip keprihatinan mendalam. Listyo Sigit membeberkan data angka kekerasan di Indonesia yang memilukan: perempuan menjadi korban empat kali lebih banyak daripada laki-laki, dan anak-anak menjadi korban kekerasan dua kali lipat lebih banyak daripada orang dewasa.

“Saya yakini bahwa angka ini bukan angka yang sebenarnya karena di Indonesia kita melihat masih banyak korban yang enggan untuk melapor karena sebagian melihat kejadian ini aib,” ungkapnya dengan nada prihatin, menyiratkan fenomena gunung es dalam kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak.

Kondisi inilah yang mendorong Kapolri untuk menjalin sinergi kuat dengan Aisyiyah. Ia memandang penting kolaborasi ini, baik dalam pengarusutamaan gender maupun dalam perlindungan hukum bagi perempuan dan anak.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo

Apresiasi Aisyiyah

Apresiasi tinggi pun diberikan kepada Aisyiyah yang telah berkontribusi nyata dalam perlindungan perempuan dan anak, salah satunya melalui Pos Bantuan Hukum Aisyiyah.

Baca Juga:  Aisyiyah Serukan Gerakan Sampah Tuntas: Saatnya Mengelola, Bukan Sekadar Membuang

Sebagai wujud komitmen Polri, Listyo Sigit mengungkapkan bahwa saat ini telah dibentuk Direktorat Tindak Pidana Perempuan dan Anak serta Pidana Perdagangan Orang (PPA-PPO) yang sebelumnya hanya berupa subdit di Bareskrim. “Saya berharap pembentukan direktorat baru ini dapat memaksimalkan penanganan isu perempuan dan anak,” katanya penuh harap.

Momen bersejarah pun tercipta. Dalam acara tersebut, Kapolri Jenderal Listyo Prabowo Sigit dan Ketua Umum PP Aisyiyah, Salmah Orbayinah, menorehkan tinta emas pada lembar Nota Kesepahaman (MoU) tentang Perlindungan Perempuan dan Anak. Ini menjadi tonggak penting dalam upaya kolaboratif untuk mewujudkan perlindungan yang lebih baik bagi perempuan dan anak di Indonesia.

Lebih lanjut, Listyo Sigit berharap agar kerjasama ini tidak berhenti pada tataran perlindungan hukum semata. Ia melihat potensi besar dari kiprah Aisyiyah di berbagai bidang kehidupan.

“MoU kita tidak terbatas pada perlindungan hukum pada kekerasan tetapi juga kerjasama di bidang sosial kesehatan, bidang pendidikan, termasuk di bidang ekonomi terutama di sektor UMKM yang diharapkan dapat mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang maksimal,” ujarnya, menandakan bahwa kerjasama ini akan menjadi sebuah sinergi yang komprehensif dan berkelanjutan.

Baca Juga:  Aisyiyah Krian Siapkan Pemimpin Adaptif Hadapi Tantangan Zaman

Dengan kolaborasi ini, diharapkan masa depan yang lebih cerah dan adil bagi perempuan dan anak Indonesia dapat segera terwujud. (#)

Penyunting Mohammad Nurfatoni