Feature

Dari Pasar Desa, UMKM Sendangrejo Melangkah Menuju Sertifikasi Halal bersama Unair

42
×

Dari Pasar Desa, UMKM Sendangrejo Melangkah Menuju Sertifikasi Halal bersama Unair

Sebarkan artikel ini
Salah satu pelaku UMKM dalam pendampingan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) BBK-5

Perjalanan menuju sertifikasi halal tak selalu mulus. Dari 35 pelaku UMKM yang menjadi target awal, hanya 10 yang berhasil didampingi hingga tuntas.

Tagar.co – Di tengah hiruk pikuk Pasar Desa Sendangrejo, Kecamatan Ngimbang, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, asa baru tumbuh di antara para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Rabu itu, 15 Januari 2025, menjadi hari penting bagi 20 pelaku usaha yang berkumpul untuk menapaki jalan menuju sertifikasi halal, didampingi oleh Pusat Halal Universitas Airlangga (Unair) melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) BBK-5.

Di bawah terik matahari yang mulai meninggi, tim pendamping dari Lembaga Pemeriksa Halal (LP3H) Unair, yaitu Muhammad Falah El Fahmi, Muhammad Syafiq Zuhdi, M. Risqi Ihya Ramadhan, Farhana Fitrah Amalina, dan Putri Amelia Immaniar Cahaya, berbaur dengan para pelaku UMKM. Mereka tak hanya membawa ilmu, tetapi juga semangat untuk membantu para pelaku usaha lokal memahami seluk-beluk sertifikasi halal.

Lebih dari Sekadar Label, Halal adalah Kunci Kepercayaan

Bagi sebagian orang, sertifikasi halal mungkin hanya sekadar label. Namun, bagi para pelaku UMKM di Desa Sendangrejo, sertifikasi ini adalah kunci untuk membuka pintu kepercayaan konsumen yang semakin sadar akan pentingnya kehalalan produk.

Baca Juga:  Sepuluh Stan Kantin Smamda Sidoarjo Kantongi Sertifikat Halal BPJPH

“Kami ingin produk kami tak hanya lezat, tapi juga terjamin kehalalannya. Ini penting untuk menjaga kepercayaan pelanggan dan membuka peluang pasar yang lebih luas,” ungkap Siti, salah satu pelaku UMKM yang memproduksi aneka keripik singkong.

Kegiatan ini bukan sekadar sosialisasi. Tim pendamping dari Unair turun langsung, membimbing para pelaku UMKM melalui setiap tahapan, mulai dari memahami persyaratan administrasi dan teknis, hingga membantu menyiapkan dokumen yang diperlukan.

Muhammad Falah El Fahmi, salah satu pendamping, menuturkan harapannya, “Kami berharap dengan adanya pendampingan ini, UMKM di Desa Sendangrejo dapat lebih kompetitif, terutama di pasar yang mulai menuntut produk bersertifikat halal. Ini adalah langkah awal yang penting.”

Mahasiswa Uanir Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) BBK-5

Menyusuri Jalan Berliku Menuju Sertifikasi

Perjalanan menuju sertifikasi halal tak selalu mulus. Dari 35 pelaku UMKM yang menjadi target awal, hanya 10 yang berhasil didampingi hingga tuntas. Hujan yang sempat mengguyur, keraguan yang masih membayangi, hingga produk franchise yang sudah memiliki sertifikat halal, menjadi tantangan tersendiri.

“Cuaca memang sempat kurang bersahabat. Ada juga beberapa pelaku usaha yang masih ragu, mungkin karena belum sepenuhnya memahami manfaat sertifikasi halal,” jelas Falah.

Baca Juga:  Ujian Tugas Akhir di Unair, Siswa Sekolah Kreatif Baratajaya Uji Karya Riset dan Proyek

Namun, bagi 10 UMKM yang berhasil melangkah, ini adalah sebuah pencapaian yang berarti. Mereka telah melewati tahap pendataan dan verifikasi awal, termasuk pengumpulan dokumen dan dokumentasi langsung di lokasi usaha. Pendampingan yang intensif ini memastikan bahwa data yang terkumpul akurat dan sesuai dengan persyaratan.

Langkah Kecil Menuju Masa Depan yang Lebih Cerah

Kegiatan di Desa Sendangrejo ini merupakan cerminan komitmen Unair dalam mendukung program pemerintah untuk meningkatkan jumlah produk halal di Indonesia, sejalan dengan amanat Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal. Desa Sendangrejo, sebagai salah satu sentra UMKM di Lamongan, diharapkan dapat menjadi contoh nyata penerapan standar halal di tingkat lokal.

Dengan sertifikasi halal di tangan, para pelaku UMKM di Desa Sendangrejo tak hanya akan memperluas jangkauan pasar, tetapi juga meningkatkan daya saing mereka. Ini adalah langkah kecil, namun bermakna, yang akan membawa mereka menuju masa depan yang lebih cerah, di mana produk halal bukan hanya sekedar label, tetapi sebuah jaminan kualitas dan kepercayaan.

Baca Juga:  Abdul Mu’ti Singgung “Inflasi Ceramah” Ramadan, Ajak Perkuat Literasi Al-Qur’an

Dan di balik semua itu, ada peran serta nyata dari perguruan tinggi yang tidak hanya berdiam di menara gading, tetapi juga turun langsung, menyentuh dan memberdayakan masyarakat. (#)

Jurnalis Adam Mochammad Naufal Penyunting Mohammad Nurfatoni